Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Peristiwa

Ricuh Demo di Kantor Bupati Pati, Massa Sempat Masuk Pendopo

546
×

Ricuh Demo di Kantor Bupati Pati, Massa Sempat Masuk Pendopo

Sebarkan artikel ini

Pati, Jawa Ten­gah – Aksi demon­strasi di depan Kan­tor Bupati Pati pada Rabu (13/8) beru­jung ricuh. Sek­i­tar pukul 11.10 WIB, situ­asi mem­anas keti­ka aparat kepolisian men­em­bakkan gas air mata dan menyem­pro­tkan water can­non ke arah mas­sa yang berusa­ha mer­obohkan ger­bang kan­tor bupati.

Menu­rut lapo­ran akun folk_konoha di Threads, wartawan yang meliput ter­pak­sa berlin­dung di dalam kan­tor. Aparatur Sip­il Negara (ASN) tidak ter­li­hat di lokasi, semen­tara sejum­lah polisi men­gala­mi luka. Mas­sa sem­pat berhasil masuk ke pen­dopo, namun Bupati Pati tidak bera­da di tem­pat.

“Demo di depan Kan­tor Bupati Pati, Rabu (13/8), ricuh. Sek­i­tar pukul 11.10 WIB, polisi kasih gas air mata dan water can­non ke arah mas­sa yang berusa­ha mer­obohkan ger­bang. Wartawan berlin­dung di dalam kan­tor, ASN tak ter­li­hat, dan sejum­lah polisi terl*ka. Mas­sa sem­pat masuk pen­dopo, namun bupati tidak ada di lokasi. Semoga segera kon­dusif semua,” tulis akun terse­but.

  Sidang Kampus Berujung Serangan, Mahasiswi UIN SUSKA Jadi Korban

Dalam salah satu video yang dibagikan, ter­li­hat ger­bang pen­dopo ham­pir roboh aki­bat doron­gan mas­sa. Aparat kepolisian den­gan peri­sai dan helm pelin­dung berbaris meng­hadang keru­mu­nan. Teks dalam video terse­but menye­butkan:

“Suasana panas! Mas­sa masuk Pen­dopo Pati dan men­cari Bupati Sude­wo, ger­bang ham­pir ambruk aki­bat doron­gan.”

Situ­asi ini memicu beragam komen­tar war­ganet. Seba­gian men­gaitkan aksi terse­but den­gan kebi­jakan kenaikan pajak daer­ah yang sebelum­nya men­u­ai peno­lakan. Namun, menu­rut akun caca_mona07, aksi ini kemu­ngk­i­nan tidak sepenuh­nya dilakukan oleh war­ga Pati.

“Takut­nya ini bukan raky­at Pati semua, ada pihak lain yang tidak suka pada bupati, kare­na bupati sudah minta maaf dan kenaikan pajak tidak jadi,” tulis­nya.

Komen­tar lain dari akun hartaji.aji menye­but bah­wa seharus­nya pimp­inan daer­ah bertin­dak lebih cepat sebelum situ­asi mem­anas.

“Udah dibi­lang mundur aja, menteri dalam negeri, guber­nur dan DPRD-nya telat berg­er­ak, nggak peka, kurang respon­sif, nggak tahu cara mem­per­lakukan raky­at­nya den­gan baik. Semoga tidak memicu dan men­jalar ke mana-mana,” ujarnya.

Semen­tara itu, akun a.p.a921 men­gang­gap aksi terse­but berba­haya jika memang murni ger­akan raky­at yang kom­pak.

“Serem sih kalau udah murni raky­at yang berg­er­ak. Mau disi­apin polisi bera­pa kom­pi pun, kalau raky­at kom­pak berg­er­ak mah nggak berpen­garuh. Lan­jutkan per­juan­gan­mu wahai war­ga Pati, semoga menu­lar ke kota lain yang pemimpin­nya dza­l­im,” tulis­nya dis­er­tai emotikon kepalan tan­gan dan api.

  CCTV Sahur: Rumah DPRD Bogor Nyaris Dibobol

Akun al.rasy.fell men­gungkap­kan rasa pri­hatin dan mem­per­tanyakan ben­trokan antara aparat den­gan war­ga.

“Ya Allah, sak­it banget lihat­nya. Apakah akan jadi peja­bat dan polisi VS raky­at? Kok bisa? Kan kalian diga­ji raky­at? Bukankah harus­nya menam­pung aspi­rasi yang gaji kalian?” tulis­nya.

Di sisi lain, akun anata­syabi­ra meny­oroti fenom­e­na pen­jualan ben­dera yang sedang laris di pasaran.

“Ben­der­anya lagi laris sekarang, bukan mer­ah putih lagi yang dicari. Buru­an cek di Shopee,” tulis­nya sam­bil mem­bagikan tau­tan.

Dari reka­man yang terse­bar, ter­li­hat situ­asi di depan Kan­tor Bupati Pati benar-benar mem­anas. Mas­sa mem­bawa berba­gai atribut, ter­ma­suk ben­dera, dan mene­r­i­akkan yel-yel di balik pagar yang sudah tam­pak mir­ing aki­bat doron­gan. Polisi berbaris di barisan depan sam­bil memegang tameng, semen­tara sem­protan air dari water can­non menya­pu keru­mu­nan.

Hing­ga beri­ta ini ditu­runk­an, belum ada perny­ataan res­mi dari Bupati Pati Sude­wo terkait insi­d­en terse­but. Infor­masi semen­tara menye­butkan bah­wa aksi ini awal­nya meru­pakan ben­tuk protes kebi­jakan daer­ah, namun berkem­bang men­ja­di ker­icuhan sete­lah mas­sa memak­sa masuk ke area pen­dopo.

  Sidang Kampus Berujung Serangan, Mahasiswi UIN SUSKA Jadi Korban

Beber­a­pa sak­si mata mela­porkan, sebelum ben­trokan ter­ja­di, sem­pat ada negosi­asi singkat antara per­wak­i­lan mas­sa den­gan aparat, namun tidak meng­hasilkan kesep­a­katan. Mas­sa kemu­di­an men­dorong ger­bang pen­dopo secara bersamaan, mem­bu­at pagar besi besar itu ham­pir ambruk. Tin­dakan ini memicu aparat melepaskan tem­bakan gas air mata dan menyem­pro­tkan air untuk mem­bubarkan keru­mu­nan.

Di media sosial, tagar terkait aksi ini lang­sung ramai diperbin­cangkan. Video dan foto-foto ker­icuhan terse­bar luas, mem­per­li­hatkan situ­asi kacau di pusat pemer­in­ta­han kabu­pat­en terse­but. Sejum­lah war­ga Pati yang tidak ikut aksi men­gaku khawatir kare­na jalan di sek­i­tar kan­tor bupati ditut­up, dan aktiv­i­tas perkan­toran lumpuh total.

Pemer­hati sosial meni­lai, aksi ini men­ja­di pela­jaran pent­ing bah­wa komu­nikasi pemer­in­tah daer­ah den­gan masyarakat harus lebih ter­bu­ka, transparan, dan respon­sif. Kebi­jakan yang menyangkut kepentin­gan pub­lik sebaiknya diba­has bersama dan tidak dipu­tuskan sepi­hak agar tidak memicu kon­flik.

Hing­ga sore ini, aparat kea­manan masih ber­ja­ga di sek­i­tar Kan­tor Bupati Pati. Beber­a­pa titik jalan raya di pusat kota dial­ihkan untuk menghin­dari kemac­etan. Polisi juga memasang barikade tam­ba­han untuk men­gan­tisi­pasi jika mas­sa kem­bali datang.

Situ­asi di Pati masih diny­atakan belum sepenuh­nya kon­dusif, namun pihak kepolisian berharap keadaan bisa segera terk­endali. (Ahmad)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *