Berita Peristiwa

Polres Jakut Jadi Sasaran Massa, Gerbang Terbakar pada Sabtu Malam

307
×

Polres Jakut Jadi Sasaran Massa, Gerbang Terbakar pada Sabtu Malam

Sebarkan artikel ini
Gambar screenshot video yang diunggah akun media sosial Treands “bangun_wawasan“, Minggu (31/08/2025).

Jakar­ta, SniperNew.id – Situ­asi mem­anas ter­ja­di di wilayah Jakar­ta Utara pada Sab­tu (30/8/2025) malam. Markas Kepolisian Resor (Pol­res) Metro Jakar­ta Utara men­ja­di sasaran amuk mas­sa hing­ga menye­babkan pin­tu ger­bang uta­ma ter­bakar. Peri­s­ti­wa ini ter­ja­di sek­i­tar pukul 23.00 WIB dan menim­bulkan kepanikan war­ga sek­i­tar.

Menu­rut infor­masi yang diku­tip dari Ung­ga­han akun media sosial Tre­ands “bangun_wawasan” yang beredar di media sosial, aksi mas­sa ini diduga dipicu ajakan dari sebuah grup per­caka­pan What­sApp war­ga. Ajakan terse­but berisi seru­an untuk men­datan­gi Pol­res Metro Jakar­ta Utara ser­ta kan­tor Sam­sat Jakar­ta Utara pada Sab­tu sore, den­gan dal­ih keti­dakpuasan ter­hadap sejum­lah kebi­jakan yang dini­lai tidak berpi­hak pada masyarakat.

Berdasarkan lapo­ran dan reka­man video yang beredar, sek­i­tar pukul 23.00 WIB ratu­san orang ter­li­hat berkumpul di sek­i­tar Pol­res Metro Jakar­ta Utara. Mas­sa yang semakin banyak mem­bu­at situ­asi men­ja­di sulit dik­enda­likan.

Sepu­luh menit sete­lah keru­mu­nan mulai mem­anas, ter­li­hat api mem­bakar bagian pin­tu ger­bang Pol­res. Api kian mem­be­sar dan meng­hanguskan seba­gian ger­bang besi, menim­bulkan asap pekat yang mengepul ke udara.

Per­son­el kepolisian yang ber­ja­ga di dalam markas berta­han untuk men­ja­ga kea­manan dan mence­gah mas­sa masuk ke dalam kom­pleks. Suasana tegang tam­pak jelas dalam video yang terse­bar di media sosial.

  Anies Baswedan Ceritakan Perjuangan Warga Bertahan Dari Banjir

Hing­ga Ming­gu (31/8/2025) dini hari, polisi masih beru­paya mene­nangkan mas­sa agar tidak melakukan tin­dakan yang lebih jauh dan merugikan banyak pihak.

Sum­ber infor­masi menye­butkan bah­wa sejak Sab­tu sore telah beredar ajakan melalui grup What­sApp war­ga Jakar­ta Utara untuk melakukan aksi men­datan­gi Pol­res dan Sam­sat. Ajakan itu diduga ditung­gan­gi oknum yang ingin mem­bu­at keka­cauan.

Pesan beran­tai terse­but men­ga­jak war­ga agar berkumpul di depan Pol­res Metro Jakar­ta Utara dan menun­jukkan sikap peno­lakan ter­hadap beber­a­pa kebi­jakan. Namun, ajakan itu terny­a­ta berkem­bang men­ja­di tin­dakan anarkis, yang jus­tru merugikan war­ga dan men­odai aksi unjuk rasa damai yang sela­ma ini diper­juangkan.

Beber­a­pa pihak men­duga bah­wa aksi pem­bakaran ger­bang Pol­res tidak murni dilakukan oleh war­ga yang benar-benar ingin menyuarakan aspi­rasi, melainkan oleh oknum yang meman­faatkan situ­asi untuk men­cip­takan kerusuhan.

Hing­ga beri­ta ini ditu­runk­an, pihak Pol­res Metro Jakar­ta Utara belum mem­berikan keteran­gan res­mi secara rin­ci terkait jum­lah mas­sa, dugaan pelaku pem­bakaran, maupun keru­gian yang ditim­bulkan aki­bat peri­s­ti­wa terse­but.

Namun, polisi memas­tikan bah­wa aparat tetap sia­ga untuk men­ja­ga kea­manan dan melin­dun­gi fasil­i­tas pub­lik. Aparat juga mengim­bau masyarakat agar tidak ter­pro­vokasi oleh ajakan yang beredar di media sosial maupun grup per­caka­pan.

“Kami mengim­bau agar masyarakat tetap ten­ang, tidak mudah per­caya den­gan ajakan-ajakan pro­vokatif yang jus­tru merugikan kita semua. Kami akan menin­dak tegas sia­pa pun yang ter­buk­ti melakukan tin­dakan anarkis,” ujar seo­rang sum­ber kepolisian singkat saat dikon­fir­masi.

  Akses Lumpuh Total, Bener Meriah–Aceh Tengah Terisolasi

Peri­s­ti­wa pem­bakaran ger­bang Pol­res ini menim­bulkan beragam tang­ga­pan dari masyarakat. Seba­gian war­ga merasa khawatir atas situ­asi yang semakin tidak terk­endali.

“Awal­nya kami kira hanya demo biasa, tapi terny­a­ta sam­pai ada pem­bakaran. Ten­tu saja kami cemas, apala­gi rumah kami dekat dari lokasi,” kata seo­rang war­ga yang eng­gan dise­butkan namanya.

Semen­tara itu, neti­zen di media sosial ramai mem­bicarakan keja­di­an terse­but. Banyak yang menye­salkan tin­dakan anarkis kare­na diang­gap men­coreng per­juan­gan masyarakat yang sedang menun­tut peruba­han kebi­jakan.

“Kalau demo damai, semua orang bisa men­dukung. Tapi kalau sudah anarkis, jus­tru jadi merugikan dan bisa men­gun­dang tin­dakan repre­sif aparat. Ini harus diwas­padai,” tulis seo­rang peng­gu­na media sosial.

Penga­mat sosial meni­lai, aksi yang beru­jung anarkis ker­ap ter­ja­di aki­bat pro­vokasi dan ajakan liar di media sosial. Hal ini per­lu men­ja­di per­ha­t­ian serius, baik bagi aparat kea­manan maupun masyarakat.

“Ajakan melalui media sosial ser­ingkali tidak jelas sia­pa pen­gir­im aslinya. Bisa saja ada pihak ter­ten­tu yang ingin memec­ah belah masyarakat atau men­coreng per­juan­gan raky­at. Kare­na itu, seti­ap ajakan sebaiknya diver­i­fikasi ter­lebih dahu­lu,” ujar seo­rang penga­mat.

Ia juga mene­gaskan pent­ingnya men­ja­ga aksi agar tetap damai dan kon­sti­tu­sion­al. Menu­rut­nya, unjuk rasa adalah hak war­ga negara, tetapi harus dilakukan den­gan tert­ib dan tidak merugikan pihak lain.

  Bukan Horor, Ini Ciamis: Makam Keramat dengan Jejak Sejarah Panjang

“Masyarakat harus tetap kri­tis, tapi jan­gan sam­pai ter­pro­vokasi. Peruba­han hanya bisa dica­pai lewat cara-cara yang damai dan sesuai atu­ran hukum,” tam­bah­nya.

Peri­s­ti­wa pem­bakaran ger­bang Pol­res Metro Jakar­ta Utara ini tidak hanya berdampak pada keru­gian mate­r­i­al, tetapi juga berpoten­si mem­per­bu­ruk situ­asi sosial di wilayah terse­but. Masyarakat kini dihadap­kan pada rasa khawatir ter­hadap kea­manan lingkun­gan.

Aparat diperki­rakan akan melakukan penye­lidikan untuk men­gungkap dalang di balik ajakan pro­vokatif di grup What­sApp. Polisi juga kemu­ngk­i­nan besar akan meningkatkan patroli di sejum­lah titik rawan agar peri­s­ti­wa seru­pa tidak teru­lang kem­bali.

Semen­tara itu, pemer­in­tah daer­ah dihara­p­kan dap­at segera melakukan langkah anti­si­patif den­gan men­jalin komu­nikasi yang lebih baik bersama masyarakat, agar aspi­rasi dap­at ter­salurkan secara sehat dan tidak berubah men­ja­di tin­dakan anarkis.

Peri­s­ti­wa yang ter­ja­di di Jakar­ta Utara pada Sab­tu malam men­ja­di pela­jaran pent­ing ten­tang beta­pa rawan­nya situ­asi sosial jika masyarakat mudah ter­pro­vokasi. Pem­bakaran ger­bang Pol­res Metro Jakar­ta Utara jelas meru­pakan tin­dakan yang tidak dibenarkan secara hukum dan jus­tru mem­per­bu­ruk per­juan­gan aspi­rasi war­ga.

Masyarakat diim­bau tetap ten­ang, tidak mudah per­caya pada infor­masi yang belum jelas kebe­naran­nya, dan tetap mengede­pankan aksi damai dalam menyuarakan pen­da­p­at.

Polisi sendiri masih melakukan penga­manan dan inves­ti­gasi atas keja­di­an ini. Dihara­p­kan dalam wak­tu dekat, pelaku pem­bakaran maupun penye­bar ajakan pro­vokatif dap­at segera terungkap.

Penulis: (damawan) / Edi­tor: (Red) / Sum­ber: Tre­ands akun “bangun_wawasan”)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *