Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Investigasi

Pengecoran Pertalite di SPBU Fajarisuk Diduga Masih Berlangsung, Aturan Tegas Menanti

752
×

Pengecoran Pertalite di SPBU Fajarisuk Diduga Masih Berlangsung, Aturan Tegas Menanti

Sebarkan artikel ini

Pringsewu, SniperNew.id - Dugaan prak­tik pengec­o­ran bahan bakar minyak (BBM) jenis Per­tal­ite kem­bali men­cu­at di Kabu­pat­en Pringsewu. Dari potret yang terekam oleh SniperNew.id, ter­li­hat aktiv­i­tas pengisian BBM ke wadah non-stan­dar yang men­garah pada prak­tik “ngecor” di area SPBU Fajarisuk, Sab­tu (02/08/2025).

Fenom­e­na ini menim­bulkan per­tanyaan pub­lik terkait pen­gawasan dis­tribusi BBM bersub­si­di dan komit­men semua pihak ter­hadap atu­ran yang berlaku.

Pengec­o­ran BBM bersub­si­di, ter­ma­suk Per­tal­ite, pada dasarnya dila­rang keras. Larangan ini bukan sekadar imbauan moral, tetapi ter­tulis jelas dalam per­at­u­ran perun­dang-undan­gan.

1. Per­at­u­ran Pres­i­den Nomor 191 Tahun 2014 yang diper­barui den­gan Per­pres No. 43 Tahun 2018, men­gatur bah­wa penyalu­ran BBM bersub­si­di harus tepat sasaran dan tidak diper­jual­be­likan kem­bali oleh pihak yang tidak berhak. Pen­im­bunan dan penyalah­gu­naan dis­tribusi jelas dila­rang.

  Proyek Jalan Rp29 Miliar di Tubaba–Waykanan Diduga Asal-Asalan, Dikerjakan Pihak Ketiga

2. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 ten­tang Minyak dan Gas Bumi, Pasal 53 huruf c, menye­butkan bah­wa seti­ap orang yang meny­im­pan BBM tan­pa izin ter­an­cam pidana pen­jara mak­si­mal 3 tahun dan den­da hing­ga Rp30 mil­iar.

3. Pasal 55 UU Migas mene­gaskan anca­man pidana pen­jara hing­ga 6 tahun dan den­da mak­si­mal Rp60 mil­iar bagi sia­pa pun yang melakukan pen­im­bunan, pen­go­plosan, atau mem­per­jual­be­likan BBM bersub­si­di secara ile­gal.

4. KUHP Pasal 56 juga memu­ngkinkan pen­jer­atan bagi pihak yang mem­ban­tu atau mem­fasil­i­tasi tin­dak pidana, ter­ma­suk SPBU yang mem­beri ruang bagi pengec­o­ran tan­pa prose­dur res­mi.

Atu­ran terse­but ada untuk memas­tikan sub­si­di pemer­in­tah benar-benar dirasakan masyarakat yang berhak, bukan beral­ih ke pihak yang men­cari keun­tun­gan prib­a­di.

Dari pan­tauan SniperNew.id, tam­pak kendaraan berwar­na mer­ah melakukan pengisian BBM di SPBU Fajarisuk pada malam hari. Di dekat mobil, ter­li­hat indi­vidu den­gan wadah besar yang diduga digu­nakan untuk menam­pung Per­tal­ite dalam jum­lah sig­nifikan.

War­ga sek­i­tar men­gaku ser­ing meli­hat antre­an pan­jang di SPBU terse­but, teruta­ma pada jam-jam ter­ten­tu, yang disinyalir ter­ja­di aki­bat pri­or­i­tas pelayanan pada pengecor BBM. Beber­a­pa pen­gen­dara prib­a­di men­geluhkan harus menung­gu lama, semen­tara kendaraan pengecor ter­layani lebih cepat.

  Diduga Abaikan Tanggungjawab, Proyek Abrasi Sungai Tengar Daerah Ketapang Gagal Total

Situ­asi ini bukan hanya merugikan masyarakat umum, tetapi juga dap­at memicu kelangkaan semu di wilayah setem­pat.

Poten­si Dampak Negatif Pengec­o­ran

1. Kelangkaan BBM di SPBU — Jika seba­gian besar stok har­i­an habis ke pengecor, kon­sumen umum bisa kesuli­tan men­da­p­atkan BBM bersub­si­di.

2. Har­ga BBM Mel­on­jak di Pasaran Gelap – Pengecor dap­at men­jual kem­bali Per­tal­ite den­gan har­ga lebih ting­gi, merugikan kon­sumen akhir.

3. Sub­si­di Salah Sasaran — Dana sub­si­di yang seharus­nya meringankan beban raky­at kecil jus­tru dinikmati pihak yang tidak berhak.

4. Kerusakan Kendaraan — Pen­go­plosan BBM hasil pengec­o­ran berpoten­si menu­runk­an kual­i­tas dan merusak mesin kendaraan.

 

Kepa­da Pen­gelo­la SPBU Fajarisuk

Segera hen­tikan segala ben­tuk pelayanan pengec­o­ran BBM bersub­si­di yang tidak sesuai prose­dur.

Ter­ap­kan sis­tem pen­gawasan inter­nal ketat ter­hadap antre­an dan pem­be­lian dalam jum­lah besar. Pastikan pelayanan mengiku­ti atu­ran Per­t­a­m­i­na dan pemer­in­tah.

  Diduga Serap Dana Hingga Ratusan Juta Rupiah, Begini Fisik Bangunan Balai Serbaguna Desa Lolofaoso

Kepa­da Per­t­a­m­i­na dan BPH Migas

Lakukan inspeksi men­dadak (sidak) dan audit dis­tribusi BBM di SPBU Fajarisuk.

Tingkatkan pen­gawasan dig­i­tal melalui aplikasi MyPer­t­a­m­i­na untuk mem­i­ni­malkan celah penyalah­gu­naan.

Kepa­da Aparat Pene­gak Hukum

Selidi­ki dugaan pelang­garan dan pros­es sesuai hukum jika ter­buk­ti ada unsur kesen­ga­jaan.

Pastikan huku­man berlaku adil, baik bagi pelaku pengecor maupun pihak SPBU yang mem­fasil­i­tasi.

Kepa­da Pemer­in­tah Daer­ah

Koor­di­nasikan pen­gawasan den­gan instan­si pusat.

Libatkan masyarakat dalam pela­po­ran prak­tik ile­gal melalui kanal pen­gad­u­an res­mi.

Kepa­da Masyarakat

Hin­dari mem­be­li BBM bersub­si­di dari pengecor atau pasar gelap.

Laporkan aktiv­i­tas men­curi­gakan di SPBU ter­dekat.

 

BBM bersub­si­di seper­ti Per­tal­ite adalah hak masyarakat yang berhak secara ekono­mi. Seti­ap liter yang salah sasaran adalah ben­tuk pengkhi­anatan ter­hadap seman­gat sub­si­di itu sendiri.

Jika dugaan pengec­o­ran di SPBU Fajarisuk benar adanya, maka tin­dakan tegas men­ja­di keharu­san, bukan pil­i­han. Tidak hanya demi mene­gakkan hukum, tetapi juga demi men­ja­ga keper­cayaan pub­lik ter­hadap pemer­in­tah dan lem­ba­ga dis­tribusi ener­gi. (Penulis:Tim Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *