Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Hukum

Marimon Nainggolan SH MH, Soroti Tajam Transparansi Penanganan Kasus dr.Paulus yang Dibantarkan

396
×

Marimon Nainggolan SH MH, Soroti Tajam Transparansi Penanganan Kasus dr.Paulus yang Dibantarkan

Sebarkan artikel ini

MEDAN //snipernew.id

Kejak­saan Ting­gi Sumat­era Utara (Kejatisu) meny­atakan berkas perkara pidana ter­sang­ka dr. Paulus Yus­nari Lian Saw Zung, telah lengkap (P‑21).

Mari­mon Naing­golan S.H., M.H., men­gapre­si­asi langkah penyidik, namun meny­oroti pem­ban­taran ter­sang­ka ke rumah sak­it kare­na alasan kese­hatan dan mem­inta pros­es hukum yang transparan.

Kepas­t­ian lengkap­nya berkas perkara ini ter­tuang dalam Surat Pem­ber­i­tahuan Perkem­ban­gan Hasil Penyidikan (SP2HP) dari Direk­torat Reserse Krim­i­nal Umum (Ditreskri­mum) Pol­da Sumut ter­tang­gal 9 Mei 2025.

Kepala Sek­si Pen­eran­gan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sumut, Adre Gint­ing, mem­be­narkan hal terse­but.

  Terkait Gajih Tak Dibayar, Kadus Dusun Dua Sukadana Penuhi Panggilan Pidsus Tipikor Polres Muara Enim

“Telah lengkap secara formil dan materi­il (P‑21) sete­lah dilakukan penelit­ian oleh Jak­sa Peneli­ti,” kata Adre kepa­da wartawan, Rabu.(18/6/25)

Saat dikon­fir­masi awak media yang bertu­gas, Kasub­bid Pen­mas Pol­da Sumut, Kom­pol Siti Rohani Tam­pub­olon, menye­butkan bah­wa kasus ini akan masuk tahap 2 akan dige­lar pada hari Jum’at men­datang.

“Ter­sangkanya sudah dita­han bang, tapi kare­na ada surat sak­it, saat ini diban­tarkan ke Rumah Sak­it Bhayangkara bang, untuk selan­jut­nya nan­ti kita infor­masikan”, sebut­nya kepa­da wartawan melalui Tele­pon What­sApp, pada Rabu siang.

Mari­mon Naing­golan S.H., M.H., kuasa hukum GO MEI SIANG, menyam­paikan apre­si­asi atas ker­ja penyidik yang telah menun­taskan berkas perkara.

“Kami har­gai langkah penyidik dan Ini menun­jukkan komit­men ter­hadap pene­gakan hukum,” ungkap­nya.

Namun, Mari­mon juga meny­atakan keheranan­nya atas pem­ban­taran ter­sang­ka kare­na alasan kese­hatan. Ia mene­gaskan pent­ingnya keab­sa­han surat dok­ter yang men­ja­di dasar pem­ban­taran.

“Kalau benar sak­it, harus ada surat dari dok­ter yang sah. Kare­na itu, per­lu dilakukan sec­ond opin­ion agar pub­lik tak berprasang­ka buruk, apala­gi ter­sangkanya seo­rang dok­ter spe­sialis,” tegas­nya.

  Hasil Penyidikan dan Visum, Penyidik Polres Pesawaran Jadwalkan Pemanggilan Eko Saputra

Kasus ini bermu­la dari lapo­ran Go Mei Siang atas dugaan pen­grusakan pagar seng di atas tanah miliknya di Jalan Amplas, Kelu­ra­han Sei Ren­gas II, Keca­matan Medan Area.

Tanah terse­but terdaf­tar atas nama Go Mei Siang berdasarkan Ser­ti­fikat Hak Milik (SHM) Nomor 64/Sei Ren­gas II selu­as 193 meter perse­gi, dan Akta Pengikatan Jual Beli Nomor 54 tang­gal 19 Okto­ber 2011.

Mari­mon men­je­laskan, jika dr. Paulus merasa men­ja­di kor­ban penipuan dalam transak­si jual beli tanah, seharus­nya ia mela­porkan pen­jual­nya. “Bukan malah mengk­laim dan merusak prop­er­ti yang secara hukum sah dim­i­li­ki klien kami”, katanya.

Lebih lan­jut katanya, “Alasan pem­ban­taran harus sesuai hukum, apakah kare­na sak­it den­gan surat sak­it dari dok­ter, per­lu dite­gaskan mem­bu­at atau meng­gu­nakan surat dok­ter yang tidak benar dap­at dian­cam dgn pidana Pasal 267 KUHP, sehing­ga per­lu dilakukan scond opin­ion atas surat sak­it terse­but guna menghin­dari asum­si pub­lik adanya “per­mainan”, apala­gi TSK berpro­fe­si dok­ter spe­sialis di kota Medan dan Jan­gan­lah sam­pai ter­ja­di dugaan obstruc­tion of Jus­tice (Per­in­tan­gan penyidikan) den­gan seo­lah olah sak­it den­gan surat dok­ter untuk menghin­dari pros­es hukum”, tegas­nya saat diwawan­car­ai awak media di PN Medan.

  Kasus SPAM Memanas, Kejati Periksa Bupati Pesawaran Sepanjang Hari

Sebelum­nya, dr. Paulus sem­pat men­ga­jukan prap­eradi­lan atas sta­tus ter­sangkanya. Namun, Pen­gadi­lan Negeri (PN) Medan melalui hakim tung­gal telah meno­lak per­mo­ho­nan terse­but.

Apre­si­asi juga datang dari dua tokoh aga­ma dari Vihara, Bik­suni Car­o­line dan Bik­suni Helen.

“Kami bert­er­i­ma kasih kepa­da Pol­da Sumut jika benar telah menangkap ter­sang­ka atas dugaan pen­grusakan. Sela­ma ini beli­au ter­li­hat san­gat kuat, seo­lah kebal hukum Kami berharap pros­es hukum ber­jalan tegas dan adil agar mem­beri efek jera,” kata Bik­suni Caroline.(Red/Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *