Jabar, SnipetNew.id - Viral sebuah unggahan dari akun Facebook Risman Nadhir Risnaya yang memperlihatkan momen di sebuah warung sembako yang nyaris jadi korban penipuan oleh pembeli baru. Dalam unggahan yang dibagikan 6 jam lalu, tampak seorang pria tak dikenal tengah sibuk memilih barang di etalase toko, Rahu 16 Julu 2025.
Namun, bukan soal belanjaannya yang jadi sorotan. Yang bikin geger adalah modus si pembeli, diduga mencoba “mengelabui” pedagang dengan dalih akan ambil uang yang katanya tertinggal di kendaraan. Barang belanjaan sudah dikumpulkan, tapi uangnya? Zonk.
Risman memberi caption tegas:
“Intinya harus selalu hati-hati jangan mudah percaya sama orang baru.”
Lengkap dengan tagar: #warungsembako
Komentar dari netizen pun ramai memenuhi kolom. Banyak yang setuju bahwa kejadian seperti ini marak dan sudah banyak korban.
Bayu S: “Bukan soal mahalnya, tapi isi konten yg memberikan edukasi pd para pedagang agar selalu hati2 terhadap pembeli yg baru dikenal.”
Duma Sari: “Sebetulnya itu konten bukan masalah harga, yg perlu kita ketahui hati-hatinya sama orang. Jangan mudah percaya, apalagi itu orang cuma lewat saja… Itu hanya mengingatkan hati, itu penting cuy!”
Mbok Yuk: “Sebagai pedagang memang harus berhati-hati agar tidak mudah terkecoh kata pembeli. Modusnya biasanya ingin membawa kabur barang yang dibeli tanpa bayar 😥”
Mujilan: “Betul BPK pedagang ini, karena kakak saya belum lama ini ketipu, kejadiannya seperti ini, dan korbannya sudah banyak.”
Pedagang lain pun menyambut baik konten edukatif ini sebagai bentuk saling mengingatkan. Ada juga yang membagikan harga rincian barang belanja si pembeli misterius:
Jarum Coklat: Rp160.000
Kopi hitam 10 bungkus: Rp18.000
Gula pasir 1 kg: Rp20.000
Mie rebus 10 bks: Rp30.000
Total: Rp228.000
Ternyata, jumlahnya tidak sedikit, cukup bikin jantungan kalau sampai benar-benar kabur!
Pesan Moral:
Buat para pedagang, baik itu warung kecil, toko kelontong, hingga kios di pasar, jangan mudah percaya dengan pembeli baru, apalagi yang sok akrab dan pakai alasan mau ambil uang di motor atau mobil. Selalu pastikan pembayaran langsung sebelum barang keluar toko.
Ingat, senyum boleh, ramah harus, tapi tetap waspada itu wajib!
Lebih baik kehilangan pembeli bermodus, daripada kehilangan barang dagangan hasil kerja keras.
Ayo bagikan kisah ini!
Jangan sampai pedagang lain kena batunya gara-gara modus lama dengan gaya baru. “Batang dibawa, duitnya entah di mana” bukan lagi cerita lucu, tapi luka dompet sesungguhnya.
Kalau kamu pernah mengalami hal serupa, tulis di kolom komentar, biar kita saling jaga dan saling ingatkan!.













