Berita Lifestyle

Belajar Menahan Amarah di Tengah Situasi Negeri: Pesan Bijak dr. Indra Tarigan Jadi Sorotan

301
×

Belajar Menahan Amarah di Tengah Situasi Negeri: Pesan Bijak dr. Indra Tarigan Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini
Doc Gambar unggahan di media sosial Threads dari akun dokter sekaligus figur publik, (dr.Indra Tarigan), Minggu (31/08).

Jakar­ta, SniperNew.id - Dalam dinami­ka kehidu­pan bermasyarakat, ser­ing kali kita dihadap­kan pada situ­asi yang mem­bu­at hati terasa muak, marah, bahkan jijik. Apala­gi keti­ka kon­disi sosial, poli­tik, maupun moral di sek­i­tar kita tam­pak jauh dari hara­pan, Ming­gu (31/08).

Ungka­pan keke­ce­waan ini wajar, kare­na manu­sia memang memi­li­ki naluri untuk bereak­si ter­hadap keti­dakadi­lan dan kebo­brokan. Namun, bagaimana cara kita men­gelo­la emosi agar tidak ter­jeru­mus dalam tin­dakan merugikan?

Belakan­gan, sebuah ung­ga­han di media sosial Threads dari akun dok­ter sekali­gus fig­ur pub­lik, (dr.Indra Tari­g­an), ramai diperbin­cangkan. Dalam postin­gan terse­but, ia menuliskan pesan seder­hana namun sarat mak­na. Pesan itu bukan sekadar peringatan, melainkan reflek­si men­dalam ten­tang bagaimana seharus­nya kita seba­gai masyarakat menyikapi kon­disi bangsa.

Berikut kuti­pan lengkap ung­ga­han terse­but. “Untuk kalian yang muak, marah dan jijik den­gan situ­asi sekarang ini.. ingat ingat ini ya:

1. Semarah apapun, tolong jan­gan anarkis, men­jarah, apala­gi mem­perkosa orang-orang yang tidak bersalah. Kare­na itu akan lebih merugikan kita semua.

2. Mere­ka-mere­ka yang men­ji­jikan itu adalah gam­baran kita seba­gai pemil­i­h­nya. Jadi ada andil dari kita semua kena­pa negara kita seper­ti ini.
@semua orang. Video dibu­at dan diung­gah den­gan per­se­tu­juan ter­tulis pasien dan kelu­ar­ga.”

Ung­ga­han ini tam­pak seder­hana, namun memi­li­ki bobot moral yang kuat. Ada dua poin pent­ing yang dis­am­paikan oleh dr. Indra Tari­g­an. Per­ta­ma, peringatan agar masyarakat tidak melampiaskan kemara­han den­gan tin­dakan destruk­tif. Ked­ua, ajakan untuk bercer­min bah­wa kon­disi bangsa meru­pakan hasil pil­i­han bersama.

  Erick Thohir Apresiasi Ibu Indonesia dan Atlet Perempuan

Dalam kehidu­pan sehari-hari, seti­ap orang ten­tu per­nah merasa dikhi­a­nati, dike­ce­wakan, atau diper­lakukan tidak adil. Emosi yang muncul bisa san­gat intens, bahkan men­dorong sese­o­rang melakukan hal-hal di luar kendali. Dalam kon­teks sosial, keti­ka keti­dakpuasan menumpuk, masyarakat ker­ap mengek­spre­sikan kemara­han secara mas­sal.

Namun, dr. Indra Tari­g­an menekankan bah­wa ama­rah tidak boleh men­ja­di alasan untuk berbu­at anarkis. Men­jarah, merusak fasil­i­tas umum, apala­gi melakukan kek­erasan sek­su­al, jelas bukan solusi. Tin­dakan destruk­tif hanya menam­bah luka dan merugikan lebih banyak orang.

Pesan ini sejalan den­gan nilai uni­ver­sal bah­wa men­gelo­la emosi adalah ben­tuk kecer­dasan hidup. Marah boleh, kece­wa pun manu­si­awi, tapi bagaimana cara menyalurkan­nya akan menen­tukan apakah kita semakin tengge­lam dalam masalah atau jus­tru men­e­mukan jalan kelu­ar.

Poin ked­ua dari ung­ga­han terse­but bahkan lebih meno­hok: mere­ka yang diang­gap men­ji­jikkan adalah gam­baran dari kita seba­gai pemil­ih. Perny­ataan ini men­ga­jak kita mere­nung, bah­wa kon­disi bangsa tidak lahir dari ruang kosong.

Dalam sis­tem demokrasi, suara raky­at adalah penen­tu arah kepemimp­inan. Artinya, sia­papun yang berkuasa hari ini, adalah hasil pil­i­han bersama, entah secara sadar atau kare­na abai dalam memil­ih. Maka, keti­ka kita men­geluh ten­tang kebo­brokan moral atau kri­sis keper­cayaan, pent­ing diin­gat bah­wa ada kon­tribusi dari kepu­tu­san kolek­tif kita sebelum­nya.

Reflek­si ini bukan untuk menyalahkan sema­ta, melainkan untuk menum­buhkan kesadaran. Bah­wa seti­ap kali kita memil­ih, baik di bilik suara maupun dalam kehidu­pan sehari-hari, ada kon­sekuen­si yang mengiku­ti.

  Unggahan Threads Perlihatkan Suasana Estetis Bundaran HI Jakarta

Pesan bijak dari dr. Indra Tari­g­an bukan hanya rel­e­van untuk dunia poli­tik, tetapi juga dap­at diap­likasikan dalam kehidu­pan per­son­al. Dalam dunia lifestyle mod­ern, men­gelo­la emosi sudah men­ja­di bagian pent­ing dari tren well­ness dan kese­hatan men­tal.

Beber­a­pa cara yang bisa dipetik dari pesan terse­but antara lain: Bela­jar Menyalurkan Ama­rah Secara Sehat

Olahra­ga, menulis, atau berkarya bisa men­ja­di cara melu­ap­kan ener­gi negatif tan­pa merugikan orang lain.

Banyak prak­tisi mind­ful­ness men­ga­jarkan teknik per­na­pasan untuk meredakan emosi yang memu­ncak.

Alih-alih selalu menyalahkan pihak luar, cobal­ah eval­u­asi diri. Apakah kita sudah berper­an baik dalam lingkun­gan, peker­jaan, dan kelu­ar­ga?

Hidup lebih berkual­i­tas jika kita fokus mem­per­bai­ki hal-hal yang bera­da dalam kendali kita.

 

Bukan hanya dalam kon­teks poli­tik, tetapi juga dalam gaya hidup: memil­ih makanan sehat, teman yang posi­tif, bahkan memil­ih infor­masi yang kita kon­sum­si seti­ap hari.

Hidup adalah aku­mu­lasi dari pil­i­han-pil­i­han kecil yang kon­sis­ten.

Pesan “jan­gan sak­i­ti orang yang tidak bersalah” san­gat rel­e­van den­gan gaya hidup penuh empati.

Dalam relasi sosial, empati adalah modal uta­ma untuk men­cip­takan lingkun­gan yang har­mo­nis.

Ung­ga­han di Threads ini men­ja­di viral bukan tan­pa alasan. Neti­zen merasa tersen­tuh kare­na apa yang dit­ulis seakan mewak­ili suara hati banyak orang. Ser­ing kali, war­ganet hanya melu­ap­kan keke­salan den­gan komen­tar pedas, namun jarang ada fig­ur yang mengin­gatkan den­gan cara bijak dan mene­nangkan.

Apala­gi, pesan terse­but dit­ulis oleh seo­rang dok­ter. Pro­fe­si yang iden­tik den­gan dedikasi kemanu­si­aan, ten­tu mem­beri bobot moral lebih. Bah­wa uca­pan terse­but lahir bukan dari sekadar kri­tik kosong, melainkan dari kepedu­lian ter­hadap masyarakat agar tidak semakin ter­jeru­mus dalam lingkaran kek­erasan.

  Ivanka Trump Ungkap Buku Inspiratif Pembentuk Perspektif 2025

Dalam dunia lifestyle mod­ern, tokoh inspi­ratif ser­ing men­ja­di role mod­el yang mem­ban­tu masyarakat menen­tukan arah hidup. Apa yang dit­ulis oleh dr. Indra Tari­g­an bisa dijadikan prin­sip seder­hana untuk gaya hidup lebih posi­tif:

Tetap waras di ten­gah keka­cauan. Dunia luar mungkin gaduh, tapi kita pun­ya kendali atas diri sendiri.

Bertang­gung jawab pada pil­i­han. Apapun yang kita pil­ih hari ini akan mem­ben­tuk masa depan kita esok.

Menguta­makan kemanu­si­aan. Jan­gan per­nah men­gor­bankan orang lain demi pelampiasan sesaat.

Hidup di ten­gah situ­asi yang penuh keke­ce­waan memang tidak mudah. Tetapi jus­tru di saat seper­ti ini­lah, kita diu­ji untuk tetap berpe­gang pada nilai kemanu­si­aan. Ungka­pan dr. Indra Tari­g­an mengin­gatkan kita bah­wa marah boleh, muak pun manu­si­awi, namun jalan bijak lebih mem­beri hara­pan dari­pa­da jalan anarkis.

Lifestyle mod­ern bukan hanya ten­tang tren fesyen, kulin­er, atau trav­el­ing. Lebih dalam dari itu, lifestyle adalah ten­tang bagaimana kita memil­ih cara hidup. Apakah kita memil­ih untuk menguta­makan ama­rah yang destruk­tif, atau kesadaran yang kon­struk­tif?

Akhirnya, seti­ap indi­vidu pun­ya andil. Kita bisa men­ja­di bagian dari masalah, atau memil­ih men­ja­di bagian dari solusi. Seper­ti kata bijak, “Jika ingin meli­hat peruba­han di dunia, mulailah dari dirimu sendiri.”

Pesan ini seder­hana, namun jika benar-benar dihay­ati, bisa men­ja­di ger­akan peruba­han gaya hidup yang sehat baik bagi diri, lingkun­gan, maupun bangsa. (Ahmad)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *