Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Daerah

Orang Tua Murid Drumband MTSN 7 Muaro Jambi Sampaikan Kekecewaan di Hadapan Camat Sungai Bahar

318
×

Orang Tua Murid Drumband MTSN 7 Muaro Jambi Sampaikan Kekecewaan di Hadapan Camat Sungai Bahar

Sebarkan artikel ini

Muaro Jam­bi, SniperNew.id – Suasana hangat bercam­pur haru mewar­nai perte­muan antara orang tua murid peser­ta drum­band MTSN 7 Muaro Jam­bi den­gan Camat Sun­gai Bahar, Agus Riya­di, di Seko­lah MTSN 7 Bang, Unit 2 Desa Mar­ga Mulya, Selasa (19/8/2025) siang, Selasa (19/08/2025).

Dalam kesem­patan itu, sejum­lah orang tua menyam­paikan keke­ce­waan mere­ka terkait keikut­ser­taan anak-anak dalam kegiatan drum­band yang dise­but belum sepenuh­nya sesuai den­gan hara­pan.

Infor­masi men­ge­nai perte­muan ini per­ta­ma kali men­cu­at sete­lah akun media sosial Tre­ands den­gan nama peng­gu­na cititv­jam­bi men­gung­gah kuti­pan: “Orang tua murid peser­ta drum­band MTSN 7 Muaro Jam­bi men­gungkap­kan keke­ce­waan mere­ka di hada­pan Camat Sun­gai Bahar, Agus Riya­di. Perte­muan terse­but berlang­sung di Seko­lah MTSN 7 Bang, Unit 2 Desa Mar­ga Mulya, Muaro Jam­bi Selasa Siang.”

Ung­ga­han terse­but ramai men­da­p­at per­ha­t­ian war­ganet, apala­gi dis­er­tai den­gan tagar #drum­band­Ke­ce­wa, #ultah­Ca­mat, dan #hutrike80, sehing­ga menim­bulkan berba­gai penaf­sir­an di masyarakat.

Kegiatan drum­band MTSN 7 Muaro Jam­bi sebe­narnya diran­cang seba­gai salah satu ben­tuk ekstrakurikuler ung­gu­lan seko­lah. Selain melatih kedisi­plinan, ker­ja sama, dan kreativ­i­tas siswa, drum­band juga ker­ap diper­tun­jukkan dalam berba­gai acara ser­e­mo­ni­al, ter­ma­suk peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Keca­matan Sun­gai Bahar yang berlang­sung pekan lalu.

  Kali Gung Meluap, Warga Jetak Tegal Ronda Malam Antisipasi Banjir

Namun, menu­rut penu­tu­ran sejum­lah wali murid, per­si­a­pan kegiatan terse­but dini­lai kurang mak­si­mal. Beber­a­pa di antara mere­ka meny­oroti per­soalan tek­nis, seper­ti pem­ba­gian jad­w­al lati­han yang padat, biaya ser­agam yang diang­gap cukup mem­ber­atkan, hing­ga fasil­i­tas alat musik yang belum sepenuh­nya memadai.

“Anak-anak memang senang ikut drum­band, tapi kami seba­gai orang tua merasa ter­be­bani kare­na banyak kebu­tuhan yang men­dadak. Kami berharap ke depan bisa lebih teror­gan­isir,” ungkap salah seo­rang wali murid saat menyam­paikan aspi­rasinya kepa­da Camat.

Dalam forum tat­ap muka terse­but, Camat Sun­gai Bahar, Agus Riya­di, den­gan ten­ang menden­garkan keluh kesah yang dis­am­paikan. Agus mene­gaskan bah­wa pemer­in­tah keca­matan men­dukung penuh kegiatan ekstrakurikuler seko­lah, ter­ma­suk drum­band, kare­na sejalan den­gan upaya meningkatkan kual­i­tas gen­erasi muda.

“Suara orang tua murid san­gat pent­ing. Kami bert­er­i­ma kasih atas masukan yang dis­am­paikan. Kegiatan drum­band ini memang men­ja­di kebang­gaan kita semua, namun ten­tu harus dikelo­la den­gan baik agar tidak mem­be­bani siswa maupun orang tua,” ujar Agus Riya­di.

Ia menam­bahkan, pihaknya akan segera berko­or­di­nasi den­gan pihak seko­lah untuk men­cari solusi ter­baik. “Nan­ti kita akan bahas bersama kepala seko­lah dan guru pem­bi­na drum­band agar ke depan ada per­baikan. Intinya, jan­gan sam­pai anak-anak kita kehi­lan­gan seman­gat bela­jar hanya kare­na ada kendala dalam kegiatan ekstrakurikuler,” lan­jut­nya.

  Satlantas Pasuruan Bagikan Bendera Merah Putih ke Sopir Truk Jelang HUT RI ke-80

Semen­tara itu, Kepala MTSN 7 Muaro Jam­bi menyam­paikan apre­si­asi kepa­da para orang tua yang hadir. Ia meni­lai bah­wa masukan yang diberikan meru­pakan ben­tuk kepedu­lian ter­hadap keber­lang­sun­gan pen­didikan anak.

“Kami mema­ha­mi ada keke­ce­waan yang muncul. Namun pada dasarnya, semua kegiatan kami ran­cang demi kebaikan siswa. Kami ter­bu­ka ter­hadap kri­tik dan siap melakukan eval­u­asi, ter­ma­suk soal anggaran dan fasil­i­tas lati­han drum­band,” ujar kepala seko­lah.

Menu­rut­nya, per­soalan biaya ser­agam dan per­lengka­pan sebe­narnya sudah melalui musyawarah den­gan per­wak­i­lan orang tua. Mes­ki demikian, pihak seko­lah ber­jan­ji akan mem­per­bai­ki mekanisme komu­nikasi agar tidak ter­ja­di kesalah­pa­haman di kemu­di­an hari.

Sejak ung­ga­han cititv­jam­bi beredar, berba­gai komen­tar war­ganet muncul di media sosial. Seba­gian meny­atakan dukun­gan kepa­da para orang tua yang menyuarakan aspi­rasi mere­ka, semen­tara seba­gian lain berharap agar per­soalan ini tidak dibesar-besarkan.

“Apa pun masalah­nya, drum­band itu bagus buat anak-anak. Jan­gan sam­pai jadi bahan polemik, sebaiknya duduk bersama cari solusi,” tulis salah satu akun Face­book yang ikut mem­bagikan ung­ga­han terse­but.

Ada pula war­ganet yang men­gaitkan tagar #ultah­Ca­mat dan #hutrike80, meni­lai bah­wa muncul­nya isu ini tidak lep­as dari momen­tum per­ayaan ulang tahun keca­matan. Mes­ki begi­tu, pihak Camat mene­gaskan bah­wa hal terse­but hanyalah kebe­tu­lan.

  Seperti Apa Aceh di Tangan Dua Mantan Combatan GAM Kedepan?

Baik pihak orang tua, seko­lah, maupun pemer­in­tah keca­matan sep­a­kat untuk men­jadikan perte­muan ini seba­gai langkah awal per­baikan. Mere­ka berharap, kegiatan drum­band tetap bisa ber­jalan den­gan baik tan­pa menim­bulkan beban berlebi­han.

“Anak-anak sudah ter­lan­jur cin­ta sama drum­band. Kami orang tua hanya ingin kegiatan ini lebih ter­ta­ta, biaya jelas, dan komu­nikasi lan­car. Kalau itu ter­penuhi, kami akan san­gat men­dukung,” kata salah satu wali murid lain­nya.

Camat Sun­gai Bahar juga menekankan pent­ingnya men­jadikan per­soalan ini seba­gai pela­jaran bersama. “Intinya, mari kita jaga seman­gat anak-anak. Mere­ka gen­erasi penerus yang harus kita dukung. Kalau ada masalah tek­nis, insya Allah bisa kita carikan jalan kelu­ar,” tut­up Agus Riya­di.

Kasus yang ter­ja­di di MTSN 7 Muaro Jam­bi men­ja­di cer­mi­nan bah­wa par­tisi­pasi orang tua san­gat pent­ing dalam dunia pen­didikan. Aspi­rasi yang dis­am­paikan tidak hanya sebatas kri­tik, tetapi juga wujud kepedu­lian ter­hadap perkem­ban­gan anak.

Den­gan adanya komit­men bersama antara orang tua, seko­lah, dan pemer­in­tah daer­ah, dihara­p­kan kegiatan ekstrakurikuler seper­ti drum­band dap­at terus berkem­bang men­ja­di sarana pem­bi­naan karak­ter dan bakat siswa, sekali­gus men­ja­ga kehar­mon­isan antara semua pihak yang ter­li­bat.

Edi­tor: (Ahmad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *