Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Peristiwa

Pria Diduga Ambil Tas di Lapangan Benteng Medan, Viral di Media Sosial

347
×

Pria Diduga Ambil Tas di Lapangan Benteng Medan, Viral di Media Sosial

Sebarkan artikel ini

Medan, SniperNew.id – Jagat maya kem­bali dihe­bohkan oleh beredarnya sebuah video yang mem­per­li­hatkan seo­rang pria diduga mengam­bil tas milik peng­gu­na Lapan­gan Ben­teng, Medan, Sumat­era Utara. Video terse­but diung­gah oleh seo­rang war­ganet melalui akun media sosial­nya dan kemu­di­an viral sete­lah dibagikan ulang oleh berba­gai plat­form beri­ta, salah sat­un­ya inilah.com, Rabu 27 Agus­tus 2025.

Dalam keteran­gan­nya, pemi­lik video men­je­laskan bah­wa dirinya saat itu ten­gah bero­lahra­ga di Lapan­gan Ben­teng. Ia men­gaku mele­takkan tas­nya di salah satu sudut area lapan­gan yang menu­rut­nya masih ter­li­hat jelas dari posisinya berlari. Namun, beber­a­pa saat kemu­di­an tas terse­but tidak lagi tam­pak.

“Naro tas di spot kosong tapi vis­i­ble. Sete­lah lari bera­pa putaran, tas­nya nggak keli­hatan jadi aku sam­perin. Eh, lang­sung kete­mu sama bapak ini yang den­gan san­tai nen­teng tas plus pegang tum­blenya,” ungkap­nya di kolom komen­tar postin­gan, diku­tip Rabu (27/8/2025).

Keja­di­an itu pun sem­pat direkam dalam video singkat yang menun­jukkan sosok seo­rang pria memakai kaos hitam dan topi biru. Dalam video terse­but, war­ganet mem­beri peringatan kepa­da masyarakat yang ser­ing bero­lahra­ga di kawasan Lapan­gan Ben­teng.

  Hentikan Aksi Main Hakim Sendiri! LSM HAMMER Desak Aparat Tegas Lindungi Hukum dan Kemanusiaan

Tulisan dalam video berbun­yi:
“Yang ser­ing jog­ging di Lapan­gan Ben­teng Medan, jaga barangnya ya guyss. Dan hati-hati sama beli­au ini 😡 ngam­bil barang orang depan orangnya lang­sung 👊.”

Video itu son­tak memicu beragam komen­tar war­ganet. Banyak yang meni­lai tin­dakan pria dalam video san­gat nekat kare­na mengam­bil barang di area ter­bu­ka yang ramai pen­gun­jung. Ada pula yang mengin­gatkan pent­ingnya kewas­padaan keti­ka bero­lahra­ga di ruang pub­lik.

Hing­ga beri­ta ini ditu­runk­an, belum ada keteran­gan res­mi dari pihak kea­manan Lapan­gan Ben­teng maupun aparat kepolisian men­ge­nai iden­ti­tas pria terse­but dan tin­dak lan­jut peri­s­ti­wa yang terekam. Namun, ung­ga­han yang bersum­ber dari akun Tik­Tok @rahmiqillia itu telah ramai diperbin­cangkan dan men­ja­di peringatan keras bagi masyarakat untuk lebih was­pa­da men­ja­ga barang prib­a­di.

Fenom­e­na kehi­lan­gan barang di area pub­lik seper­ti Lapan­gan Ben­teng sebe­narnya bukan hal baru. Beber­a­pa war­ga Medan men­gaku ker­ap menden­gar kasus seru­pa. Lapan­gan yang men­ja­di salah satu pusat aktiv­i­tas olahra­ga war­ga ini memang selalu ramai, teruta­ma pada pagi dan sore hari. Banyak orang yang datang untuk jog­ging, bersepe­da, atau sekadar ber­jalan san­tai.

  Diseret Arus, Bocah Diselamatkan Warga di Tengah Banjir Pidie

Sayangnya, kera­ma­ian terse­but ser­ing diman­faatkan oknum ter­ten­tu untuk melakukan aksi pen­cu­ri­an barang. Modus­nya beragam, mulai dari berpu­ra-pura seba­gai pen­gun­jung, hing­ga mengam­bil barang-barang yang dit­ing­galkan pemi­liknya di area ter­bu­ka.

“Sudah ser­ing kita den­gar ceri­ta barang hilang di Lapan­gan Ben­teng. Ada yang kehi­lan­gan hand­phone, sepe­da, sam­pai tas. Jadi memang harus hati-hati, jan­gan tinggalkan barang sem­barangan,” kata Rudi, salah seo­rang war­ga yang rutin jog­ging di sana, saat dite­mui secara ter­pisah.

Kasus ter­baru ini men­ja­di pengin­gat bah­wa pent­ing bagi masyarakat untuk tidak lengah. Mes­ki niat awal hanya bero­lahra­ga, namun kea­manan barang prib­a­di tetap harus men­ja­di per­ha­t­ian. Polisi dihara­p­kan segera melakukan patroli rutin di lokasi untuk mence­gah teru­langnya keja­di­an seru­pa.

Pakar krim­i­nolo­gi dari Uni­ver­si­tas Sumat­era Utara (USU), Dr. Dedi Sire­gar, meni­lai fenom­e­na viral seper­ti ini bisa men­ja­di ben­tuk kon­trol sosial. “Keti­ka masyarakat merekam dan menye­barkan peri­s­ti­wa semacam ini, pesan uta­manya adalah peringatan bagi yang lain agar was­pa­da. Tapi sebaiknya tetap dila­porkan ke aparat berwe­nang agar ada tin­dak lan­jut hukum,” jelas­nya.

Menu­rut Dedi, pub­likasi di media sosial memang efek­tif mem­per­cepat penye­baran infor­masi, namun per­lu diim­ban­gi den­gan langkah for­mal. “Kalau hanya viral tan­pa lapo­ran res­mi, bisa jadi tidak ada kon­sekuen­si hukum. Pada­hal, jika memang ter­buk­ti mengam­bil barang orang lain, itu jelas tin­dakan pidana,” tam­bah­nya.

  Truk MBG Tabrak Sekolah, Warga Langsung Gempar

Video pria yang diduga mengam­bil tas di Lapan­gan Ben­teng Medan kini terus men­u­ai sorotan. Banyak yang mende­sak aparat bertin­dak cepat. War­ganet juga sal­ing mengin­gatkan agar tidak sem­barangan mening­galkan barang bawaan, mes­ki hanya seben­tar.

Semen­tara itu, pihak pen­gung­gah video menyam­paikan bah­wa tujuan­nya bukan untuk mem­permalukan, melainkan seba­gai peringatan bersama.

Supaya orang-orang lebih hati-hati, jan­gan sam­pai keja­di­an yang sama teru­lang lagi,” tulis­nya.

Peri­s­ti­wa ini sekali­gus mengin­gatkan kita ten­tang pent­ingnya men­ja­ga barang berhar­ga saat bera­da di ruang pub­lik. Ser­ingkali rasa aman kare­na suasana ramai jus­tru mem­bu­at orang lengah, pada­hal keja­hatan bisa ter­ja­di kapan saja dan di mana saja.

Kini masyarakat menan­ti respons dari aparat kea­manan, apakah kasus ini akan ditin­dak­lan­ju­ti atau tidak. Namun yang pasti, pesan yang pal­ing kuat dari video viral terse­but adalah was­pa­da selalu, jan­gan tinggalkan barang berhar­ga tan­pa pen­gawasan.

Kasus dugaan pen­cu­ri­an tas di Lapan­gan Ben­teng Medan men­ja­di potret nya­ta bah­wa kewas­padaan adalah kun­ci uta­ma. Kehadi­ran aparat san­gat diper­lukan, namun sikap hati-hati dari masyarakat jauh lebih pent­ing untuk mence­gah teru­langnya insi­d­en seru­pa. Den­gan demikian, olahra­ga di ruang pub­lik bisa tetap men­ja­di kegiatan yang sehat, aman, dan menye­nangkan. (Redak­si)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *