Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Terupdate

Pagelaran senibudaya, balai desa sidorukun ‚kecamatan pangkatan, kab labuhanbatu

637
×

Pagelaran senibudaya, balai desa sidorukun ‚kecamatan pangkatan, kab labuhanbatu

Sebarkan artikel ini

Labuhan­batu snipernew.id Pemer­in­tah Desa sidorukun,kecamatan pangkatan , Kabu­pat­en Labuhan­batu, kem­bali mengge­lar per­tun­jukan wayang kulit dalam rang­ka temu ramah puja kesuma (putra Jawa kelahi­ran suma­tra) mengisi Tahun Baru Islam Muhar­ram 1446 Hijri­ah atau yang ser­ing dise­but Suro oleh masyarakat suku jawa, di aula Desa setem­pat 28/7/2024.

  Giat Pemuda Desa Tatakarya Adakan Besih-Bersih Mushola

Acara sakral budaya kejawen ini dihadiri Ket­ua puja kesuma kabu­pat­en labuhan­batu beser­ta rom­bon­gan, dan kepala desa sidorukun berser­ta rom­bon­gan,

Hadir juga zam­ri Ket­ua puja kesuma keca­matan pangkatan, dan , Tokoh aga­ma, Tokoh masyarakat, Tokoh kepe­mu­daan SFS(sidorukun fam­i­ly sek­i­tar) yudi selaku Ket­ua dan masyarakat sek­i­tar.

Sebelum dilakukan­nya per­tun­jukan acara dirangkai den­gan do’a bersama dan makan bersama tra­disi suku jawa.

  Pengamat perdesaan mengatakan pemberhentian perangkat desa itu adalah hak kepala desa. Dengan ketentuan yang lengkap

Pada kesem­patan ini hadir juga calon wak­il bupati labuhan­natu dari pujake­suma “zam­bri” .

Wayang kulit memi­li­ki sejarah yang pan­jang di Indone­sia, den­gan akar yang men­ca­pai ribuan tahun yang lalu. Meskipun ada berba­gai teori ten­tang asal-usul­nya, banyak yang setu­ju bah­wa wayang kulit per­ta­ma kali muncul di pulau Jawa dan Bali. Wayang berasal dari bahasa Jawa yang berar­ti “bayan­gan” atau “gam­bar,” dan kulit men­gacu pada bahan kulit yang digu­nakan untuk mem­bu­at fig­ur dalam per­tun­jukan ini. Ujarnya.ucap Ket­ua pujake­suma

  Pjs Bupati Labuhanbatu Pimpin Apel Gabungan di Lapangan BKPP

Sejarah wayang kulit san­gat terkait den­gan aga­ma Hin­du dan Bud­dha, yang masuk ke Indone­sia pada abad ke‑1 Mase­hi. Per­tun­jukan wayang kulit awal­nya digu­nakan seba­gai sarana penyam­pa­ian ajaran aga­ma dan ceri­ta epik seper­ti Mahab­hara­ta dan Ramayana. Namun, seir­ing wak­tu, wayang kulit juga mema­sukkan ele­men-ele­men lokal dan mitolo­gi pribu­mi, men­cip­takan pad­u­an seni (abdul­lah) .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *