Berita Hukum

Marimon Nainggolan SH MH, Soroti Tajam Transparansi Penanganan Kasus dr.Paulus yang Dibantarkan

390
×

Marimon Nainggolan SH MH, Soroti Tajam Transparansi Penanganan Kasus dr.Paulus yang Dibantarkan

Sebarkan artikel ini

MEDAN //snipernew.id

Kejak­saan Ting­gi Sumat­era Utara (Kejatisu) meny­atakan berkas perkara pidana ter­sang­ka dr. Paulus Yus­nari Lian Saw Zung, telah lengkap (P‑21).

Mari­mon Naing­golan S.H., M.H., men­gapre­si­asi langkah penyidik, namun meny­oroti pem­ban­taran ter­sang­ka ke rumah sak­it kare­na alasan kese­hatan dan mem­inta pros­es hukum yang transparan.

Kepas­t­ian lengkap­nya berkas perkara ini ter­tuang dalam Surat Pem­ber­i­tahuan Perkem­ban­gan Hasil Penyidikan (SP2HP) dari Direk­torat Reserse Krim­i­nal Umum (Ditreskri­mum) Pol­da Sumut ter­tang­gal 9 Mei 2025.

Kepala Sek­si Pen­eran­gan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sumut, Adre Gint­ing, mem­be­narkan hal terse­but.

  Terkait Gajih Tak Dibayar, Kadus Dusun Dua Sukadana Penuhi Panggilan Pidsus Tipikor Polres Muara Enim

“Telah lengkap secara formil dan materi­il (P‑21) sete­lah dilakukan penelit­ian oleh Jak­sa Peneli­ti,” kata Adre kepa­da wartawan, Rabu.(18/6/25)

Saat dikon­fir­masi awak media yang bertu­gas, Kasub­bid Pen­mas Pol­da Sumut, Kom­pol Siti Rohani Tam­pub­olon, menye­butkan bah­wa kasus ini akan masuk tahap 2 akan dige­lar pada hari Jum’at men­datang.

“Ter­sangkanya sudah dita­han bang, tapi kare­na ada surat sak­it, saat ini diban­tarkan ke Rumah Sak­it Bhayangkara bang, untuk selan­jut­nya nan­ti kita infor­masikan”, sebut­nya kepa­da wartawan melalui Tele­pon What­sApp, pada Rabu siang.

Mari­mon Naing­golan S.H., M.H., kuasa hukum GO MEI SIANG, menyam­paikan apre­si­asi atas ker­ja penyidik yang telah menun­taskan berkas perkara.

“Kami har­gai langkah penyidik dan Ini menun­jukkan komit­men ter­hadap pene­gakan hukum,” ungkap­nya.

Namun, Mari­mon juga meny­atakan keheranan­nya atas pem­ban­taran ter­sang­ka kare­na alasan kese­hatan. Ia mene­gaskan pent­ingnya keab­sa­han surat dok­ter yang men­ja­di dasar pem­ban­taran.

“Kalau benar sak­it, harus ada surat dari dok­ter yang sah. Kare­na itu, per­lu dilakukan sec­ond opin­ion agar pub­lik tak berprasang­ka buruk, apala­gi ter­sangkanya seo­rang dok­ter spe­sialis,” tegas­nya.

  Hasil Penyidikan dan Visum, Penyidik Polres Pesawaran Jadwalkan Pemanggilan Eko Saputra

Kasus ini bermu­la dari lapo­ran Go Mei Siang atas dugaan pen­grusakan pagar seng di atas tanah miliknya di Jalan Amplas, Kelu­ra­han Sei Ren­gas II, Keca­matan Medan Area.

Tanah terse­but terdaf­tar atas nama Go Mei Siang berdasarkan Ser­ti­fikat Hak Milik (SHM) Nomor 64/Sei Ren­gas II selu­as 193 meter perse­gi, dan Akta Pengikatan Jual Beli Nomor 54 tang­gal 19 Okto­ber 2011.

Mari­mon men­je­laskan, jika dr. Paulus merasa men­ja­di kor­ban penipuan dalam transak­si jual beli tanah, seharus­nya ia mela­porkan pen­jual­nya. “Bukan malah mengk­laim dan merusak prop­er­ti yang secara hukum sah dim­i­li­ki klien kami”, katanya.

Lebih lan­jut katanya, “Alasan pem­ban­taran harus sesuai hukum, apakah kare­na sak­it den­gan surat sak­it dari dok­ter, per­lu dite­gaskan mem­bu­at atau meng­gu­nakan surat dok­ter yang tidak benar dap­at dian­cam dgn pidana Pasal 267 KUHP, sehing­ga per­lu dilakukan scond opin­ion atas surat sak­it terse­but guna menghin­dari asum­si pub­lik adanya “per­mainan”, apala­gi TSK berpro­fe­si dok­ter spe­sialis di kota Medan dan Jan­gan­lah sam­pai ter­ja­di dugaan obstruc­tion of Jus­tice (Per­in­tan­gan penyidikan) den­gan seo­lah olah sak­it den­gan surat dok­ter untuk menghin­dari pros­es hukum”, tegas­nya saat diwawan­car­ai awak media di PN Medan.

  Kasus SPAM Memanas, Kejati Periksa Bupati Pesawaran Sepanjang Hari

Sebelum­nya, dr. Paulus sem­pat men­ga­jukan prap­eradi­lan atas sta­tus ter­sangkanya. Namun, Pen­gadi­lan Negeri (PN) Medan melalui hakim tung­gal telah meno­lak per­mo­ho­nan terse­but.

Apre­si­asi juga datang dari dua tokoh aga­ma dari Vihara, Bik­suni Car­o­line dan Bik­suni Helen.

“Kami bert­er­i­ma kasih kepa­da Pol­da Sumut jika benar telah menangkap ter­sang­ka atas dugaan pen­grusakan. Sela­ma ini beli­au ter­li­hat san­gat kuat, seo­lah kebal hukum Kami berharap pros­es hukum ber­jalan tegas dan adil agar mem­beri efek jera,” kata Bik­suni Caroline.(Red/Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *