Berita Daerah

Rizky Aditya Korban Penganiayaan Desak Satreskrim Polres Batubara Tangkap Kedua Pelaku.

155
×

Rizky Aditya Korban Penganiayaan Desak Satreskrim Polres Batubara Tangkap Kedua Pelaku.

Sebarkan artikel ini

Batubara, 28 Agus­tus 2025.Snipernew.id.

Keti­ka hukum hanya sebatas tulisan di atas ker­tas, maka kor­ban akan terus men­ja­di bayang-bayang dari kead­i­lan yang seharus­nya nya­ta. Kasus pen­ga­ni­ayaan yang menim­pa Rizky Aditya di Kabu­pat­en Batubara men­ja­di potret suram lemah­nya pene­gakan hukum di lev­el kepolisian daer­ah. Sudah enam hari berlalu sejak lapo­ran res­mi dilayangkan ke Pol­res Batubara, namun ked­ua pelaku yang telah dike­tahui iden­ti­tas­nya, Hasian Siman­jun­tak dan Juan­dri, masih bebas berke­liaran.

  Bupati Pringsewu: Sanitasi Adalah Kebutuhan Dasar yang Harus Dipenuhi

Apa yang sebe­narnya ter­ja­di di balik lam­ban­nya penin­dakan oleh Satreskrim Pol­res Batubara? Bukankah ini meru­pakan tin­dak pidana murni yang seharus­nya ditin­dak tegas tan­pa pan­dang bulu? Ter­lebih, buk­ti dan sak­si atas pen­ga­ni­ayaan terse­but sudah ada, dan lapo­ran res­mi telah dibu­at. Tidak ada alasan logis yang dap­at mem­be­narkan penun­daan penangka­pan pelaku kecuali memang ada unsur pem­biaran atau tarik-ulur kepentin­gan.

Kita bicara soal kek­erasan fisik ter­hadap war­ga sip­il yang tidak hanya melukai tubuh, tapi juga meren­dahkan marta­bat manu­sia. Rizky Aditya bukan sekadar kor­ban pemukulan—ia adalah sim­bol dari bagaimana war­ga kecil ker­ap diper­lakukan seme­na-mena, lalu dipak­sa menung­gu kead­i­lan yang entah kapan datang.

Sikap diam, jawa­ban nor­matif, dan min­im­nya pro­gres dari pihak kepolisian, khusus­nya Satreskrim di bawah kepemimp­inan AKP Tri­boy A. Sia­haan, menim­bulkan per­tanyaan besar: Apakah hukum hanya berlaku untuk raky­at kecil, semen­tara pelaku den­gan konek­si atau jabatan bisa berlin­dung di balik dal­ih “penye­lidikan masih ber­jalan”?

  Kirab Pusaka Malam 1 Suro, Tradisi Sakral Keraton Surakarta Menyita Perhatian Warganet

“Kami mende­sak Kapol­res Batubara, AKBP Dol­ly Nel­son Naing­golan, untuk tidak ting­gal diam. Seba­gai pimp­inan tert­ing­gi di wilayah hukum Pol­res Batubara, beli­au pun­ya tang­gung jawab moral dan insti­tu­sion­al untuk memas­tikan anggotanya bek­er­ja sesuai prin­sip pro­fe­sion­al­isme dan kead­i­lan. Ini bukan soal cepat atau lam­bat, ini soal keberan­ian insti­tusi pene­gak hukum untuk berdiri di sisi kor­ban dan bukan seba­liknya” Cetus salah seo­rang pihak kelu­ar­ga kor­ban

Jika kasus seseder­hana ini saja dipros­es lam­bat, bagaimana masyarakat bisa per­caya pada kin­er­ja aparat? Bukankah Pol­ri ten­gah berusa­ha mengem­ba­likan keper­cayaan pub­lik melalui refor­masi dan transparan­si? Jan­gan biarkan satu kasus ini men­ja­di noda yang mene­gaskan bah­wa kead­i­lan memang masih bisa dibeli, atau seti­daknya ditun­da, jika pelakun­ya bukan orang sem­barangan.

  FPII Kritik Sikap Wamen Imigrasi Silmy Karim Soal Klarifikasi Dugaan Gratifikasi

Kepa­da AKBP Dol­ly Nel­son Naing­golan, masyarakat Batubara menung­gu tin­dakan tegas dan pro­fe­sion­al. Bukan sekadar jan­ji, tapi langkah nya­ta: segera tangkap dan pros­es hukum pelaku pen­ga­ni­ayaan ter­hadap Rizky Aditya.

melalui chat What­sap terkait kasus terse­but awak media telah men­co­ba melakukan kon­fir­masi ke kasat reskrim pol­res batubara AKP tri­boy Sia­haan dalam chat What­sap singkat diri nya men­je­laskan ” kasus terse­but masih dalam pros­es penye­lidikan” tut­up nya

Tim Redak­si.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *