Pesisir Selatan, Sumatera Barat, SniperNew.id – Sebuah tragedi kemanusiaan yang mengerikan kembali mengguncang publik tanah air. Kasus pembunuhan sadis terhadap seorang pria bernama Peristiwa (32) akhirnya terkuak setelah dua tahun berlalu dalam misteri. Tubuh korban ditemukan dalam kondisi termutilasi, tinggal tulang belulang, dan dicor di dalam bak air di sebuah bangunan bekas sarang burung walet di Bukit Ransam, Painan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.
Laporan kasus yang diungkap oleh akun Facebook atas nama “Bayinah” dan dikutip oleh media online snipernew.id pada Rabu, 17 Juni 2025, menyebutkan fakta-fakta mengerikan yang membuat publik terperangah. Potongan daging kaki korban diiris tipis, dibumbui, digoreng, dan dimakan oleh pelaku sendiri.
Peristiwa tragis ini bermula dari kasus pembunuhan brutal yang terjadi sekitar Maret 2023. Korban atas nama “Peristiwa”, seorang pria berusia 32 tahun, dibunuh oleh pelaku bernama Bobi (34). Pembunuhan terjadi di kawasan Bukit Ransam, Painan. Yang membuat kasus ini mengejutkan adalah metode kejahatan yang sangat keji: pemukulan kepala menggunakan balok, mutilasi menggunakan gergaji, hingga konsumsi daging manusia oleh pelaku.
Berdasarkan keterangan pelaku dalam proses penyelidikan, korban dibunuh karena memaksa ingin meminjam uang sebesar Rp400 ribu. Merasa kesal dan terdesak, pelaku lantas mengambil balok kayu dan memukul kepala korban hingga tewas.
Tidak berhenti di situ, pelaku kemudian memutilasi jasad korban menggunakan gergaji. Potongan daging, khususnya bagian kaki, kemudian diiris tipis, dibumbui, digoreng, dan dimakan oleh pelaku.
Korban: Pria bernama Peristiwa (32). Identitas lengkap korban belum dipublikasikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian karena masih dalam tahap penyidikan lanjutan.
Pelaku: Seorang pria bernama Bobi (34). Pelaku dikenal oleh warga sekitar sebagai sosok tertutup. Ia kini telah diamankan oleh aparat kepolisian dan tengah menjalani proses hukum.
Pembunuhan terjadi sekitar Maret 2023, namun jasad korban baru ditemukan dan kasus ini terungkap pada 5 April 2025.
Proses rekonstruksi dilakukan oleh aparat kepolisian pada Kamis, 12 Juni 2025 untuk mengungkap seluruh kronologi dan motif mendalam dari pelaku.
Kejadian terjadi di Bukit Ransam, kawasan terpencil di Painan, yang terletak di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Lokasi pembunuhan adalah bekas bangunan sarang walet yang sudah lama tidak ditempati, dijadikan tempat pembantaian dan pembuangan jasad korban oleh pelaku.
Menurut pengakuan pelaku, kejadian ini bermula dari permintaan pinjaman uang sebesar Rp400 ribu yang diajukan korban secara memaksa. Pelaku mengaku merasa tertekan dan kesal hingga akhirnya kalap. Namun yang membuat kejadian ini sangat di luar nalar adalah tindakan pelaku yang tidak hanya membunuh, tapi juga memutilasi dan memakan bagian tubuh korban.
Motif ekonomi dan tekanan psikologis menjadi latar belakang, meski pihak kepolisian masih mendalami kemungkinan gangguan mental atau faktor lainnya yang memicu tindakan kanibalisme ini.
1. Awal Konflik: Korban datang ke tempat pelaku dan meminta pinjaman uang. Terjadi adu mulut dan pemaksaan.
2. Pembunuhan: Pelaku memukul kepala korban dengan balok hingga korban tewas seketika.
3. Mutilasi: Untuk menghilangkan jejak, pelaku memotong tubuh korban menggunakan gergaji.
4. Kanibalisme: Daging dari kaki korban diiris tipis, diberi bumbu masak, digoreng, dan dimakan oleh pelaku.
5. Penyembunyian Jasad: Potongan tubuh korban dimasukkan ke dalam bak air dan dicor menggunakan semen.
6. Penemuan: Pada 5 April 2025, setelah dua tahun, polisi berhasil menemukan jasad korban dalam kondisi mengenaskan, hanya tersisa tulang-belulang.
7. Rekonstruksi: Pada 12 Juni 2025, dilakukan rekonstruksi TKP untuk memastikan alur kejadian dan memastikan keabsahan pengakuan pelaku.
Kapolres Pesisir Selatan menyatakan bahwa kasus ini merupakan salah satu yang paling kejam dan memerlukan investigasi mendalam. “Kami tengah memastikan apakah pelaku mengalami gangguan jiwa atau hanya bermotif ekonomi,” ujar penyidik.
Sementara itu, masyarakat sekitar Bukit Ransam masih belum percaya bahwa salah satu warganya bisa melakukan tindakan sekeji ini. Banyak yang merasa takut, trauma, dan cemas.
Kasus ini menyita perhatian publik luas di media sosial. Sejumlah tagar menjadi trending di berbagai platform seperti Facebook, Twitter, hingga TikTok:
#TragediMutilasiPainan
#SadisMakanDagingManusia
#PembunuhanPeristiwa
#BeritaViralSumbar
#KisahNyata2025
#JusticeForPeristiwa
Netizen menyuarakan agar pelaku dihukum seberat-beratnya dan meminta pemerintah memberikan perhatian terhadap kesehatan mental masyarakat serta kemiskinan ekstrem yang bisa memicu kejahatan serupa.
Kisah tragis ini menjadi pengingat bahwa masalah sosial dan kejiwaan harus mendapat perhatian serius. Tragedi yang menimpa Peristiwa bukan hanya soal pembunuhan biasa, namun menyingkap sisi gelap manusia yang paling mengerikan: ketika kemiskinan, dendam, dan gangguan jiwa menyatu, maka batas antara manusia dan binatang bisa lenyap.
Pihak berwenang diharapkan segera menyelesaikan kasus ini dengan transparan, adil, dan tuntas, agar keluarga korban mendapatkan keadilan, dan masyarakat merasa aman.
Jika Anda memiliki informasi tambahan terkait kasus ini, harap hubungi pihak berwajib terdekat atau laporkan ke kanal resmi Kepolisian Sumatera Barat.
Ikuti terus berita aktual dan investigasi mendalam hanya di portal kami. Jangan lupa untuk bagikan agar publik lebih waspada!
Penulis: Tim Redaksi | Editor: (Ahmad)
Sumber: Facebook Bayinah,













