Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Daerah

Pasaman Barat Hanya Rekrut 6 Anggota Paskibraka, Kesbangpol Jelaskan Alasan

282
×

Pasaman Barat Hanya Rekrut 6 Anggota Paskibraka, Kesbangpol Jelaskan Alasan

Sebarkan artikel ini

Pasaman Barat, SniperNew.id – Polemik sep­utar jum­lah anggota Pasukan Pen­gibar Ben­dera Pusa­ka (Pask­i­bra­ka) Kabu­pat­en Pasaman Barat dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Repub­lik Indone­sia men­ja­di perbin­can­gan hangat pub­lik. Hal ini beraw­al dari sebuah ung­ga­han di media sosial yang meny­oroti fak­ta bah­wa Pemer­in­tah Kabu­pat­en Pasaman Barat hanya mam­pu merekrut enam orang anggota pask­i­bra­ka.

Dalam ung­ga­han akun infopas­bar yang turut mengutip lapo­ran Padang TV, dise­butkan bah­wa kebi­jakan terse­but diam­bil aki­bat adanya efisien­si anggaran daer­ah. Kepala Badan Kesat­u­an Bangsa dan Poli­tik (Kes­bang­pol) Pasaman Barat pun mem­berikan klar­i­fikasi bah­wa keter­batasan anggaran mem­bu­at pemer­in­tah daer­ah hanya bisa men­ga­lokasikan dana untuk enam orang anggota pask­i­bra­ka.

“Pemer­in­tah Kabu­pat­en Pasaman Barat hanya mam­pu merekrut enam orang anggota pask­i­bra­ka untuk men­gibarkan ben­dera Mer­ah Putih pada peringatan HUT RI ke-80 tahun ini. Kepala Badan Kes­bang­pol menye­but hal ini dampak dari efisien­si anggaran,” tulis ung­ga­han terse­but.

  Ciptakan Stabilitas Kamtibmas, Apel Patroli KRYD Gabungan TNI-Polri Digelar

Ung­ga­han terse­but meman­tik reak­si pub­lik, salah sat­un­ya dari akun redak­si­pasaman­barat yang mene­gaskan bah­wa mes­ki anggaran res­mi hanya untuk enam orang, pihaknya tetap berusa­ha menampilkan 40 anggota pask­i­bra­ka seper­ti tahun-tahun sebelum­nya.

“Biaya pasti ada, Pak. 34 peser­ta lagi yang wajib kita talan­gi. Tapi alham­dulil­lah kami di Kes­bang­pol wajib men­gatasinya hing­ga tidak munafik, pastinya dana prib­a­di kami yang akan ter­jun. Dari anggaran enam orang, kami tetap tampilkan 40 orang. Pastinya bapak tahu bera­pa biaya yang akan tim­bul? Tapi kami tidak mengka­ji biaya, semua demi Pasaman Barat ter­cin­ta. Jadi bermo­hon, ban­tu kami,” tulis akun terse­but.

Perny­ataan itu seo­lah mene­gaskan bah­wa keku­ran­gan anggaran tidak menyu­rutkan seman­gat pani­tia dan anggota pask­i­bra­ka. Mere­ka berusa­ha menut­up keku­ran­gan biaya den­gan dukun­gan prib­a­di ser­ta ban­tu­an dari berba­gai pihak.

Melalui ung­ga­han lan­ju­tan, pihak Kes­bang­pol Pasaman Barat juga mem­berikan klar­i­fikasi lebih detail terkait tek­nis pen­gusu­lan anggaran pask­i­bra­ka.

“Pen­gusu­lan pask­i­bra­ka saat ini diawali dari usu­lan tahun 2024. Sehubun­gan den­gan situ­asi dan kon­disi keuan­gan daer­ah yang menun­tut adanya efisien­si anggaran, den­gan san­gat ter­pak­sa banyak kegiatan yang tidak dap­at mak­si­mal dilak­sanakan di seti­ap OPD, ter­ma­suk Kes­bang­pol khusus­nya pask­i­bra­ka,” tulis perny­ataan res­mi terse­but.

Pihak Kes­bang­pol menam­bahkan, mere­ka telah melakukan langkah-langkah kon­struk­tif untuk men­gatasi ketim­pan­gan yang ter­ja­di. Dukun­gan dari berba­gai ele­men, mulai dari pelatih, pur­na pask­i­bra­ka 2024, hing­ga TNI, Pol­ri, dan pimp­inan pemer­in­tah daer­ah, dise­but men­ja­di kun­ci ter­lak­sananya pen­gibaran ben­dera den­gan for­masi lengkap.

  54 Personil Polres Banyuasin yang Berprestasi Terima Penghargaan

“Kami di Kes­bang­pol sudah men­jalankan otak dan berfikir ser­ta sudah berbu­at den­gan men­car­ikan solusi ino­vatif, meman­faatkan poten­si yang ada tan­pa men­gelu­arkan biaya dari anggaran, kecuali adanya kebaikan pelatih, pur­na pask­i­bra­ka 2024, pimp­inan TNI dan Pol­ri ser­ta dukun­gan penuh dari unsur pimp­inan pemer­in­tah daer­ah. Semua ter­cip­ta akan rasa nasion­al­isme,” jelas Kes­bang­pol Pas­bar.

Mes­ki pihak Kes­bang­pol sudah mem­berikan pen­je­lasan, beber­a­pa war­ganet tetap menyam­paikan kri­tik dan rasa pri­hatin. Salah sat­un­ya akun irfansyah_sampono yang meny­ing­gung soal pri­or­i­tas anggaran daer­ah.

“Yo lah parah Pasaman Barat, harus­nya den­gan keter­batasan anggaran tun­jan­gan peja­bat hen­daknya wajib dika­ji ulang. Kasi­han anggaran habis untuk bayar tun­jan­gan mere­ka den­gan kin­er­ja nol,” tulis­nya.

Komen­tar lain datang dari akun guswan­sya­hen­drik yang mengek­spre­sikan kesedi­han atas kon­disi terse­but. “Sedih kali bah­hh Pasaman Barat ni,” ungkap­nya singkat.

Ter­lepas dari perde­batan yang ter­ja­di di ruang pub­lik, pelak­sanaan pen­gibaran ben­dera Mer­ah Putih di Pasaman Barat tetap ber­jalan den­gan lan­car. Upaya keras Kes­bang­pol, dukun­gan pelatih, ser­ta seman­gat pur­na pask­i­bra­ka dan anggota baru, mam­pu meng­hadirkan for­masi penuh di lapan­gan mes­ki keter­batasan anggaran men­ja­di tan­ta­n­gan uta­ma.

  Kajati Aceh Ajak Insan Adhyaksa Perkuat Semangat Persatuan di Hari Sumpah Pemuda ke-97

Kepala Kes­bang­pol Pasaman Barat mene­gaskan bah­wa seman­gat nasion­al­isme men­ja­di dasar kuat yang men­dorong selu­ruh pihak tetap bek­er­ja sama. Efisien­si anggaran yang dijalankan oleh pemer­in­tah daer­ah dihara­p­kan dap­at dipa­ha­mi oleh masyarakat seba­gai langkah meng­hadapi kon­disi keuan­gan yang ter­batas.

“Semua ini demi Pasaman Barat ter­cin­ta. Kami berusa­ha mak­si­mal agar pen­gibaran ben­dera tetap khid­mat, mes­ki den­gan segala keter­batasan,” tegas­nya.

Catatan

Kasus ini men­ja­di potret kecil dinami­ka pen­gelo­laan anggaran di daer­ah. Di satu sisi, efisien­si diper­lukan untuk menye­im­bangkan keuan­gan daer­ah. Namun di sisi lain, kegiatan yang sarat nilai nasion­al­isme seper­ti pask­i­bra­ka memer­lukan dukun­gan penuh agar tetap bisa ber­jalan mak­si­mal.

Masyarakat berharap pemer­in­tah daer­ah ke depan bisa lebih bijak dalam men­gatur skala pri­or­i­tas anggaran, sehing­ga tidak ada lagi kegiatan pent­ing yang ter­ham­bat. Keter­li­batan masyarakat, tokoh daer­ah, ser­ta dukun­gan instan­si lain juga men­ja­di buk­ti bah­wa seman­gat keber­samaan masih kuat ter­ja­ga di Pasaman Barat.

Den­gan segala keter­batasan, seman­gat para pemu­da yang ter­gabung dalam pask­i­bra­ka Pasaman Barat tetap men­ja­di inspi­rasi, menun­jukkan bah­wa nasion­al­isme tidak hanya soal dana, tetapi juga tekad, ker­ja sama, dan cin­ta ter­hadap tanah air.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *