Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Peristiwa

Sadis dan Mengguncang! Daging Kaki Korban Digoreng Usai Dibunuh: Misteri Mutilasi Tragis di Painan Baru Terungkap Setelah 2 Tahun

653
×

Sadis dan Mengguncang! Daging Kaki Korban Digoreng Usai Dibunuh: Misteri Mutilasi Tragis di Painan Baru Terungkap Setelah 2 Tahun

Sebarkan artikel ini

Pesisir Sela­tan, Sumat­era Barat, SniperNew.id – Sebuah trage­di kemanu­si­aan yang men­gerikan kem­bali meng­gun­cang pub­lik tanah air. Kasus pem­bunuhan sadis ter­hadap seo­rang pria berna­ma Peri­s­ti­wa (32) akhirnya terkuak sete­lah dua tahun berlalu dalam mis­teri. Tubuh kor­ban dite­mukan dalam kon­disi ter­mu­ti­lasi, ting­gal tulang belu­lang, dan dicor di dalam bak air di sebuah ban­gu­nan bekas sarang burung walet di Buk­it Ransam, Painan, Kabu­pat­en Pesisir Sela­tan, Sumat­era Barat.

Lapo­ran kasus yang diungkap oleh akun Face­book atas nama “Bay­i­nah” dan diku­tip oleh media online snipernew.id pada Rabu, 17 Juni 2025, menye­butkan fak­ta-fak­ta men­gerikan yang mem­bu­at pub­lik ter­peran­gah. Poton­gan dag­ing kaki kor­ban diiris tip­is, dibum­bui, dig­oreng, dan dimakan oleh pelaku sendiri.

Peri­s­ti­wa tragis ini bermu­la dari kasus pem­bunuhan bru­tal yang ter­ja­di sek­i­tar Maret 2023. Kor­ban atas nama “Peri­s­ti­wa”, seo­rang pria beru­sia 32 tahun, dibunuh oleh pelaku berna­ma Bobi (34). Pem­bunuhan ter­ja­di di kawasan Buk­it Ransam, Painan. Yang mem­bu­at kasus ini menge­jutkan adalah metode keja­hatan yang san­gat keji: pemuku­lan kepala meng­gu­nakan balok, muti­lasi meng­gu­nakan ger­ga­ji, hing­ga kon­sum­si dag­ing manu­sia oleh pelaku.

  Sidang Kampus Berujung Serangan, Mahasiswi UIN SUSKA Jadi Korban

Berdasarkan keteran­gan pelaku dalam pros­es penye­lidikan, kor­ban dibunuh kare­na memak­sa ingin mem­in­jam uang sebe­sar Rp400 ribu. Merasa kesal dan ter­de­sak, pelaku lan­tas mengam­bil balok kayu dan memukul kepala kor­ban hing­ga tewas.

Tidak berhen­ti di situ, pelaku kemu­di­an memu­ti­lasi jasad kor­ban meng­gu­nakan ger­ga­ji. Poton­gan dag­ing, khusus­nya bagian kaki, kemu­di­an diiris tip­is, dibum­bui, dig­oreng, dan dimakan oleh pelaku.

Kor­ban: Pria berna­ma Peri­s­ti­wa (32). Iden­ti­tas lengkap kor­ban belum dipub­likasikan lebih lan­jut oleh pihak kepolisian kare­na masih dalam tahap penyidikan lan­ju­tan.

Pelaku: Seo­rang pria berna­ma Bobi (34). Pelaku dike­nal oleh war­ga sek­i­tar seba­gai sosok ter­tut­up. Ia kini telah dia­mankan oleh aparat kepolisian dan ten­gah men­jalani pros­es hukum.

 

Pem­bunuhan ter­ja­di sek­i­tar Maret 2023, namun jasad kor­ban baru dite­mukan dan kasus ini terungkap pada 5 April 2025.

Pros­es rekon­struk­si dilakukan oleh aparat kepolisian pada Kamis, 12 Juni 2025 untuk men­gungkap selu­ruh kro­nolo­gi dan motif men­dalam dari pelaku.

Keja­di­an ter­ja­di di Buk­it Ransam, kawasan ter­pen­cil di Painan, yang ter­letak di Kabu­pat­en Pesisir Sela­tan, Sumat­era Barat. Lokasi pem­bunuhan adalah bekas ban­gu­nan sarang walet yang sudah lama tidak ditem­pati, dijadikan tem­pat pem­ban­ta­ian dan pem­buan­gan jasad kor­ban oleh pelaku.

