Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Hukum

Polres Pringsewu Limpahkan Tersangka dan Barang Bukti Kasus Persetubuhan Anak Dibawah Umur Ke Kejaksaan

244
×

Polres Pringsewu Limpahkan Tersangka dan Barang Bukti Kasus Persetubuhan Anak Dibawah Umur Ke Kejaksaan

Sebarkan artikel ini

Pringsewu, SniperNew.id - Unit per­lin­dun­gan perem­puan dan anak Satreskrim Pol­res Pringsewu melimpahkan ter­sang­ka dan barang buk­ti tin­dak pidana per­se­tubuhan ter­hadap anak dibawah umur ke pihak Jak­sa Penun­tut Umum (JPU) Kejak­saan Negeri Pringsewu pada Kamis (30/5/2024).

Anak Berhada­pan Hukum (ABH) yang dilimpahkan yaitu TB, rema­ja usia 15 tahun asal Keca­matan Page­laran Utara, Pringsewu, Lam­pung. Dirinya bersama sejum­lah barang buk­ti di bawa ke kan­tor Kejak­saan Negeri Pringsewu seki­ra pukul 10.00 Wib dan selan­jut­nya akan men­jalani pros­es per­si­dan­gan dalam rang­ka pem­buk­t­ian tin­dak pidana yang diper­sangkakan ter­hadap­nya.

  Ipda David Syajeli Pastikan Operasi Lilin 2025 Hadir Nyata di Rest Area Pringsewu

Kasat Reskrim Iptu Irfan Romad­hon mewak­ili Kapol­res Pringsewu AKBP Ben­ny Prasetya men­je­laskan, pelimpa­han ter­sang­ka dan barang buk­ti ini dilakukan sete­lah sarat formil maupun mater­il pada berkas Perkara penyidikan diny­atakan lengkap atau P‑21 oleh JPU.

“Sete­lah pros­es pelimpa­han ter­sang­ka dan barang buk­ti ini maka tang­gung jawab selan­jut­nya dalam pros­es hukum akan bera­da di tan­gan Kejak­saan Negeri Pringsewu,” Ujar Kasat Reskrim melalui release humas­nya pada Kamis (30/5/2024) sore.

  Proyek BUMDesma Sei Bamban Disorot, Kandang Rp85 Juta Diduga Sarat Korupsi

Menu­rut kasat, sebelum­nya TB dia­mankan polisi atas dugaan telah melakukan per­se­tubuhan ter­hadap pacarnya, ZA (12) yang masih duduk di bangku SMP. Per­bu­atan itu ter­bongkar sete­lah ibu kor­ban men­da­p­at kir­i­man video asusi­la TB kepa­da kor­ban di salah satu toi­let seko­lah dari orang yang tidak dike­nal.

Dalam pros­es pemerik­saan TB men­gaku sudah empat kali melakukan hubun­gan layaknya sua­mi istri den­gan kor­ban. Per­bu­atan itu tiga kali dilakukan di rumah TB dan satu kali di toi­let seko­lah.

Ibu kor­ban yang tidak ter­i­ma anak kesayan­gan men­ja­di kor­ban asusi­la kemu­di­an mela­porkan keja­di­an terse­but ke pihak kepolisian.

  Analisis Hukum Pesan Kejaksaan RI Bangun Desa

Dalam.proses penyidikan perkara, Polisi men­jer­at TB, rema­ja yang baru lulus SMP terse­but den­gan pasal 76D ayat Jo pasal 81 ayat (1) dan ayat (2) Jo pasal 76E Undang-Undang Nomor 17 tahun 2016 ten­tang per­lin­dun­gan anak den­gan anca­man huku­man min­i­mal 5 tahun dan mak­si­mal 15 tahun pen­jara.

“Namun demikian, kare­na TB juga masih bersta­tus anak dibawah umur maka dalam pros­es peradi­lan ya tetap men­gacu pada Undang-Undang nomor 11 tahun 2012 ten­gah sis­tem peradi­lan pidana anak.” Tan­das­nya (Ahmad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *