Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Ekonomi

Pringsewu Genjot Produksi Padi dan Jagung 2025, UMKM Juga Didorong Naik Kelas

938
×

Pringsewu Genjot Produksi Padi dan Jagung 2025, UMKM Juga Didorong Naik Kelas

Sebarkan artikel ini

Pringsewu, SniperNew.id – Pemer­in­tah Kabu­pat­en Pringsewu menar­getkan pro­duk­si jagung tahun 2025 sebe­sar 48.899 ton, naik sig­nifikan diband­ing capa­ian tahun 2024 yang men­ca­pai 42.073 ton, dan tahun 2023 sebe­sar 37.301 ton. Tar­get ambi­sius ini tidak hanya men­ja­di angka di atas ker­tas, melainkan wujud tekad bersama untuk meningkatkan kese­jahter­aan petani sekali­gus mem­perku­at keta­hanan pan­gan daer­ah.

Hal terse­but dis­am­paikan Bupati Pringsewu, Riyan­to Pamungkas, saat acara Launch­ing Petani Mitra Adhyak­sa (PMA) Pilot Project Penana­man Jagung di Musim Kema­rau dan UMKM Mitra Adhyak­sa (UMA) di Pekon Eng­gal­re­jo, Keca­matan Adiluwih, Rabu (13/8/2025).

“Keca­matan Adiluwih memi­li­ki luas lahan jagung sek­i­tar 2.500 hek­tare. Ini poten­si besar yang harus diop­ti­malkan. Namun, pada musim tanam keti­ga ini, kita harus men­gan­tisi­pasi berba­gai tan­ta­n­gan seper­ti keterse­di­aan air, poten­si seran­gan hama, penyak­it tana­man, ser­ta keter­batasan akses per­tan­ian,” ujarnya.

Selain jagung, Pemkab Pringsewu juga menar­getkan luas tanam padi men­ca­pai 25.851 hek­tare den­gan tar­get pro­duk­si sebe­sar 151.146 ton gabah ker­ing giling pada tahun 2025. Tar­get ini akan ditopang oleh pro­gram Ger­akan Listrik Masuk Sawah (Gelisah) yang dihara­p­kan mam­pu mem­ban­tu petani men­g­op­erasikan sumur bor secara opti­mal.

  Rujak Bebeg dan Petisan Hadir 24 Jam di Pringsewu, Bisa Dipesan via GoFood dan GrabFood

Namun, Riyan­to men­gakui bah­wa pro­gram Gelisah masih meng­hadapi sejum­lah kendala tek­nis, seper­ti tegan­gan listrik ren­dah dan belum mer­atanya jaringan listrik yang men­jangkau selu­ruh lahan per­tan­ian.

“Kami sudah berko­or­di­nasi den­gan pihak PLN. Hara­pan kami, kejak­saan dap­at mem­fasil­i­tasi per­cepatan usu­lan penam­ba­han gar­du trafo dan jaringan listrik demi kelan­car­an pro­gram ini,” katanya.

Bupati Riyan­to mene­gaskan bah­wa Lam­pung meru­pakan salah satu provin­si ung­gu­lan Indone­sia di sek­tor per­tan­ian, teruta­ma padi dan jagung. Ked­ua komod­i­tas ini berper­an pent­ing dalam men­ja­ga pasokan pan­gan nasion­al.

“Pro­duk­si padi dan jagung Lam­pung mem­berikan kon­tribusi sig­nifikan ter­hadap keta­hanan pan­gan Indone­sia. Kare­na itu, Pringsewu harus mam­pu mem­per­ta­hankan dan meningkatkan pro­duk­tiv­i­tas­nya,” tegas­nya.

Tak hanya sek­tor per­tan­ian, Pemkab Pringsewu juga serius meng­garap pem­ber­dayaan Usa­ha Mikro, Kecil, dan Menen­gah (UMKM). Riyan­to menye­but, UMKM adalah tulang pung­gung perekono­mi­an daer­ah, namun masih banyak pelaku usa­ha yang meng­hadapi kendala legal­i­tas dan admin­is­trasi.

Melalui pro­gram UMKM Mitra Adhyak­sa (UMA) yang diga­gas Kejak­saan Negeri Pringsewu, pemer­in­tah daer­ah merasa san­gat ter­ban­tu. Pro­gram ini dini­lai men­ja­di solusi konkret dalam mewu­jud­kan visi pem­ban­gu­nan inklusif, ber­daya saing, dan berba­sis ekono­mi ker­aky­atan.

“Sin­er­gi­tas antara pemer­in­tah daer­ah dan kejak­saan mem­buahkan hasil nya­ta. Saat ini, sek­i­tar 100 pelaku UMKM telah men­da­p­at pen­dampin­gan per­iz­inan, mulai dari Nomor Induk Berusa­ha (NIB), ser­ti­fikasi kea­manan pan­gan, hing­ga PIRT,” kata Riyan­to.

  Bengkel Pertamina Enduro Express Hadir di Dompu, Tawarkan Layanan Cepat Bersertifikasi Global

Ia mene­gaskan, legal­i­tas usa­ha meru­pakan pon­dasi pent­ing bagi UMKM agar dap­at berkem­bang, men­em­bus pasar yang lebih luas, dan meningkatkan daya saing.

Riyan­to menyadari bah­wa tar­get pen­ingkatan pro­duk­si per­tan­ian dan pen­guatan UMKM bukan­lah tugas yang ringan. Tan­ta­n­gan seper­ti peruba­han iklim, fluk­tu­asi har­ga komod­i­tas, keter­batasan infra­struk­tur, dan lit­erasi usa­ha masyarakat masih men­ja­di peker­jaan rumah bersama.

“Namun den­gan sin­er­gi lin­tas sek­tor, baik pemer­in­tah, kejak­saan, PLN, maupun masyarakat, saya opti­mistis tar­get ini bisa kita capai. Ini bukan hanya ten­tang angka pro­duk­si, tetapi ten­tang kese­jahter­aan war­ga Pringsewu,” ujarnya.

Acara launch­ing PMA dan UMA ini turut dihadiri Kepala Kejak­saan Ting­gi (Kajati) Lam­pung Danang Suryo, jajaran Forkopim­da Pringsewu, perangkat daer­ah, tokoh masyarakat, ser­ta per­wak­i­lan petani dan pelaku UMKM. Kehadi­ran mere­ka men­ja­di buk­ti dukun­gan penuh ter­hadap pro­gram yang dijalankan.

Kajati Lam­pung dalam sambu­tan­nya mene­gaskan bah­wa kejak­saan tidak hanya men­jalankan fungsi pene­gakan hukum, tetapi juga berper­an dalam men­dukung pem­ban­gu­nan ekono­mi masyarakat melalui pen­dampin­gan hukum dan fasil­i­tasi admin­is­trasi usa­ha.

“Kami ingin hadir untuk mem­ban­tu, bukan hanya dalam penin­dakan, tetapi juga pence­ga­han dan pem­ber­dayaan. Pen­dampin­gan ini agar para pelaku usa­ha dan petani merasa aman, legal, dan pun­ya akses yang lebih luas,” kata Danang Suryo.

  Mi Ayam Sehat: Sensasi Lezat, Solusi Sehat dalam Gaya Hidup Modern

Men­dorong Pro­duk­si Berke­lan­ju­tan

Riyan­to menekankan bah­wa pen­ingkatan pro­duk­si per­tan­ian harus dilakukan secara berke­lan­ju­tan, den­gan mem­per­hatikan aspek lingkun­gan dan teknolo­gi tepat guna. Pemkab Pringsewu men­dorong petani untuk meman­faatkan vari­etas ung­gul, teknik budi­daya mod­ern, dan memak­si­malkan per­an kelom­pok tani.

“Kita ingin petani tidak hanya menge­jar hasil, tetapi juga men­ja­ga kual­i­tas tanah dan kelestar­i­an lingkun­gan. Per­tan­ian berke­lan­ju­tan ini pent­ing agar gen­erasi men­datang tetap memi­li­ki lahan yang pro­duk­tif,” ucap­nya.

Bupati juga meli­hat poten­si besar dalam meng­in­te­grasikan sek­tor per­tan­ian den­gan UMKM. Hasil panen padi dan jagung, mis­al­nya, bisa dio­lah men­ja­di pro­duk turunan berni­lai tam­bah seper­ti pakan ter­nak, makanan ola­han, atau pro­duk kre­atif lain­nya yang dap­at dipasarkan lebih luas.

“Den­gan legal­i­tas yang kuat, UMKM kita bisa masuk ke mar­ket­place nasion­al bahkan ekspor. Ini akan mem­perku­at ekono­mi daer­ah sekali­gus mem­bu­ka lapan­gan ker­ja baru,” jelas­nya.

Den­gan tar­get ambi­sius di sek­tor per­tan­ian dan langkah konkret dalam pen­guatan UMKM, Kabu­pat­en Pringsewu mema­su­ki tahun 2025 den­gan opti­misme ting­gi. Dukun­gan lin­tas sek­tor dihara­p­kan mam­pu men­jawab berba­gai tan­ta­n­gan, sehing­ga visi daer­ah yang maju, ber­daya saing, dan sejahtera dap­at ter­wu­jud.

“Semua ini butuh ker­ja sama dan komit­men bersama. Petani, pelaku UMKM, pemer­in­tah, dan selu­ruh ele­men masyarakat harus sal­ing men­dukung. Insyaal­lah, jika kita bersatu, hasil­nya akan kita nikmati bersama,” tut­up Riyan­to. (Kur­sali).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *