Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Hukum

Meski Telah Dilaporkan ke Polsek Indrapura, Empat Terduga Pelaku Pengeroyokan Muhammad Alwi Masih Bebas Berkeliaran

448
×

Meski Telah Dilaporkan ke Polsek Indrapura, Empat Terduga Pelaku Pengeroyokan Muhammad Alwi Masih Bebas Berkeliaran

Sebarkan artikel ini

Batubara, Sumat­era Utara —Snipernew.id

Muham­mad Alwi, seo­rang war­ga Desa Lalang, Keca­matan Medang Deras, Kabu­pat­en Batubara, masih menan­tikan kead­i­lan atas kasus pengeroyokan yang dialaminya dua bulan lalu. Miris­nya, mes­ki telah mela­por ke Polsek Indra­pu­ra sejak Mei 2025, hing­ga kini keem­pat ter­duga pelaku masih bebas berke­liaran tan­pa tin­dakan tegas dari pihak kepolisian.

Kepa­da sejum­lah awak media, Alwi mencer­i­takan kro­nolo­gi keja­di­an ser­ta per­juan­gan­nya men­cari kead­i­lan. Peri­s­ti­wa pengeroyokan ter­ja­di di kawasan pelabuhan Keca­matan Sei Suka pada perten­ga­han Mei 2025. Ia kemu­di­an bersama ayah­nya men­datan­gi Polsek Indra­pu­ra pada 19 Mei untuk mela­porkan keja­di­an terse­but.

“Kami malah dim­inta untuk men­cari keber­adaan pelaku bang, penyidik dan pak Regar juga memi­ta untuk dime­di­asi dulu didesa melalui bhabinkamtip­mas. Semen­tara kami minta ke empat pelaku segera ditangkap dan dipros­es secara hukum” jelas Alwi

  Kisah Keadilan untuk Zara: Suara Keluarga dan Dukungan Publik Menggema di Kota Kinabalu

Namun, pros­es pela­po­ran itu tidak ber­jalan mulus. Menu­rut Alwi, penyidik yang ditemuinya—yang dise­but berna­ma Sikaro Karo—mengarahkannya untuk melakukan visum di RS Bidadari Batubara tan­pa didampin­gi pihak kepolisian. Usai visum, Alwi kem­bali ke Polsek, namun alih-alih diperik­sa, ia dan ayah­nya jus­tru dim­inta pulang tan­pa pen­je­lasan yang jelas dan tan­pa diberikan tan­da buk­ti lapo­ran.

Situ­asi seru­pa kem­bali ter­ja­di saat Alwi bersama ked­ua orang tuanya kem­bali ke Polsek Indra­pu­ra pada 3 Juni 2025. Kali ini, selain Sikaro Karo, ada juga IPDA Man­a­han Sire­gar. Bukan­nya mener­i­ma lapo­ran, ked­u­anya malah mem­inta Alwi dan kelu­ar­ganya men­cari sendiri keem­pat pelaku dan kemu­di­an menghubun­gi Bhabinkamtib­mas untuk medi­asi di desa.

Per­mintaan terse­but mem­bu­at ibu Alwi menangis sem­bari mem­o­hon kepa­da penyidik agar pelaku segera ditangkap. Namun upaya pen­car­i­an oleh pihak kepolisian dini­lai tidak serius. Bahkan, menu­rut kelu­ar­ga kor­ban, mere­ka sem­pat mem­berikan uang sebe­sar Rp200.000 yang dise­but-sebut untuk biaya opera­sion­al (minyak) per­son­el polisi. Sayangnya, keem­pat pelaku tetap tidak berhasil dite­mukan.

  Kepada Bapak Kapolres Jember Kami Minta Tindak Perjudian Sabung Ayam di Desa Kami

Pada 9 Juli 2025, Alwi bersama sejum­lah wartawan kem­bali men­datan­gi Polsek Indra­pu­ra dan berte­mu kem­bali den­gan IPDA Man­a­han Sire­gar ser­ta penyidik Sikaro Karo. Dalam perte­muan itu, IPDA Man­a­han Sire­gar meny­atakan pihaknya telah men­garahkan Alwi untuk menye­le­saikan kasus melalui medi­asi di desa.

“Kami sudah arahkan si Alwi untuk koor­di­nasi ke Bhabinkamtib­mas, dan nomor kon­taknya juga sudah kami kasih. Kami kira sudah sele­sai perkaranya,” ujar Man­a­han kepa­da awak media.

Semen­tara itu, penyidik Sikaro Karo kem­bali memang­gil Alwi dan ibun­ya untuk dim­intai keteran­gan. Namun, mes­ki pros­es terse­but telah dilakukan, Alwi kem­bali tidak mener­i­ma buk­ti tan­da lapor yang semestinya men­ja­di hak pela­por. Saat dikon­fir­masi, Sikaro Karo beralasan bah­wa belum ada pemerik­saan ter­hadap sak­si, sehing­ga belum bisa men­gelu­arkan tan­da buk­ti lapo­ran.

  Skandal Perizinan Rumah Subsidi di Bali: Dua Pejabat Terjerat, Harapan Rakyat Kecil Ternoda

“Kamu bawa ke sini saksinya biar diperik­sa dan segera kita pros­es,” ujarnya.

Mere­spons hal terse­but, pada hari yang sama, Alwi meng­hadirkan dua orang sak­si ke Polsek Indra­pu­ra. Sete­lah dilakukan pemerik­saan, pihak penyidik kem­bali eng­gan men­gelu­arkan buk­ti lapo­ran. Alasan­nya, salah satu sak­si tidak meli­hat secara lang­sung pelaku pengeroyokan, sehing­ga diang­gap tidak cukup kuat.

“Sak­si yang satu cuma lihat dari jauh dan tidak jelas sia­pa pelakun­ya. Jadi harus kamu cari lagi sak­si yang benar-benar lihat lang­sung,” ucap Sikaro Karo yang dini­lai mem­pe­ru­mit pros­es hukum.

Hing­ga beri­ta ini ditu­runk­an, belum ada perkem­ban­gan berar­ti dari penan­ganan kasus pengeroyokan yang menim­pa Muham­mad Alwi. Keem­pat pelaku masih belum ditangkap, semen­tara kelu­ar­ga kor­ban terus menan­ti keje­lasan hukum.

Alwi dan kelu­ar­ganya berharap Kapol­res Batubara turun tan­gan lang­sung untuk memas­tikan lapo­ran yang telah dua bulan men­gen­dap ini harus men­da­p­at penan­ganan serius dan mem­berikan kead­i­lan bagi kor­ban.

Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *