BandarLampung, SniperNew.id – Babak baru penguatan ekonomi syariah di Provinsi Lampung resmi dimulai. Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Lampung melantik Badan Otonom (Banom) HIPMI Syariah Lampung pada Selasa malam, 23 September 2025, di Hotel Emersia, Bandar Lampung.
Pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Umum BPD HIPMI Lampung, Gilang Ramadhan, sekaligus dirangkaikan dengan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) XIV dan Pendidikan serta Latihan Daerah (Diklatda).
Acara ini dihadiri oleh jajaran pengurus HIPMI pusat maupun daerah, tokoh masyarakat, akademisi, hingga pelaku usaha yang menaruh perhatian besar pada perkembangan ekonomi syariah di Bumi Ruwa Jurai. Kehadiran mereka mencerminkan tingginya ekspektasi terhadap peran HIPMI Syariah Lampung dalam memperkuat fondasi ekonomi berbasis syariat Islam sekaligus mendorong wisata halal sebagai sektor unggulan baru daerah.
Ketua Umum HIPMI Syariah Lampung, H. Ahmad Muqis, menyampaikan bahwa organisasi ini tidak hanya menjadi wadah bagi pengusaha muda, tetapi juga motor penggerak pertumbuhan ekosistem bisnis halal.
“Hadirnya HIPMI Syariah Lampung akan memperkuat ekosistem ekonomi syariah. Kami percaya, bisnis syariah bukan sekadar tentang keuntungan, melainkan juga keberlanjutan, keberkahan, dan kebermanfaatan bagi umat serta masyarakat Lampung,” ujarnya dalam pidato usai dilantik.
Muqis menegaskan, HIPMI Syariah berkomitmen melahirkan ribuan pengusaha muda yang inovatif, kreatif, dan berdaya saing global. Menurutnya, kesalahpahaman yang kerap muncul di tengah masyarakat adalah anggapan bahwa ekonomi syariah hanya terbatas pada perbankan.
“Padahal ruang lingkupnya luas. Ekonomi syariah mencakup sektor produksi, UMKM, pariwisata, hingga industri kreatif. Tugas kami adalah memberikan literasi dan edukasi kepada masyarakat agar semakin paham bahwa ekonomi syariah bisa hadir di berbagai lini kehidupan, bahkan menjadi solusi pembangunan ekonomi yang berkeadilan,” jelasnya.
Ia menambahkan, HIPMI Syariah Lampung siap bersinergi dengan pemerintah daerah, lembaga keuangan, serta komunitas pengusaha untuk memperkuat peran Lampung sebagai salah satu pusat pengembangan wisata halal nasional.
Ketua Umum HIPMI Syariah Pusat, TB Iman Taufik, dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi atas terbentuknya HIPMI Syariah Lampung. Ia menilai, Banom ini memiliki peran strategis untuk memperluas gerakan ekonomi syariah di tingkat daerah.
“Jalankan amanah ini dengan maksimal. HIPMI Syariah adalah gerakan yang mudah diterima karena banyak peminatnya. Perbanyak kegiatan, perkuat laporan ke pusat, dan tetap solid. Masyarakat mencintai HIPMI Syariah karena membawa nilai kebaikan, terutama dalam aspek agama,” pesannya.
Iman optimistis, kehadiran HIPMI Syariah Lampung akan menjadi katalis bagi tumbuhnya pengusaha muda berbasis syariah, sekaligus memberikan warna baru dalam ekosistem bisnis nasional yang kini semakin terbuka terhadap konsep keberlanjutan dan nilai-nilai spiritual.
Prosesi pelantikan berlangsung khidmat dengan pembacaan ikrar pengurus dan penyerahan surat keputusan resmi. Usai pelantikan, acara dilanjutkan dengan Rakerda XIV HIPMI Lampung serta Diklatda, yang menjadi ruang konsolidasi dan penyusunan program kerja strategis untuk tiga tahun ke depan.
Rakerda membahas sejumlah agenda penting, mulai dari penguatan literasi keuangan syariah, pengembangan UMKM berbasis halal, digitalisasi bisnis, hingga strategi promosi wisata halal Lampung ke tingkat nasional maupun internasional.
Sementara Diklatda difokuskan pada peningkatan kapasitas kepemimpinan, etika bisnis, serta pemahaman regulasi syariah. Materi tersebut diharapkan dapat memperkuat integritas dan profesionalisme para pengurus serta anggota HIPMI Syariah Lampung.
Dalam kesempatan tersebut, susunan kepengurusan HIPMI Syariah Lampung periode 2025–2028 juga resmi diumumkan. Mereka adalah. Ketua: H. Ahmad Muqis., Sekretaris: Febrian Maulana Putra, S.Akun., M.E., CPSMM, Bendahara: Nikki Saputra.,
Ketua Bidang., Koordinasi Internal Organisasi: Jamaluddin., Literasi dan Edukasi: Maulana Yusuf, BA., MA.,Keuangan: Radep Riyantoro, S.H.., UMKM & Bisnis: Wahyu Bima Saputra, S.E., Industri Kreatif & Pariwisata: Rizky Wahyudi, S.Kom., Sosial & Keumatan: Naili Adilah Hamhij, M.Pd., Olahraga Sunnah: Akbar Sigartama Indra Putra, S.H.,. Sinergi Komunitas & Hubungan Antar Lembaga: Ahmad Musthafa Azhom, S.H., M.H., Advokasi & Hukum: Achmad Indra Kurniawan, S.H., M.H.. Informasi Teknologi & Digitalisasi: Tiondon Mayzal, S.Akun., M.E., Pemberdayaan Perempuan: Vina Oktariana, S.Kom.
Kepengurusan ini diharapkan mampu menggerakkan roda organisasi dengan program kerja nyata, adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus selaras dengan prinsip syariah.
Lampung dikenal memiliki potensi pariwisata besar, mulai dari pantai, gunung, hingga kekayaan budaya. Namun, potensi tersebut dinilai masih belum tergarap maksimal, khususnya dalam segmen wisata halal. HIPMI Syariah Lampung bertekad menjadikan potensi ini sebagai salah satu fokus utama.
“Kami ingin Lampung dikenal bukan hanya karena keindahan alamnya, tapi juga sebagai destinasi wisata halal yang ramah bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Fasilitas halal, kuliner halal, serta layanan berbasis syariah akan menjadi nilai tambah yang membedakan Lampung dengan daerah lain,” ungkap Muqis.
Langkah ini sejalan dengan tren global. Data Global Muslim Travel Index (GMTI) menunjukkan bahwa wisata halal menjadi salah satu segmen dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Indonesia sendiri kerap masuk peringkat atas sebagai tujuan wisata halal, sehingga peluang Lampung untuk ikut ambil bagian terbuka lebar.
Selain fokus pada pengembangan usaha, HIPMI Syariah Lampung juga menekankan pentingnya literasi ekonomi syariah di masyarakat. Menurut Muqis, rendahnya pemahaman publik terhadap konsep ekonomi syariah menjadi salah satu tantangan utama.
“Kami akan turun langsung dengan berbagai program literasi, pelatihan, seminar, dan kolaborasi bersama kampus serta komunitas. Harapannya, masyarakat semakin sadar bahwa ekonomi syariah bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari cara bertransaksi, mengelola usaha, hingga membangun gaya hidup yang sesuai prinsip halal,” jelasnya.
Dengan cara ini, HIPMI Syariah berharap bisa melahirkan ekosistem ekonomi yang inklusif, di mana masyarakat dari berbagai latar belakang dapat ikut berpartisipasi dalam pertumbuhan bisnis halal.
Untuk mewujudkan visi tersebut, HIPMI Syariah Lampung menyadari pentingnya kolaborasi lintas sektor. Mereka membuka pintu kerja sama dengan pemerintah daerah, perbankan syariah, lembaga zakat dan wakaf, perguruan tinggi, hingga komunitas digital.
“Kolaborasi adalah kunci. Tidak ada satu pihak pun yang bisa berjalan sendiri. HIPMI Syariah hadir sebagai jembatan untuk menyatukan semua potensi itu demi kesejahteraan bersama,” kata Febrian Maulana Putra, Sekretaris HIPMI Syariah Lampung.
Pelantikan HIPMI Syariah Lampung hanyalah awal dari perjalanan panjang. Tantangan di depan tidak ringan, mulai dari minimnya pemahaman masyarakat, keterbatasan akses modal, hingga persaingan global. Namun, dengan semangat muda dan visi berbasis nilai syariah, para pengurus optimistis mampu menghadapi hambatan tersebut.
“Yang terpenting adalah konsistensi. Kami ingin HIPMI Syariah Lampung dikenal sebagai organisasi yang tidak hanya banyak bicara, tapi benar-benar memberikan aksi nyata bagi ekonomi daerah,” tutup Muqis.
Dengan demikian, pelantikan HIPMI Syariah Lampung bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah momentum lahirnya gerakan baru. Gerakan yang diharapkan mampu melahirkan generasi pengusaha muda tangguh, menguatkan ekonomi syariah, serta menjadikan Lampung sebagai pusat wisata halal yang diperhitungkan di tingkat nasional maupun internasional. (Sufiyawan)













