Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Daerah

Satu Kisah Bisa Menggugah Ribuan hati. Mari jadi bagian dari harapan Bu Nining.”

613
×

Satu Kisah Bisa Menggugah Ribuan hati. Mari jadi bagian dari harapan Bu Nining.”

Sebarkan artikel ini
Gambar screenshot unggahan Akun Facebook "Sekedar Info" Jumat 04 Juli 2025.

Pan­deglang, SniperNew.id — Jumat 04 Juli 2025, Sebuah kisah menyen­tuh dari dunia pen­didikan Indone­sia kem­bali mengge­tarkan hati ribuan neti­zen. Seo­rang guru hon­or­er berna­ma Nin­ing Suryani (44) yang mengab­di di SDN Karyabua­na 3, Keca­matan Cigeulis, Kabu­pat­en Pan­deglang, Ban­ten, dike­tahui telah ting­gal di toi­let seko­lah sela­ma dua tahun ter­akhir bersama suaminya, Ebi Suhae­bi (46), dan anak mere­ka.

  Printer dan Mesin Potong Dijual Murah, Kijang Mubyin Tawarkan Harga Negosiable!

Kisah ini per­ta­ma kali diung­gah oleh akun Face­book “Sekedar Info” tiga hari lalu. Dalam wak­tu singkat, ung­ga­han terse­but viral, dibagikan ribuan kali dan men­u­ai ribuan komen­tar dukun­gan dan sim­pati dari masyarakat.

Nin­ing dan sua­mi ter­pak­sa mem­o­d­i­fikasi bagian toi­let seko­lah men­ja­di tem­pat ting­gal daru­rat sete­lah rumah mere­ka roboh aki­bat rapuh dan tak layak huni. Gaji Nin­ing yang hanya Rp 350 ribu per bulan seba­gai guru hon­or­er ten­tu tidak cukup untuk menye­wa rumah atau meren­o­vasi tem­pat ting­gal lama mere­ka.

  Sosialisasi FPK Perkuat Persatuan Demi Pringsewu Harmonis Berkelanjutan

Yang lebih meng­harukan, pihak seko­lah tidak ting­gal diam. Kepala seko­lah SDN Karyabua­na 3 bahkan mem­ban­tu den­gan mem­berikan kayu dan mate­r­i­al seadanya untuk men­dukung kelu­ar­ga kecil ini agar bisa bert­e­duh den­gan layak.

Kini sete­lah kisah per­juan­gan Bu Nin­ing dan Pak Ebi menye­bar luas, banyak pihak mulai turut mem­berikan ban­tu­an, baik dari masyarakat umum, komu­ni­tas sosial, hing­ga organ­isasi kemanu­si­aan.

Kisah ini bukan hanya potret nya­ta per­juan­gan guru di pelosok negeri, tetapi juga seru­an moral bagi kita semua untuk lebih peduli ter­hadap nasib para pen­didik yang sela­ma ini men­ja­di tulang pung­gung masa depan gen­erasi bangsa.

  Jemput Bola KTP ke Rumah Warga: Disdukcapil Lampung Utara Tunjukkan Pelayanan Tanpa Sekat, Tetap Semangat dan Bahagia!

Kami men­ga­jak selu­ruh masyarakat, donatur, instan­si pemer­in­tah, dan swasta untuk turut meringankan beban Bu Nin­ing dan kelu­ar­ga. Ban­tu­an dalam ben­tuk mate­r­i­al ban­gu­nan, pan­gan, dana tunai, atau bea­siswa untuk anaknya, san­gat dihara­p­kan.

Mari bersatu, buk­tikan bah­wa Indone­sia masih memi­li­ki rasa kemanu­si­aan yang kuat. Seti­ap ban­tu­an, seke­cil apa pun, berar­ti besar bagi kehidu­pan mere­ka. Untuk infor­masi ban­tu­an dan penyalu­ran, silakan hubun­gi pihak seko­lah atau posko ban­tu­an ter­dekat. (Red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *