Jakarta, SniperNew.id – Depok kembali diguncang dengan kasus kriminal jalanan yang menimpa seorang anak muda. Peristiwa penjambretan ponsel ini terjadi pada Minggu (24/8/2025) sekitar pukul 14.06 WIB, tepatnya di Kampung Stankgle, RT 01/06, Kelurahan Kemiri Muka, Kecamatan Beji, Kota Depok. Kejadian ini sontak menggegerkan warga setempat setelah rekaman kamera pengawas (CCTV) memperlihatkan detik-detik aksi pelaku yang begitu cepat dan nekat.
Korban, seorang anak yang tengah duduk di pinggir jalan sambil menggunakan ponselnya, menjadi sasaran empuk bagi dua orang pelaku yang berboncengan dengan sepeda motor. Tanpa basa-basi, pelaku langsung menyambar ponsel korban jenis Redmi 13X dan melarikan diri dengan kecepatan tinggi.
Korban sempat berusaha mengejar dengan berlari, namun upayanya tidak membuahkan hasil. Pelaku sudah lebih dulu menancap gas dan menghilang di jalanan kampung yang padat. Warga sekitar yang menyaksikan kejadian itu hanya bisa terkejut dan berusaha memberikan pertolongan moral kepada korban.
Menurut keterangan beberapa warga, suasana di lokasi saat itu terbilang cukup ramai karena masih siang hari. Banyak warga yang sedang beraktivitas di rumah masing-masing, sementara anak-anak terlihat bermain di sekitar jalan kecil.
“Korban duduk sambil main HP. Tiba-tiba ada motor lewat, langsung disambar begitu saja. Semua orang kaget karena cepat sekali kejadiannya,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Rekaman CCTV dari rumah warga yang beredar di media sosial memperlihatkan jelas bagaimana kedua pelaku melancarkan aksinya. Dengan mengenakan helm tertutup, pelaku yang duduk di belakang langsung menjulurkan tangan dan merampas ponsel korban. Tidak sampai 5 detik, motor yang dikendarai melaju kencang meninggalkan korban.
Kabar penjambretan ini dengan cepat menyebar di berbagai platform media sosial, termasuk di akun komunitas warga Depok. Banyak netizen yang menyampaikan rasa prihatin, sekaligus geram atas maraknya aksi kriminal jalanan yang kerap menargetkan masyarakat kecil.
Komentar-komentar warga dunia maya dipenuhi dengan kecaman terhadap aksi para pelaku. Tidak sedikit yang menuntut aparat kepolisian lebih serius dalam mengatasi kasus-kasus serupa. Ada pula yang mengingatkan masyarakat agar selalu waspada, terutama ketika menggunakan ponsel di area jalan atau tempat terbuka.
“Depok darurat jambret, kok makin berani siang bolong gini?” tulis salah satu netizen. “Semoga polisi cepat tangkap pelakunya. Kasihan anak kecil jadi korban,” tambah netizen lain.
Kepolisian Sektor Beji yang membawahi wilayah kejadian langsung bergerak menanggapi laporan ini. Pihak kepolisian menyatakan telah menerima rekaman CCTV sebagai barang bukti awal. Petugas kini sedang melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi ciri-ciri pelaku serta motor yang digunakan.
Kapolsek Beji, melalui keterangan singkatnya kepada media, menegaskan bahwa kasus ini akan ditindaklanjuti secara serius.
“Kami sudah mengamankan rekaman CCTV dan sedang mengumpulkan keterangan saksi-saksi di lapangan. Kami imbau masyarakat tetap tenang, percayakan proses penyelidikan kepada kepolisian,” ujarnya.
Selain itu, polisi juga mengingatkan warga agar selalu berhati-hati saat menggunakan ponsel di area publik, terutama di pinggir jalan raya atau tempat-tempat yang rawan.
Kasus penjambretan seperti ini bukan pertama kalinya terjadi di Depok. Kota yang padat penduduk dengan mobilitas tinggi memang sering kali menjadi sasaran empuk bagi pelaku kriminal jalanan.
Beberapa waktu lalu, warga juga sempat melaporkan aksi serupa di kawasan Margonda dan Kukusan. Modus yang digunakan hampir sama, yakni pelaku berboncengan dengan motor dan menyasar pengguna jalan yang lengah.
Pakar kriminologi dari Universitas Indonesia, Dr. Rudi Santoso, menilai bahwa fenomena ini harus segera ditangani dengan langkah preventif maupun represif.
“Penjambretan adalah bentuk kriminalitas jalanan yang sangat mengganggu rasa aman masyarakat. Selain mengintensifkan patroli, perlu juga ada edukasi kepada masyarakat agar tidak sembarangan menggunakan barang berharga di ruang publik,” ungkapnya.
Selain kerugian materiil berupa hilangnya ponsel, korban juga mengalami trauma psikologis. Meskipun tidak mengalami luka fisik, rasa kaget dan takut akibat kejadian mendadak ini tentu meninggalkan bekas.
Psikolog anak dan remaja, Fitri Handayani, menyebutkan bahwa anak yang menjadi korban kejahatan jalanan rentan mengalami kecemasan.
“Korban bisa jadi mengalami ketakutan ketika berada di luar rumah atau saat memegang ponsel di tempat umum. Dukungan keluarga dan lingkungan sangat penting untuk memulihkan kondisi psikologisnya,” jelas Fitri.
Kejadian ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat luas, terutama para orang tua, agar lebih berhati-hati menjaga anak-anak saat beraktivitas di luar rumah. Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain:
1. Menghindari penggunaan ponsel di pinggir jalan atau tempat sepi.
2. Mengawasi anak-anak ketika beraktivitas di luar rumah.
3. Mencatat nomor polisi kendaraan yang mencurigakan.
4. Segera melaporkan kejadian ke aparat jika melihat aksi serupa.
Warga setempat juga berharap agar pemasangan kamera pengawas dapat ditingkatkan di beberapa titik rawan. Dengan begitu, kejadian serupa bisa diminimalisir dan aparat lebih mudah melacak pelaku.
Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Perhubungan dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menyatakan akan meningkatkan koordinasi dengan pihak kepolisian. Upaya patroli bersama di titik-titik rawan kriminalitas menjadi salah satu langkah yang akan diambil.
“Wilayah Kemiri Muka, Beji, hingga Margonda termasuk jalur sibuk dan padat penduduk. Kami akan berkoordinasi untuk memastikan keamanan masyarakat lebih terjamin,” ungkap salah satu pejabat Pemkot Depok.
Selain itu, Pemkot juga mengajak masyarakat ikut serta dalam program Kampung Siaga Kejahatan Jalanan yang bertujuan memperkuat solidaritas warga dalam menjaga keamanan lingkungan.
Seruan Netizen: #TangkapJambretDepok
Tagar #TangkapJambretDepok menjadi trending di kalangan warga Depok di media sosial. Masyarakat mendorong agar polisi segera menangkap pelaku agar ada efek jera. Tidak sedikit pula netizen yang membagikan tips-tips menjaga keamanan diri, terutama untuk anak-anak dan remaja.
“Semoga ada tindakan nyata. Jangan sampai Depok jadi kota yang identik dengan jambret,” tulis seorang pengguna media sosial.
Kasus penjambretan yang menimpa seorang anak di Kemiri Muka, Beji, Depok, ini seakan menjadi cermin masih rawannya keamanan di lingkungan perkotaan. Aksi pelaku yang berani melakukan kejahatan di siang bolong jelas menunjukkan bahwa kejahatan bisa terjadi kapan saja, di mana saja, tanpa memandang siapa korbannya.
Masyarakat berharap aparat kepolisian bergerak cepat menangkap pelaku sekaligus meningkatkan patroli di wilayah-wilayah rawan. Sementara itu, warga diimbau untuk lebih waspada dan tidak memberi kesempatan sedikit pun bagi pelaku kriminal untuk melancarkan aksinya.
Peristiwa ini bukan hanya sekadar kehilangan sebuah ponsel, melainkan juga menyangkut rasa aman warga Depok dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Dengan kerja sama semua pihak—aparat, pemerintah, dan masyarakat—keamanan di kota ini diharapkan dapat lebih terjaga dan kasus serupa bisa diminimalisir di masa mendatang.
Editor: (Ahmad)












