Berita Peristiwa

Pimpinan Gereja Katolik Intan Jaya Mengutuk keras Para Pelaku Yang Akibatkan Tertembaknya Dua Anak

593
×

Pimpinan Gereja Katolik Intan Jaya Mengutuk keras Para Pelaku Yang Akibatkan Tertembaknya Dua Anak

Sebarkan artikel ini

Intan Jaya, SniperNew.id — Baku tem­bak Antara Kelom­pok Ten­tara Pem­be­basan Nasion­al Papua Barat TPN-PB/OPM dan Sat­gas Damai Cartenz di dekat per­muki­man war­ga di Dis­trik Sug­a­pa, Kabu­pat­en Intan Jaya, Provin­si Papua Ten­gah pada 8 April 2024.

menang­gapi hal terse­but Pimp­inan Gere­ja Kato­lik Deke­nat Moni — Pun­cak Jaya, keusku­pan Mimi­ka, Pas­tor Yan­uar­ius, Yance Yogi. Pr kepa­da media men­gatakan, Pimp­inan Gere­ja Kato­lik Kabu­pat­en Intan Jaya den­gan Tegas mengutuk keras Para Pelaku yang melaku­ka tin­dakan bru­tal yang dilakukan oleh pihak-pihak yang bertikai saat kon­tak sen­ja­ta yang men­gak­i­batkan tertem­baknya anak yang Beru­sia 6 tahu dan 13 tahun terse­but.

  Isu Etika Viral, Oknum Perangkat Desa Wangandalem Pilih Mundur

untuk telusuri keja­di­an pen­em­bakan anak SD kabu­pat­en Intan Jaya, “ sebe­narnya kami ini sudah tau situ­asi keadaan intan jaya seper­ti apa, pan­tauan kami dari atas maupun dari bawah, tapi kok kena­pa tertem­bak anak-anak seko­lah yang tidak bersalah. Situ­asi intan Jaya baku tem­bak antara TPN/OPM dan TNI/Polri itu silakan, dan itu uru­san mere­ka, tetapi kami pimp­inan gere­ja Kato­lik den­gan tegas mengutuk para pelaku ini.

  Kebakaran Kembali Terjadi, Permukiman Warga Dilanda Duka Mendalam

Lan­jut pungkas­nya, kami akan mengam­bil lang­ka-lang­ka yang akan kami lakukan untuk segera menangkap pelaku untuk segera dipros­es secara hukum, Kar­na hal terse­but mence­lakai kemanu­si­aan yang menghi­langkan nyawa hak hidup sese­org, apala­gi anak dibawah usia yang tak berdosa” pungkas Yan­uar­ius

Pihak Gere­ja Kato­lik Kabu­pat­en Intan Jaya mem­inta agar hal ini kepa­da pemer­in­tah maupun tokoh-tokoh, ele­men lain­nya segera usut untuk mela­porkan Kom­nas Per­lin­dun­gan anak secara bersama supaya hal ini serius untuk ditan­gani ke rana hukum, pihak-pihak yang men­em­bak mati anak dibawa usia terse­but.

Lan­jut Yan­uar­ius menang­gapi juga pen­em­bakan mas­nyarakat sip­il non-oap dan satu oap, yang ter­ja­di di Kabu­pat­en Pun­cak Papua, dis­trik ila­ga pada (9/4) “ pola pen­dekatan per­lu dija­ga oleh mas­nyarakat non-oap dan oap dalam hal pelayanan sebab TPN/OPM ini susah dibedakan, mana yang TPN/OPM dan mana yang maser­akat sip­il, segera usut para pelaku itu.

  Dikabarkan! Debit Sungai Naik, Jembatan Aek Puli Terancam Putus

mas­nyarak sip­il per­lu men­ja­ga kepa­da ked­ua pihak kea­manan TNI/polri maupun kelom­pok TPN/OPM, sebab kelom­pok TPN/OPM ini san­gat susah untuk dibedakan, oleh sebab itu, khusus nya Non OAP per­lu men­ja­ga dalam melayani mas­nyarakat, “ singkat­nya

Insi­d­en baku tem­bak antara kelom­pok bersen­ja­ta TPN/OPM den­gan Sat­gas Damai Cartenz di dekat per­muki­man war­ga di Dis­trik Sug­a­pa, memu­nculkan per­tanyaan besar ten­tang “kebi­jakan pen­em­patan aparat di objek-objek war­ga sip­il di Intan Jaya,” (Rilis Agus Mabel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *