Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Daerah

Pemerintah Tetapkan 18 Agustus 2025 sebagai Libur Nasional Tambahan

233
×

Pemerintah Tetapkan 18 Agustus 2025 sebagai Libur Nasional Tambahan

Sebarkan artikel ini

Jakar­ta, SniperNew.id – Pemer­in­tah Repub­lik Indone­sia secara res­mi mene­tap­kan hari Senin, tang­gal 18 Agus­tus 2025 seba­gai hari libur nasion­al tam­ba­han. Kepu­tu­san ini diam­bil dalam rang­ka mem­peringati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Repub­lik Indone­sia, yang jatuh pada 17 Agus­tus 2025, yang bertepatan den­gan hari Ming­gu.

Kepu­tu­san ini diu­mumkan dan dite­tap­kan melalui Surat Kepu­tu­san Bersama (SKB) 3 Menteri, yang meli­batkan Kementer­ian Aga­ma, Kementer­ian Kete­na­gak­er­jaan, dan Kementer­ian Pen­daya­gu­naan Aparatur Negara dan Refor­masi Birokrasi. Tujuan uta­ma pene­ta­pan libur tam­ba­han ini adalah agar masyarakat Indone­sia dap­at menikmati wak­tu libur yang lebih pan­jang dalam mer­ayakan hari kemerdekaan secara lebih meri­ah dan bermak­na.

Pemer­in­tah menyam­paikan bah­wa per­ayaan Hari Kemerdekaan ke-80 meru­pakan momen pent­ing yang per­lu dis­am­but den­gan seman­gat keber­samaan, par­tisi­pasi aktif masyarakat, dan pen­guatan nilai-nilai kebangsaan. Kare­na 17 Agus­tus jatuh pada hari Ming­gu, maka den­gan menam­bahkan libur nasion­al pada hari Senin, masyarakat memi­li­ki kesem­patan lebih luas untuk mengiku­ti berba­gai kegiatan budaya, per­lom­baan, pes­ta raky­at, hing­ga acara-acara ser­e­mo­ni­al, baik di tingkat nasion­al maupun daer­ah.

  Eks Napiter, Ajak Masyarakat Menolak Paham radikal dan tindakan Terorisme

Kebi­jakan ini juga bertu­juan untuk men­dorong sek­tor pari­wisa­ta dan ekono­mi kre­atif yang sela­ma ini men­ja­di salah satu pilar pent­ing dalam pemuli­han dan per­tum­buhan ekono­mi nasion­al pas­capan­de­mi. Den­gan libur pan­jang, dihara­p­kan masyarakat akan meman­faatkan wak­tu terse­but untuk berwisa­ta, men­gun­jun­gi tem­pat-tem­pat budaya, dan meng­ger­akkan ekono­mi lokal, seper­ti indus­tri kulin­er, ker­a­ji­nan, ser­ta sek­tor hibu­ran.

Selain berdampak pada sek­tor ekono­mi, pemer­in­tah juga berharap libur tam­ba­han ini dap­at mem­perku­at inter­ak­si sosial antar­masyarakat. Melalui per­ayaan bersama, gotong roy­ong dalam menye­leng­garakan lom­ba 17-an, hing­ga acara syuku­ran dan pang­gung raky­at, masyarakat dari berba­gai latar belakang dap­at men­jalin keber­samaan, mem­per­erat hubun­gan, dan meningkatkan rasa nasion­al­isme ser­ta cin­ta tanah air.

Dalam ung­ga­han res­mi yang dibagikan oleh akun @kamusmahasiswa di plat­form Threads, dije­laskan bah­wa kepu­tu­san ini dis­am­but baik oleh masyarakat luas, teruta­ma pelaku indus­tri pari­wisa­ta dan ekono­mi kre­atif yang berharap akan adanya pen­ingkatan aktiv­i­tas ekono­mi sela­ma momen libur pan­jang terse­but. Ung­ga­han ini menun­jukkan kuti­pan lang­sung seba­gai berikut:

> “Pemer­in­tah mene­tap­kan 18 Agus­tus 2025 seba­gai hari libur nasion­al tam­ba­han dalam rang­ka peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI. Kepu­tu­san ini diam­bil kare­na 17 Agus­tus 2025 jatuh pada hari Ming­gu, sehing­ga masyarakat men­da­p­at wak­tu lebih pan­jang untuk mer­ayakan dan mengiku­ti kegiatan budaya, lom­ba, hing­ga pes­ta raky­at. Libur tam­ba­han ini diatur melalui SKB 3 Menteri dan dihara­p­kan men­dorong sek­tor pari­wisa­ta, ekono­mi kre­atif, ser­ta mem­per­erat inter­ak­si sosial antar­war­ga.”

  Situasi Sibolga–Tapteng Memburuk, Warga Minta Pemerintah Kirim Bantuan Sembako

 

Ung­ga­han terse­but dis­er­tai den­gan foto suasana kon­fer­en­si pers res­mi pemer­in­tah, di mana tam­pak para peja­bat kementer­ian terkait mem­berikan perny­ataan pers di depan layar besar bertuliskan tema HUT RI ke-80:
“Bersatu Berdaulat Raky­at Sejahtera Indone­sia Maju”
Tema ini menggam­barkan seman­gat opti­misme dan cita-cita luhur bangsa untuk terus tum­buh, bersatu, dan sejahtera dalam naun­gan Negara Kesat­u­an Repub­lik Indone­sia.

Ter­li­hat juga ben­dera Mer­ah Putih berk­ibar den­gan gagah di lan­git biru, men­ja­di sim­bol seman­gat nasion­al­isme yang terus menyala. Para peja­bat yang hadir men­ge­nakan kaus putih den­gan logo HUT ke-80 RI, menun­jukkan kesan san­tai namun tetap for­mal dalam menyam­paikan pesan kene­garaan.

Langkah pemer­in­tah ini juga sejalan den­gan tra­disi sebelum­nya, di mana apa­bi­la tang­gal 17 Agus­tus jatuh pada hari Ming­gu, maka ser­ing kali diberikan libur peng­gan­ti guna mem­beri kesem­patan luas bagi masyarakat mer­ayakan kemerdekaan. Ter­lebih tahun 2025 men­ja­di momen spe­sial kare­na angka 80 tahun kemerdekaan meru­pakan tong­gak sejarah pent­ing bagi bangsa Indone­sia.

Per­ayaan HUT ke-80 RI memi­li­ki mak­na khusus kare­na mencer­minkan dela­pan dekade per­jalanan bangsa Indone­sia dalam meraih dan mem­per­ta­hankan kemerdekaan. Dalam kurun wak­tu terse­but, Indone­sia telah meng­hadapi berba­gai tan­ta­n­gan, mulai dari masa per­juan­gan fisik, tran­sisi poli­tik, kri­sis ekono­mi, hing­ga pan­de­mi glob­al. Namun, seman­gat gotong roy­ong, keber­aga­man, dan nasion­al­isme tetap men­ja­di keku­atan uta­ma dalam men­ja­ga per­sat­u­an dan kesat­u­an bangsa.

  Bus Terjebak Banjir 3 Hari, 20 Penumpang Selamat Tiba di Lhokseumawe

Melalui penam­ba­han hari libur ini, pemer­in­tah men­ga­jak selu­ruh raky­at Indone­sia untuk mer­ayakan kemerdekaan tidak hanya seba­gai ser­e­moni, tetapi seba­gai momen reflek­si untuk mem­perku­at tekad mem­ban­gun bangsa menu­ju masa depan yang lebih baik. Dihara­p­kan pula seti­ap war­ga negara dap­at mengisi kemerdekaan den­gan hal-hal posi­tif, mulai dari lingkun­gan terke­cil seper­ti kelu­ar­ga dan komu­ni­tas hing­ga kon­tribusi besar dalam bidang pro­fesinya mas­ing-mas­ing.

Den­gan dite­tap­kan­nya tang­gal 18 Agus­tus 2025 seba­gai hari libur nasion­al tam­ba­han, masyarakat Indone­sia dihara­p­kan dap­at meman­faatkan momen ini sebaik-baiknya. Libur pan­jang ini bukan hanya kesem­patan untuk beri­s­ti­ra­hat, namun juga untuk menum­buhkan seman­gat kebangsaan, mem­perku­at sol­i­dar­i­tas sosial, dan meng­ger­akkan sek­tor ekono­mi kre­atif dan pari­wisa­ta nasion­al.

Masyarakat pun menyam­but baik kepu­tu­san ini dan mulai bersi­ap menyusun berba­gai agen­da kegiatan, baik di tingkat RT, RW, desa, hing­ga kota, seba­gai ben­tuk par­tisi­pasi dalam menye­marakkan Hari Kemerdekaan Indone­sia ke-80 tahun. (Edi­tor: Ahmad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *