Berita Peristiwa

Sawah Tergenang, Harapan Petani Tenggelam: Warga Ambarawa Desak Pemerintah Ambil Langkah Nyata

839
×

Sawah Tergenang, Harapan Petani Tenggelam: Warga Ambarawa Desak Pemerintah Ambil Langkah Nyata

Sebarkan artikel ini

Pringsewu, SniperNew.id | Hujan deras yang meng­guyur Keca­matan Ambarawa, Kabu­pat­en Pringsewu, Lam­pung, sejak Sab­tu malam hing­ga Ming­gu pagi (6/7/2025), menye­babkan ratu­san hek­tare sawah milik war­ga teren­dam ban­jir. Kon­disi ini mem­bu­at para petani resah dan khawatir gagal panen.

Wilayah ter­dampak meliputi Pekon Ambarawa, Ambarawa Barat, dan Ambarawa Timur. Tana­man padi yang baru beru­mur beber­a­pa ming­gu kini ter­ge­nang air, seba­gian mulai men­gun­ing dan rusak aki­bat ter­lalu lama teren­dam.

  Polda Lampung Sosialisasikan UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP di Polres Pringsewu

Kepala Pekon Ambarawa, Alhu­da, men­gungkap­kan bah­wa ban­jir terse­but dise­babkan oleh melu­ap­nya dua sun­gai besar di wilayah setem­pat, yakni Sun­gai Way Napal dan Way Bulok. Sun­gai terse­but tidak mam­pu lagi menam­pung deb­it air ting­gi aki­bat curah hujan ekstrem.

“Sudah sejak dini hari air mulai naik dan masuk ke are­al per­sawa­han. Sun­gai-sun­gai kita sudah ter­lalu dan­gkal dan tidak kuat menam­pung air hujan. Saya mewak­ili masyarakat, mem­o­hon per­ha­t­ian pemer­in­tah daer­ah hing­ga pusat agar segera melakukan nor­mal­isasi sun­gai dan eval­u­asi menyelu­ruh ter­hadap Ben­dun­gan Way Gatel di Pan­jere­jo,” ujarnya.

Alhu­da menekankan bah­wa ini bukan keja­di­an per­ta­ma, namun sayangnya, belum ada tin­dakan serius dan berke­lan­ju­tan dari pihak terkait. Ia berharap keja­di­an ini men­ja­di momen­tum bagi pemer­in­tah untuk turun tan­gan secara konkret.

  Warga Pringsewu Mulai Beralih ke MyRepublic, Lemotnya Internet Bikin Kesal!

Selain nor­mal­isasi sun­gai dan pem­be­na­han ben­dun­gan, Alhu­da juga men­dorong per­lun­ya pem­ban­gu­nan sis­tem drainase dan tang­gul pena­han air agar sawah war­ga tidak terus men­ja­di kor­ban saat musim hujan tiba.

Sejum­lah war­ga pun menyam­paikan keluhan seru­pa. Bam­bang, petani asal Pekon Ambarawa Barat, men­gaku pas­rah meli­hat lahan­nya tengge­lam semala­man.

“Pada­hal baru ming­gu kemarin saya tabur pupuk. Sekarang semuanya tengge­lam. Padi saya han­cur. Kalau begi­ni terus, kami mau makan dari mana?” ucap Bam­bang den­gan nada lir­ih.

NN war­ga lain­nya, juga menyam­paikan rasa cemas­nya. Ia menu­turkan bah­wa sawah adalah satu-sat­un­ya sum­ber peng­hasi­lan kelu­ar­ganya.

“Kalau gagal panen, kami eng­gak bisa bayar seko­lah anak, eng­gak bisa beli pupuk lagi. Kami san­gat berharap ada ban­tu­an daru­rat, dan lebih pent­ing lagi, solusi jang­ka pan­jang dari pemer­in­tah,” jelas­nya.

  Tregis Peristiwa di Pringsewu, Feri Handika Tewas Ditikam Tetangga

War­ga kini berharap pemer­in­tah segera turun tan­gan, tidak hanya den­gan menin­jau lokasi, tetapi juga mem­berikan ban­tu­an nya­ta seper­ti bib­it peng­gan­ti, pupuk, dan kom­pen­sasi bagi petani yang ter­dampak. Selain itu, mere­ka mende­sak agar proyek-proyek penang­gu­lan­gan ban­jir, seper­ti nor­mal­isasi sun­gai dan eval­u­asi sis­tem iri­gasi, segera dilak­sanakan.

Ban­jir ini kem­bali mem­bu­ka mata bah­wa sek­tor per­tan­ian masih san­gat rentan ter­hadap ben­cana. Keti­ka infra­struk­tur tidak memadai, petani selalu men­ja­di kor­ban. Jika tidak ada per­ha­t­ian serius, bukan hanya panen yang gagal, tapi juga hara­pan hidup ribuan kelu­ar­ga petani akan ikut tengge­lam.

Edi­tor: (Dar­mawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *