Pringsewu, SniperNew.id – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Bangga Keluarga Balita Nasional (BKKBN) melalui akun resmi @kemendukbangga_bkkbn mengumumkan dimulainya Pekan Semarak Petualangan Literasi. Acara ini ditujukan untuk Ayah Bunda, para pengasuh, serta Kader BKB (Bina Keluarga Balita) di seluruh Indonesia. Pengumuman ini diunggah pada Senin (22/9/2025) di platform Threads dan langsung menarik perhatian para pegiat literasi.
Pekan Semarak Petualangan Literasi adalah rangkaian kegiatan literasi kreatif yang mengajak keluarga Indonesia, terutama yang memiliki balita, untuk menumbuhkan kecintaan pada membaca dan berekspresi. Dalam unggahan tersebut, BKKBN menegaskan bahwa acara ini resmi dimulai dan mengajak masyarakat untuk meramaikan kegiatan lewat karya-karya kreatif yang diunggah ke media sosial. Kegiatan utama yang ditawarkan antara lain:
1. Membaca Nyaring di Tamasya – Aktivitas membaca nyaring buku cerita bersama anak-anak saat tamasya keluarga.
2. Kreasi Origami di Tamasya – Kegiatan seni melipat kertas untuk mengasah motorik halus anak.
3. Ekspresi Cinta di Tamasya – Aktivitas berekspresi tentang kasih sayang dalam keluarga melalui karya seni atau cerita.
Unggahan resmi juga mencantumkan periode partisipasi mulai 22–26 September 2025.
Kegiatan ini melibatkan: BKKBN sebagai penyelenggara utama.
Ayah Bunda dan Pengasuh anak balita di seluruh Indonesia.
Kader BKB (Bina Keluarga Balita) di berbagai daerah sebagai penggerak literasi keluarga.
Perpustakaan Nasional (perpusnas.go.id) dan komunitas literasi seperti gemarmembaca.id sebagai mitra yang turut menyebarkan informasi.
Akun media sosial resmi @kemendukbangga_bkkbn, @ditbalnak.kemendukbangga, dan @gemarmembaca.id disebut untuk ditandai saat unggahan dilakukan.
Periode unggahan kegiatan berlangsung pada 22–26 September 2025. Walaupun pengumuman dilakukan secara daring melalui Threads, implementasi kegiatan dapat dilakukan di mana saja—baik di rumah, taman kota, maupun lokasi tamasya keluarga di seluruh Indonesia. Artinya, ruang partisipasi sangat luas dan inklusif, memungkinkan keluarga dari berbagai daerah turut serta tanpa batasan geografis.
BKKBN menjelaskan bahwa literasi keluarga adalah fondasi penting untuk tumbuh kembang anak. Membaca nyaring, membuat karya seni, dan berekspresi cinta diyakini mampu:
Menguatkan ikatan emosional antara orang tua dan anak.
Menumbuhkan minat baca sejak usia dini.
Mengasah kreativitas dan keterampilan motorik halus anak balita.
Menghidupkan semangat bulan literasi nasional.
Menurut pakar pendidikan keluarga yang dihubungi SniperNew.id, literasi keluarga merupakan investasi jangka panjang. Anak-anak yang tumbuh dengan kebiasaan membaca dan berkreasi cenderung memiliki kemampuan kognitif dan sosial yang lebih baik.
Untuk berpartisipasi, BKKBN memberikan panduan:
1. Keluarga atau kader BKB mengadakan kegiatan sesuai tiga tema utama.
2. Proses kegiatan direkam dalam format video reels.
3. Unggah video di media sosial selama periode yang telah ditentukan.
4. Gunakan tagar dan tandai akun resmi BKKBN dan mitra literasi seperti yang tercantum dalam unggahan.
Selain memotivasi partisipasi, panitia juga menyebutkan akan ada hadiah menarik bagi konten-konten kreatif terbaik.
Sejak diumumkan, unggahan tersebut langsung mendapat respons positif dari warganet. Beberapa orang tua menyatakan antusias untuk ikut serta. Kader BKB di sejumlah daerah juga mulai merencanakan kegiatan di taman bermain lokal atau ruang terbuka hijau.
Penggiat literasi keluarga menilai langkah BKKBN ini selaras dengan tren edukasi berbasis pengalaman menyenangkan. Membaca nyaring di ruang terbuka, membuat origami, dan mengekspresikan kasih sayang bukan hanya menghibur anak, tetapi juga menanamkan nilai kebersamaan.
Selain itu, kegiatan berbasis media sosial ini membantu meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya literasi keluarga di era digital. Dengan format reels yang populer, pesan literasi bisa lebih mudah menjangkau generasi muda dan keluarga muda di Indonesia.
Pakar literasi anak dari Universitas Negeri Yogyakarta, Dr. Rina Lestari, mengatakan kepada SniperNew.id bahwa pendekatan kreatif seperti ini efektif. “Kegiatan membaca nyaring dan origami dapat merangsang kemampuan berbahasa, imajinasi, dan koordinasi motorik anak. Menggabungkannya dengan momen tamasya keluarga membuat proses belajar terasa menyenangkan,” ujarnya.
Sementara itu, psikolog keluarga, Arif Prasetyo, menambahkan bahwa ekspresi cinta dalam keluarga adalah pondasi psikologis penting. “Ketika anak merasa dicintai dan diajak berekspresi, mereka tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri dan peduli lingkungan,” jelasnya.
Kegiatan ini juga membuka peluang bagi taman kanak-kanak, PAUD, dan perpustakaan daerah untuk mengadakan acara bersama. Beberapa perpustakaan di Jawa Tengah dan Sumatra Barat bahkan sudah menyiapkan sesi khusus membaca nyaring di luar ruangan.
Ketua Komunitas Gemar Membaca Yogyakarta, Siti Rahmawati, mengatakan bahwa momentum ini menjadi ajang kolaborasi. “Kami akan mengajak para orang tua dan anak-anak untuk datang ke Taman Pintar Yogyakarta pada akhir pekan. Akan ada sesi membaca nyaring, lomba origami, dan cerita tentang kasih sayang keluarga. Ini cara kami mendukung inisiatif BKKBN sekaligus memeriahkan bulan literasi,” ungkapnya.
Dalam era gawai dan konten digital cepat saji, ajakan BKKBN untuk meramaikan literasi lewat karya kreatif menjadi sangat relevan. Video reels, origami, dan ekspresi cinta bukan sekadar kegiatan hiburan, melainkan strategi untuk membuat literasi kembali menarik bagi generasi muda.
Masyarakat diharapkan tidak hanya mengunggah konten, tetapi juga menyempatkan waktu untuk berdialog dan berbagi cerita dengan anak. Dengan begitu, kegiatan literasi tidak berhenti di media sosial, tetapi menjadi kebiasaan positif di rumah.
Pekan Semarak Petualangan Literasi BKKBN bukan sekadar ajang unggahan media sosial. Lebih dari itu, ia adalah gerakan nasional untuk memperkuat budaya membaca, kreativitas, dan kasih sayang keluarga. Dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat, dari Ayah Bunda hingga kader BKB, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa literasi dimulai dari rumah dan dapat tumbuh subur di mana saja—termasuk di tengah suasana tamasya keluarga.
Dengan periode unggahan yang berlangsung dari 22 hingga 26 September 2025, para keluarga dan komunitas literasi di Indonesia punya waktu untuk menyiapkan karya terbaik mereka. Dukungan penuh BKKBN dan mitra-mitranya menunjukkan bahwa literasi keluarga adalah tanggung jawab bersama.
Melalui langkah sederhana seperti membaca nyaring, melipat origami, dan mengekspresikan cinta, gerakan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi ribuan keluarga di Tanah Air untuk kembali menjadikan buku, kreativitas, dan kasih sayang sebagai bagian tak terpisahkan dari keseharian.













