Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Ekonomi

Prof Sutan Nasomal Desak Presiden Prabowo Selamatkan Pertanian, Sawit Hancurkan Desa

373
×

Prof Sutan Nasomal Desak Presiden Prabowo Selamatkan Pertanian, Sawit Hancurkan Desa

Sebarkan artikel ini

Jakar­ta, SniperNew.d — Pakar Hukum Inter­na­sion­al dan Ekonom Nasion­al, Prof Dr.KH. Sutan Naso­mal, SH.MH, menyerukan tin­dakan tegas dari Pres­i­den RI Prabowo Subianto ter­hadap kerusakan besar sek­tor per­tan­ian dan eko­sis­tem desa aki­bat ekspan­si perke­bunan saw­it dan tam­bang liar. Dalam perny­ataan­nya yang dis­am­paikan dari Markas Par­tai Opo­sisi Merde­ka, Kalis­ari, Jakar­ta, Prof Sutan menye­but bah­wa lahan per­tan­ian di Indone­sia kini bera­da di ambang kepuna­han.

  Dollar Langsung Mengalir! Bonus $30 Bikin Trader Baru Panen Cuan

“Kerusakan lingkun­gan ter­ja­di di selu­ruh Indone­sia, dari Sumat­era, Jawa, Kali­man­tan, Sulawe­si hing­ga Papua. Jutaan hek­tar lahan pro­duk­tif berubah men­ja­di kebun saw­it. Pohon kela­pa, salak, cempedak, hing­ga nang­ka menghi­lang dari sum­bernya. Ini ben­cana pan­gan nasion­al,” tegas Prof Sutan via sam­bun­gan tele­pon kepa­da para pemimpin redak­si media nasion­al.

Ia meny­oroti lemah­nya sikap para kepala daer­ah yang cen­derung mem­biarkan alih fungsi lahan. “Tidak ada sat­upun guber­nur atau bupati yang meno­lak kehan­cu­ran ini. Jus­tru mere­ka diam, bahkan diduga ter­li­bat dalam per­am­pasan lahan milik raky­at,” lan­jut­nya.

Mengutip Pasal 33 Ayat 3 UUD 1945, Prof Sutan menekankan bah­wa kekayaan alam seharus­nya digu­nakan untuk kemak­mu­ran raky­at, bukan untuk mem­perkaya segelin­tir elit. “Kalau raky­at semakin miskin dan lahan rusak, maka Pres­i­den harus memer­in­tahkan selu­ruh menteri menye­lidi­ki dan menin­dak tegas pelaku perusakan lingkun­gan, ter­ma­suk oknum peja­bat,” tegas­nya.

  DPC LAKI Laskar Anti Korupsi Indonesia Dukung Program Kegiatan  Pemerintah Daerah Kabupaten Ketapang 

Menu­rut­nya, keber­adaan kebun saw­it dan tam­bang jus­tru tidak mem­beri dampak nya­ta bagi masyarakat. Lapan­gan ker­ja han­cur, pen­gang­gu­ran melu­as, air bersih sulit, dan kual­i­tas tanah menu­run drastis. “Desa kini ting­gal kenan­gan. Tidak ada lagi panen besar buah lokal. Anak muda bahkan tak tahu lagi pohon cempedak atau duku,” tam­bah­nya.

Prof Sutan men­ga­jak 75.265 kepala desa di selu­ruh Indone­sia untuk bangk­it dan menye­la­matkan tanah mere­ka. “Kepala desa harus dilin­dun­gi hukum. Kita harus kem­bali ke jati diri bangsa: petani, nelayan, peke­bun. Bukan buruh saw­it,” serun­ya.

  Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Indonesia di Forum Ekonomi Internasional Rusia

Ia juga menyindir kebi­jakan pajak yang terus naik di ten­gah pen­der­i­taan raky­at. “Jutaan raky­at susah, tapi pajak dinaikkan. Ini iro­nis!” katanya.

Menut­up perny­ataan­nya, Prof Sutan mene­gaskan bah­wa jika tidak ada tin­dakan cepat, maka Indone­sia akan kehi­lan­gan selu­ruh sum­ber daya alam­nya, dan hanya mewariskan kemiski­nan bagi gen­erasi men­datang.

Nara­sum­ber: Prof DR KH Sutan Naso­mal SH, MH., Pakar Hukum Inter­na­sion­al, Ekonom, Pres­i­den Par­tai Opo­sisi Merde­ka, Pen­ga­suh Pon­pes Ass Saqwa Plus Jakar­ta, Kon­tak: (08118419260)

Beri­ta ini men­ja­di sorotan neti­zen yang resah atas mus­nah­nya kekayaan per­tan­ian Indone­sia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *