Jakarta, SniperNew.d — Pakar Hukum Internasional dan Ekonom Nasional, Prof Dr.KH. Sutan Nasomal, SH.MH, menyerukan tindakan tegas dari Presiden RI Prabowo Subianto terhadap kerusakan besar sektor pertanian dan ekosistem desa akibat ekspansi perkebunan sawit dan tambang liar. Dalam pernyataannya yang disampaikan dari Markas Partai Oposisi Merdeka, Kalisari, Jakarta, Prof Sutan menyebut bahwa lahan pertanian di Indonesia kini berada di ambang kepunahan.
“Kerusakan lingkungan terjadi di seluruh Indonesia, dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi hingga Papua. Jutaan hektar lahan produktif berubah menjadi kebun sawit. Pohon kelapa, salak, cempedak, hingga nangka menghilang dari sumbernya. Ini bencana pangan nasional,” tegas Prof Sutan via sambungan telepon kepada para pemimpin redaksi media nasional.
Ia menyoroti lemahnya sikap para kepala daerah yang cenderung membiarkan alih fungsi lahan. “Tidak ada satupun gubernur atau bupati yang menolak kehancuran ini. Justru mereka diam, bahkan diduga terlibat dalam perampasan lahan milik rakyat,” lanjutnya.
Mengutip Pasal 33 Ayat 3 UUD 1945, Prof Sutan menekankan bahwa kekayaan alam seharusnya digunakan untuk kemakmuran rakyat, bukan untuk memperkaya segelintir elit. “Kalau rakyat semakin miskin dan lahan rusak, maka Presiden harus memerintahkan seluruh menteri menyelidiki dan menindak tegas pelaku perusakan lingkungan, termasuk oknum pejabat,” tegasnya.
Menurutnya, keberadaan kebun sawit dan tambang justru tidak memberi dampak nyata bagi masyarakat. Lapangan kerja hancur, pengangguran meluas, air bersih sulit, dan kualitas tanah menurun drastis. “Desa kini tinggal kenangan. Tidak ada lagi panen besar buah lokal. Anak muda bahkan tak tahu lagi pohon cempedak atau duku,” tambahnya.
Prof Sutan mengajak 75.265 kepala desa di seluruh Indonesia untuk bangkit dan menyelamatkan tanah mereka. “Kepala desa harus dilindungi hukum. Kita harus kembali ke jati diri bangsa: petani, nelayan, pekebun. Bukan buruh sawit,” serunya.
Ia juga menyindir kebijakan pajak yang terus naik di tengah penderitaan rakyat. “Jutaan rakyat susah, tapi pajak dinaikkan. Ini ironis!” katanya.
Menutup pernyataannya, Prof Sutan menegaskan bahwa jika tidak ada tindakan cepat, maka Indonesia akan kehilangan seluruh sumber daya alamnya, dan hanya mewariskan kemiskinan bagi generasi mendatang.
Narasumber: Prof DR KH Sutan Nasomal SH, MH., Pakar Hukum Internasional, Ekonom, Presiden Partai Oposisi Merdeka, Pengasuh Ponpes Ass Saqwa Plus Jakarta, Kontak: (08118419260)
Berita ini menjadi sorotan netizen yang resah atas musnahnya kekayaan pertanian Indonesia.



















