Pesawaran, SniperNew.id – Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional semakin nyata ditunjukkan oleh jajaran TNI Angkatan Laut, khususnya Brigif 4 Marinir/BS. Melalui program lahan ketahanan pangan, Batalyon Infanteri (Yonif) 9 Marinir sukses melaksanakan panen raya padi di Batumenyan, Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Jumat (22/08/2025). Kegiatan ini bukan hanya berdampak bagi ketersediaan pangan di wilayah sekitar, tetapi juga menjadi langkah strategis mendukung stabilitas ekonomi nasional di sektor pangan.
Acara panen raya tersebut dihadiri langsung oleh Danbrigif 4 Marinir/BS, Kolonel Marinir Supriadi Tarigan, S.E., M.M., beserta Ketua Jalasenastri Cabang 7 PG Kormar, Ny. Yayuk Supriadi Tarigan, dan jajaran perwira lainnya. Turut serta pula kelompok tani binaan Yonif 9 Marinir serta masyarakat sekitar yang selama ini aktif mendukung program swasembada pangan melalui pemanfaatan lahan produktif di bawah pembinaan Marinir.
Ketahanan Pangan, Pilar Ekonomi Nasional, Dalam sambutannya, Kolonel Supriadi Tarigan menegaskan bahwa panen raya ini adalah bukti nyata peran Brigif 4 Marinir dalam mendukung program pemerintah, khususnya melalui Kementerian Pertanian, untuk menjaga ketersediaan pangan dan stabilitas harga beras. Menurutnya, pangan merupakan salah satu penopang utama perekonomian bangsa, sehingga keberadaannya harus terjamin dan terdistribusi dengan baik kepada masyarakat.
“Ketahanan pangan bukan hanya soal ketersediaan beras, tapi juga soal kesejahteraan petani dan stabilitas harga di tingkat masyarakat. Melalui program ini, kami ingin memastikan bahwa prajurit, keluarga mereka, dan masyarakat sekitar dapat merasakan manfaat langsung dari hasil pertanian yang kita kelola bersama,” ujar Kolonel Supriadi.
Langkah ini sejalan dengan visi pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya kemandirian pangan. Program seperti ini juga mendukung kebijakan strategis nasional seperti penyediaan Makan Bergizi Gratis untuk sekolah, yang membutuhkan pasokan pangan yang memadai dan berkelanjutan.
Dampak Ekonomi dan Pemberdayaan Petani, Komandan Batalyon Infanteri 9 Marinir, Letkol Marinir Achmad Toripin, S.A.P., M.Tr.Opsla., mengungkapkan bahwa kegiatan panen raya ini tidak hanya memberikan kontribusi bagi ketahanan pangan, tetapi juga menjadi pendorong roda ekonomi masyarakat setempat. Melalui kerja sama antara prajurit Yonif 9 Marinir dan kelompok tani binaan, produktivitas lahan pertanian dapat meningkat signifikan.
“Kami berkomitmen untuk terus mendukung target swasembada pangan. Peran prajurit di lapangan bukan hanya menjaga keamanan negara, tapi juga menjadi motor penggerak bagi petani untuk meningkatkan hasil panen mereka. Ini adalah sinergi nyata antara TNI dan rakyat dalam mendukung ekonomi pangan nasional,” jelas Letkol Achmad Toripin.
Program ini diharapkan dapat menjadi contoh model kemitraan antara institusi militer dengan masyarakat sipil, khususnya dalam sektor ekonomi produktif. Tidak hanya menyediakan lapangan pekerjaan dan sumber pendapatan bagi masyarakat, kegiatan ini juga mengurangi ketergantungan pada pasokan pangan dari daerah lain, sehingga membantu menjaga stabilitas harga beras di pasar lokal.
Meningkatkan Produktivitas dengan Inovasi Pertanian
Keberhasilan panen raya ini tidak terlepas dari penerapan teknologi dan inovasi dalam bidang pertanian. Prajurit Yonif 9 Marinir bersama petani binaan memanfaatkan metode tanam modern yang lebih efisien, penggunaan bibit unggul, dan pola tanam berkelanjutan yang ramah lingkungan. Hasilnya, produktivitas lahan meningkat dan kualitas padi yang dihasilkan juga lebih baik.
Selain itu, program ketahanan pangan ini juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pengelolaan pascapanen, seperti cara penyimpanan dan distribusi yang tepat. Dengan demikian, hasil panen tidak hanya bernilai ekonomis tinggi, tetapi juga mampu bertahan lebih lama tanpa mengurangi kualitasnya.
Kontribusi Terhadap Stabilitas Nasional
Ketahanan pangan memiliki keterkaitan erat dengan stabilitas sosial dan ekonomi suatu negara. Dengan adanya cadangan pangan yang memadai, risiko inflasi akibat kelangkaan beras dapat ditekan. Selain itu, program ini juga membantu pemerintah menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi global.
Melalui kegiatan panen raya ini, Brigif 4 Marinir/BS menunjukkan bahwa ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab petani atau pemerintah semata, tetapi merupakan kerja sama semua pihak, termasuk unsur TNI. Kehadiran prajurit di tengah masyarakat dengan membawa program produktif memberikan nilai tambah yang sangat signifikan, baik dari sisi ekonomi maupun sosial.
Respons Positif dari Masyarakat
Masyarakat setempat menyambut baik program panen raya yang digagas Yonif 9 Marinir ini. Mereka menilai kegiatan tersebut membantu meningkatkan pendapatan petani dan memperluas akses pasar bagi hasil panen mereka. Tidak sedikit warga yang mengaku bahwa keberadaan program ini mengubah pola pikir mereka untuk lebih serius menggarap lahan pertanian.
“Dulu banyak lahan yang terbengkalai, tapi sekarang setelah ada pendampingan dari Marinir, kami jadi semangat bertani. Hasil panen juga lebih bagus dan bisa dijual dengan harga lebih baik,” ujar salah satu petani yang tergabung dalam kelompok tani binaan.
Panen raya padi yang dilakukan oleh Yonif 9 Marinir di Batumenyan bukan sekadar seremoni, melainkan langkah nyata memperkuat fondasi ekonomi bangsa melalui sektor pangan. Program ini membuktikan bahwa ketahanan pangan nasional dapat diwujudkan dengan sinergi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat.
Ke depan, keberhasilan ini diharapkan dapat direplikasi di berbagai wilayah lain di Indonesia. Dengan demikian, bukan hanya ketersediaan pangan yang terjamin, tetapi juga kesejahteraan petani meningkat, perekonomian lokal berkembang, dan Indonesia semakin tangguh menghadapi tantangan global di bidang pangan dan ekonomi.
(Penulis: SUFIY/Tri | Editor: Redaksi)