Menu­rut pen­gakuan pelaku, keja­di­an ini bermu­la dari per­mintaan pin­ja­man uang sebe­sar Rp400 ribu yang dia­jukan kor­ban secara memak­sa. Pelaku men­gaku merasa tertekan dan kesal hing­ga akhirnya kalap. Namun yang mem­bu­at keja­di­an ini san­gat di luar nalar adalah tin­dakan pelaku yang tidak hanya mem­bunuh, tapi juga memu­ti­lasi dan memakan bagian tubuh kor­ban.

  CCTV Sahur: Rumah DPRD Bogor Nyaris Dibobol

Motif ekono­mi dan tekanan psikol­o­gis men­ja­di latar belakang, mes­ki pihak kepolisian masih men­dala­mi kemu­ngk­i­nan gang­guan men­tal atau fak­tor lain­nya yang memicu tin­dakan kani­bal­isme ini.

1. Awal Kon­flik: Kor­ban datang ke tem­pat pelaku dan mem­inta pin­ja­man uang. Ter­ja­di adu mulut dan pemak­saan.

2. Pem­bunuhan: Pelaku memukul kepala kor­ban den­gan balok hing­ga kor­ban tewas seketi­ka.

3. Muti­lasi: Untuk menghi­langkan jejak, pelaku mem­o­tong tubuh kor­ban meng­gu­nakan ger­ga­ji.

4. Kani­bal­isme: Dag­ing dari kaki kor­ban diiris tip­is, diberi bum­bu masak, dig­oreng, dan dimakan oleh pelaku.

5. Penyem­bun­yian Jasad: Poton­gan tubuh kor­ban dima­sukkan ke dalam bak air dan dicor meng­gu­nakan semen.

6. Pen­e­muan: Pada 5 April 2025, sete­lah dua tahun, polisi berhasil men­e­mukan jasad kor­ban dalam kon­disi men­ge­naskan, hanya ter­sisa tulang-belu­lang.

7. Rekon­struk­si: Pada 12 Juni 2025, dilakukan rekon­struk­si TKP untuk memas­tikan alur keja­di­an dan memas­tikan keab­sa­han pen­gakuan pelaku.

Kapol­res Pesisir Sela­tan meny­atakan bah­wa kasus ini meru­pakan salah satu yang pal­ing kejam dan memer­lukan inves­ti­gasi men­dalam. “Kami ten­gah memas­tikan apakah pelaku men­gala­mi gang­guan jiwa atau hanya bermo­tif ekono­mi,” ujar penyidik.

  CCTV Sahur: Rumah DPRD Bogor Nyaris Dibobol

Semen­tara itu, masyarakat sek­i­tar Buk­it Ransam masih belum per­caya bah­wa salah satu war­ganya bisa melakukan tin­dakan seke­ji ini. Banyak yang merasa takut, trau­ma, dan cemas.

Kasus ini menyi­ta per­ha­t­ian pub­lik luas di media sosial. Sejum­lah tagar men­ja­di trend­ing di berba­gai plat­form seper­ti Face­book, Twit­ter, hing­ga Tik­Tok:

#Traged­iMu­ti­lasi­Painan

#Sadis­MakanDag­ing­Manu­sia

#Pem­bunuhan­Peri­s­ti­wa

#Beri­taVi­ral­Sum­bar

#KisahNyata2025

#Jus­tice­For­Peri­s­ti­wa

Neti­zen menyuarakan agar pelaku dihukum seber­at-berat­nya dan mem­inta pemer­in­tah mem­berikan per­ha­t­ian ter­hadap kese­hatan men­tal masyarakat ser­ta kemiski­nan ekstrem yang bisa memicu keja­hatan seru­pa.

Kisah tragis ini men­ja­di pengin­gat bah­wa masalah sosial dan keji­waan harus men­da­p­at per­ha­t­ian serius. Trage­di yang menim­pa Peri­s­ti­wa bukan hanya soal pem­bunuhan biasa, namun meny­ingkap sisi gelap manu­sia yang pal­ing men­gerikan: keti­ka kemiski­nan, den­dam, dan gang­guan jiwa meny­atu, maka batas antara manu­sia dan binatang bisa lenyap.

Pihak berwe­nang dihara­p­kan segera menye­le­saikan kasus ini den­gan transparan, adil, dan tun­tas, agar kelu­ar­ga kor­ban men­da­p­atkan kead­i­lan, dan masyarakat merasa aman.

Jika Anda memi­li­ki infor­masi tam­ba­han terkait kasus ini, harap hubun­gi pihak berwa­jib ter­dekat atau laporkan ke kanal res­mi Kepolisian Sumat­era Barat.

Iku­ti terus beri­ta aktu­al dan inves­ti­gasi men­dalam hanya di por­tal kami. Jan­gan lupa untuk bagikan agar pub­lik lebih was­pa­da!

 

Penulis: Tim Redak­si | Edi­tor: (Ahmad)
Sum­ber: Face­book Bay­i­nah,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *