Serdang Bedagai, SniperNew.id- 23 Juli 2025 Untuk pertama kalinya di Indonesia, sistem pemantauan kesehatan dan tumbuh kembang anak berbasis digital resmi diterapkan di lingkungan sekolah. Inisiatif ini digagas oleh LVNG bekerja sama dengan Yayasan Al-Habib, Desa Melati 2, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara.
Selama dua hari, Selasa hingga Rabu (22–23 Juli 2025), lebih dari 600 siswa dari jenjang PAUD hingga SMP menjalani pemeriksaan kesehatan menyeluruh. Uniknya, hasil pemeriksaan tidak hanya dicatat manual, tetapi langsung dimasukkan ke dalam aplikasi LVNG—sebuah sistem yang memungkinkan guru, tenaga medis, dan orang tua memantau tumbuh kembang anak secara real-time.
Antusiasme tinggi tampak dari para siswa yang hadir didampingi orang tua mereka. “Program aplikasi LVNG ini sangat bermanfaat, karena kita dapat mengetahui grafik kesehatan dan tumbuh kembang anak. Satu aplikasi bisa digunakan untuk seluruh anggota keluarga,” ujar Ibu Ramayani, salah satu orang tua siswa.
Menurut dr. Achmad Mediana, Sp.OG, selaku Founder LVNG, sistem ini dirancang sebagai solusi konkret untuk mewujudkan target besar Indonesia: mencetak Generasi Emas 2045. “Tapi, bagaimana cara mencetaknya? Dimulai dari mana? Siapa yang mau mengawal prosesnya? Siapa yang memonitor? LVNG akan bantu kawal semua proses dan monitoring kesehatan siswa secara digital,” ungkap dr. Achmad.
Teknologi LVNG mencatat data mulai dari status gizi, indikasi stunting, hingga perkembangan fisik anak secara terstruktur. Data ini tidak hanya disimpan untuk keperluan sekolah atau UKS, tapi juga menjadi rapot digital kesehatan pribadi yang bisa diakses kapan saja oleh orang tua melalui aplikasi.
“Ini bukan hanya soal catatan medis, tapi soal membangun budaya sadar kesehatan sejak dini. Anak-anak yang sehat adalah pondasi bangsa yang cerdas,” tambahnya.
Kepala Yayasan Al-Habib, Ibu Wagiati, S.Pd., M.Pd., menyambut baik program ini. Ia menilai kolaborasi ini sangat membantu guru dan orang tua dalam memahami kondisi anak secara lebih menyeluruh. “Sekarang kami punya akses terhadap perkembangan kesehatan anak-anak kami. Ini bukan sekadar kegiatan UKS biasa, tapi sistematis dan berkelanjutan,” ujarnya.
Kegiatan ini juga melibatkan dokter, tim UKS, guru, serta wali murid dalam satu ekosistem digital. Semua pihak dapat saling terhubung untuk melakukan intervensi dini jika ditemukan masalah kesehatan atau keterlambatan perkembangan anak.
LVNG sebagai perusahaan teknologi kesehatan anak menargetkan program ini bisa menjadi standar nasional dalam sistem pendidikan. Setelah pilot project di Serdang Bedagai ini, program serupa akan dikembangkan ke sekolah-sekolah lainnya di berbagai daerah.
Dengan adanya sistem rapot digital kesehatan anak yang pertama di Indonesia ini, Serdang Bedagai menorehkan sejarah penting dalam perjalanan menuju generasi sehat dan cerdas. Masyarakat pun berharap inovasi ini menjadi awal revolusi besar dalam dunia pendidikan dan kesehatan anak Indonesia. (Editor: Ahmad)



















