Berita Peristiwa

Pasar Payakumbuh Terpanggang Api: Subuh Mencekam, Warga Panik, Damkar Kewalahan

689
×

Pasar Payakumbuh Terpanggang Api: Subuh Mencekam, Warga Panik, Damkar Kewalahan

Sebarkan artikel ini

Payakumbuh – SniperNew.id – Selasa pagi, 26 Agustus 2025, suasana Kota Payakumbuh mendadak berubah mencekam. Api berkobar hebat melalap Pasar Pusat Kota Payakumbuh, salah satu sentra ekonomi terbesar yang menjadi denyut nadi aktivitas ribuan pedagang dan pembeli di kawasan tersebut. Kebakaran besar ini sontak membuat ribuan pasang mata tertuju ke pusat kota, ketika asap hitam pekat membumbung tinggi dan kobaran api terlihat jelas dari kejauhan.

“Semoga tidak ada korban jiwa. Amin,” demikian doa dan harapan yang langsung mengalir dari berbagai warga dan netizen yang menyaksikan tragedi ini melalui unggahan di media sosial.

Berdasarkan laporan lapangan yang dihimpun redaksi dari akun informasi lokal @info_lintassumbar, kebakaran mulai diketahui pada pagi buta, menjelang pukul 06.00 WIB. Saat sebagian besar pedagang baru bersiap membuka kios, api tiba-tiba sudah terlihat membesar di bagian dalam pasar.

Hanya dalam hitungan menit, kobaran api menjalar ke beberapa sisi bangunan yang penuh dengan lapak, kios, dan deretan toko. Atap pasar yang terbuat dari seng langsung memanas, disertai letupan kecil yang diduga berasal dari bahan-bahan mudah terbakar, seperti tabung gas, kabel listrik, hingga material dagangan yang sebagian besar berbahan plastik, kain, dan kayu.

Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Payakumbuh bergerak cepat menuju lokasi. Namun api yang sudah terlanjur membesar menyulitkan proses pemadaman. Dari video amatir yang beredar, terlihat jelas beberapa mobil damkar berjajar di depan pasar, berusaha menyemprotkan air ke titik api.

  Tiga Rumah di Ngawi Ludes Terbakar, Warga Panik Selamatkan Diri

Hingga pukul 06.30 WIB, situasi di lokasi masih sangat kacau. Ratusan warga berdatangan untuk menyaksikan langsung proses pemadaman api. Banyak dari mereka yang berusaha mendekat, merekam video, dan mengambil gambar dari dekat kobaran api.

Namun kerumunan ini justru menjadi hambatan tersendiri bagi petugas damkar. Mobil pemadam kebakaran kerap kesulitan untuk bermanuver akibat padatnya kerumunan. Bahkan, petugas berulang kali harus meminta warga untuk menjauh agar pekerjaan mereka tidak terganggu.

“Mohon majauah dulu sanak,” seruan yang berkali-kali terdengar dari aparat dan petugas damkar di lokasi. Namun, karena rasa penasaran bercampur kepanikan, tidak sedikit warga yang tetap bertahan menyaksikan langsung bagaimana api melahap bangunan pasar yang selama ini menjadi pusat aktivitas ekonomi mereka.

Gumpalan Asap Hitam dan Kobaran Api

Dari rekaman video yang viral di media sosial, terlihat asap hitam pekat membumbung tinggi ke udara. Langit di atas Kota Payakumbuh pagi itu terlihat seperti ditutupi awan gelap akibat tebalnya asap kebakaran. Di dalam pasar, api menjalar begitu cepat dari satu bangunan ke bangunan lain, menciptakan cahaya merah menyala yang kontras dengan suasana pagi yang masih remang.

Kendaraan damkar dari berbagai titik terus berdatangan. Sirene meraung-raung memecah suasana panik, sementara petugas berusaha keras memadamkan api dari berbagai sisi. Warga di sekitar lokasi terlihat panik, sebagian menangis, dan sebagian lainnya hanya bisa berdiri terpaku menyaksikan harta benda mereka dilahap api.

Pasar Pusat Kota Payakumbuh bukanlah pasar kecil. Tempat ini dikenal sebagai pusat perdagangan terbesar di Payakumbuh, tempat ribuan pedagang menggantungkan hidupnya setiap hari. Dari pedagang sayur, pakaian, bahan pokok, hingga barang elektronik, semuanya ada di pasar ini.

  Perdebatan Status Soeharto: Pahlawan atau Biang Kesengsaraan Bangsa?

Kebakaran besar yang terjadi jelas akan berdampak sangat besar bagi perekonomian lokal. Para pedagang yang kehilangan lapak tidak hanya merugi secara materi, tetapi juga kehilangan mata pencaharian utama. Dalam jangka pendek, perputaran ekonomi masyarakat Payakumbuh pun dipastikan akan terguncang.

Dalam unggahan yang viral, akun info_lintassumbar menuliskan harapan besar: “Semoga tidak ada korban jiwa. Amin.” Harapan ini menjadi doa bersama masyarakat Payakumbuh yang sejak pagi sudah diselimuti rasa was-was.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai adanya korban jiwa. Namun sejumlah pedagang dan warga dilaporkan mengalami luka ringan akibat terjatuh dan berdesakan saat berusaha menyelamatkan barang dagangan.

Meski data resmi belum dirilis oleh pihak berwenang, melihat skala kebakaran yang begitu besar, kerugian diperkirakan mencapai miliaran rupiah. Ratusan kios dan toko yang ada di dalam pasar diperkirakan hangus terbakar, menyisakan puing-puing yang sulit dikenali.

Para pedagang yang lapaknya berada di area terdampak hanya bisa pasrah. Beberapa terlihat berusaha menyelamatkan barang dagangan seadanya, namun kebanyakan tidak sempat karena api sudah lebih dahulu membesar.

Petugas Damkar dan aparat kepolisian terus berupaya menertibkan warga yang memadati area sekitar pasar. Seruan “mohon menjauh” terus dikumandangkan agar proses pemadaman bisa lebih efektif. Situasi semakin sulit karena akses jalan menuju pasar sangat padat, dipenuhi kendaraan warga yang datang untuk melihat kondisi pasar.

Beberapa relawan dan aparat juga membantu mengatur arus lalu lintas, mengalihkan kendaraan agar tidak semakin menambah sesak jalan.

Di media sosial, unggahan mengenai kebakaran Pasar Pusat Kota Payakumbuh langsung viral. Ribuan komentar netizen membanjiri lini masa dengan ungkapan simpati dan doa. Banyak yang menuliskan doa agar para pedagang diberi ketabahan dan agar tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.

  Kecelakaan Mobil dan Motor Terjadi di Sekitar Masjid At-Taubah Cilegon Pagi Ini

“Ya Allah, lindungi warga Payakumbuh. Semoga semua selamat dan kuat menghadapi cobaan ini,” tulis seorang warganet. “Semoga pemerintah cepat tanggap dan segera memberikan bantuan kepada pedagang yang terdampak,” komentar lainnya.

Kebakaran besar ini menjadi tamparan keras bagi pemerintah daerah dan pihak pengelola pasar. Evaluasi serius harus dilakukan terkait sistem keamanan dan keselamatan pasar. Banyak pihak mempertanyakan ketersediaan alat pemadam ringan (APAR), hydrant, serta jalur evakuasi yang memadai di dalam pasar.

Pasalnya, kebakaran di pasar tradisional bukanlah peristiwa baru. Hampir setiap tahun, sejumlah pasar di berbagai daerah di Indonesia mengalami musibah serupa. Penyebabnya beragam, mulai dari korsleting listrik, kelalaian penggunaan kompor, hingga faktor cuaca yang panas dan kering.

Ke depan, perlu langkah konkret agar kebakaran tidak terus berulang. Pemasangan sistem listrik yang lebih aman, jalur evakuasi yang jelas, serta kesadaran pedagang untuk tidak menumpuk barang mudah terbakar di sembarang tempat, menjadi kunci penting pencegahan.

Kebakaran hebat yang melanda Pasar Pusat Kota Payakumbuh Selasa pagi ini meninggalkan duka mendalam. Bagi para pedagang, ini bukan sekadar kehilangan barang dagangan, melainkan kehilangan mata pencaharian utama mereka. Bagi masyarakat Payakumbuh, pasar ini adalah pusat kehidupan ekonomi yang kini luluh lantak dilahap api.

Di balik asap hitam dan kobaran api, tersisa doa dan harapan: semoga tidak ada korban jiwa, dan semoga pemerintah serta masyarakat bersama-sama mampu bangkit dari musibah ini.

Kebakaran ini menjadi pengingat keras bahwa kesiapsiagaan menghadapi bencana, baik skala kecil maupun besar, harus menjadi prioritas. Karena sekali lengah, api bisa melahap segalanya dalam sekejap.

(Editor Ahmad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *