Pati, SniperNew.id — Dalam sebuah unggahan di akun info_warganet.id yang baru dibagikan 48 menit sebelum tangkapan layar ini diambil, terlihat sebuah video berdurasi lebih dari satu menit yang menampilkan Riyoso, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pati, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, Sabtu (09/08/2025).
Permintaan Maaf dari Pj Sekda Riyoso Kepada Masyarakat Pati
Riyoso selaku Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pati, dalam video berdurasi 1 menit lebih menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. Atas kegaduhan yang viral beberapa hari yang lalu, penertiban penggalangan barang donasi.
Dalam video yang diunggah, Riyoso tampak berdiri di depan latar dinding bermotif marmer putih dengan bingkai abu-abu berbentuk lengkung. Ia mengenakan batik motif lurik dan bunga dengan warna dominan cokelat, kuning, dan sedikit aksen biru. Dengan ekspresi serius, ia menyampaikan permohonan maaf kepada warga Pati terkait kegaduhan yang sempat menjadi perbincangan hangat, khususnya mengenai penertiban penggalangan barang donasi.
Unggahan ini memancing perhatian dan tanggapan dari warganet. Beberapa komentar yang muncul menunjukkan adanya respons kritis dan beragam pandangan dari masyarakat terhadap permintaan maaf tersebut.
Berikut rangkuman komentar-komentar yang disampaikan netizen, ditulis dengan tetap mempertahankan makna namun menggunakan bahasa yang lebih sopan dan santun:
1. alishachu1
Menyampaikan saran bahwa akan lebih terhormat jika pejabat yang bersangkutan mengundurkan diri secara sukarela. Jika tidak, masyarakat Pati bisa saja mengambil langkah untuk meminta pergantian.
“Pak, jika memang sudah waktunya, lebih baik mengundurkan diri akan lebih terhormat. Kalau tidak, biar kami masyarakat Pati yang meminta pergantian.”
2. andry_vegaz
Mengomentari bahwa posisi pejabat saat ini sedang menghadapi tantangan. Menurutnya, di tengah situasi sulit seperti mencari pekerjaan yang tidak mudah, sebaiknya menghindari kebijakan yang justru menimbulkan pertentangan dengan masyarakat.
“Posisi saat ini sedang rawan. Mencari pekerjaan itu sulit, jangan sampai malah menambah masalah atau menciptakan musuh.”
3. sy.aiful789
Mengutarakan pendapat bahwa semua pejabat yang tidak memihak rakyat sebaiknya diganti.
“Sebaiknya gantikan semua pejabat yang tidak pro rakyat.”
4. ayah_bima
Memberikan komentar singkat dan netral.“Terserah.”
5. nexido
Menyuarakan keinginan agar pejabat terkait segera turun dari jabatan.“Turun!”
6. soepratmanto11
Mempertanyakan apakah warga Pati masih bisa menerima keberadaan pejabat tersebut setelah kejadian yang terjadi.
“Yakin kah warga Pati masih bisa menerima Anda?”
7. nudys0000
Menggunakan ungkapan yang bernada tegas, menyiratkan bahwa jika takut kehilangan pekerjaan, sebaiknya segera mengundurkan diri.
“Kalau takut tidak punya pekerjaan, ya mundur saja.”
8. milano_wb
Mengajak agar semua pejabat yang bermasalah mundur dan menegaskan bahwa masyarakat Pati akan tetap melakukan aksi unjuk rasa pada tanggal 13.
> “Lebih baik semua mundur saja. Tanggal 13 nanti warga Pati akan tetap melakukan demo.”
Video permintaan maaf yang disampaikan oleh Pj Sekda Riyoso ini muncul setelah adanya polemik terkait penertiban penggalangan barang donasi yang menjadi isu hangat di masyarakat. Dalam situasi seperti ini, permintaan maaf publik biasanya bertujuan untuk meredakan ketegangan, mengembalikan kepercayaan masyarakat, serta menunjukkan sikap tanggung jawab dari pejabat terkait.
Namun, tanggapan yang muncul dari warganet di kolom komentar justru banyak yang menunjukkan sikap kritis dan bahkan menyerukan agar pejabat bersangkutan mundur dari jabatan. Ini menunjukkan bahwa sebagian masyarakat merasa kecewa atau tidak puas dengan kebijakan yang telah diambil sebelumnya, dan permintaan maaf yang disampaikan dianggap belum cukup untuk menghapus dampak dari kejadian tersebut.
Beberapa komentar bernada netral, seperti “Terserah”, menandakan adanya kelompok masyarakat yang mungkin bersikap pasif atau memilih untuk tidak terlalu terlibat dalam polemik ini. Namun, suara mayoritas dalam komentar lebih condong pada kritik tajam dan seruan perubahan.
Isu ini menjadi sorotan karena menyentuh dua aspek penting: kepercayaan publik terhadap pejabat pemerintah dan sensitivitas masyarakat terhadap kebijakan yang menyangkut kegiatan sosial, seperti penggalangan donasi. Dalam konteks daerah, peran Sekda cukup strategis sebagai penggerak administrasi dan penghubung kebijakan dengan implementasi di lapangan.
Oleh karena itu, kritik masyarakat yang muncul tidak hanya mencerminkan ketidakpuasan terhadap satu kebijakan tertentu, tetapi juga dapat menjadi indikator adanya tuntutan lebih luas untuk perbaikan tata kelola pemerintahan di daerah tersebut.













