Prabumulih, SniperNew.id – Sebuah kunjungan kerja Walikota Prabumulih, H. Arlan, bersama jajaran pejabat pemerintahan ke rumah Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Prabumulih, Roni Ardiansyah, S.Pd., M.Si, menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah unggahan sebuah akun lokal viral. Unggahan tersebut memuat video dan keterangan kegiatan kunjungan kerja yang berlangsung pada Senin (tanggal belum disebutkan dalam unggahan), sekaligus menampilkan komentar beragam dari warganet.
Dalam unggahan akun Threads @viral.prabumulih_id, dituliskan bahwa Walikota Prabumulih, H. Arlan, melakukan kunjungan kerja bersama sejumlah pejabat. Ia didampingi oleh Sekda H. Elman, ST, Kepala Inspektorat H. Indra Bangsawan, SH, MM, serta beberapa pejabat lain. Rombongan tersebut mendatangi rumah Roni Ardiansyah, Kepala SMPN 1 Prabumulih.
Dalam keterangan unggahan itu juga disebutkan, Roni didampingi istrinya, Bapak Roni, dan turut hadir Ageng Wintoro dari Satpam SMPN 1 Prabumulih. Video yang ditampilkan memperlihatkan suasana pertemuan yang terlihat santai, dengan Walikota dan pejabat lain mengenakan seragam batik khas Korpri biru.
Beberapa pihak yang tercatat hadir dalam kunjungan kerja itu antara lain:
Walikota Prabumulih, H. Arlan, Sekda Prabumulih, H. Elman, ST., Kepala Inspektorat Prabumulih, H. Indra Bangsawan, SH, MM., Kepala SMPN 1 Prabumulih, Roni Ardiansyah, S.Pd., M.Si.,Istri Roni Ardiansyah.,Ageng Wintoro, Satpam SMPN 1 Prabumulih/
Unggahan tersebut juga menyertakan tagar seperti #viralprabumulih #prabumulih #viralreels #viral, yang menunjukkan bahwa konten itu memang ditujukan untuk menyebar luas.
Setelah video itu beredar, muncul gelombang komentar dari warga net. Banyak yang menilai bahwa kunjungan tersebut menimbulkan kontroversi, meskipun detail persoalan utamanya tidak dijelaskan secara langsung di unggahan.
Namun, berdasarkan komentar warganet yang menyertai unggahan itu, sebagian besar mengaitkan isu viral ini dengan dugaan sikap arogansi pejabat. Warganet mempertanyakan perilaku Walikota dan jajarannya, bahkan sebagian menyebut kunjungan tersebut sebagai tindakan yang dinilai kurang pantas.
Kolom komentar unggahan di Threads itu dipenuhi kritik tajam dari warganet. Berikut kutipan lengkap beberapa komentar yang muncul:
1. fajaardyansah: “Klo gak viral pasti tetap dipecat.”
2. dilaelmuna: “Pejabat Arogan….menyalahgunakan kekuasaan. Dasar Termuul Pekook..pelu di Nepalakan kalie yee.”
3. sochibsulistyowati: “Basi ..udah viral baru minta maaf…..kemarin sombong banget .. . pecat aja lah.gak bagus perangainya sbg pemimpin.”
4. herdyman13: “Minta maaf KLO udah viral.”
5. its.dwiinov: “🤣🤣 sepeda listrik.”
6. roswitadahlilus: “Pelajaran bagi pejabat-pejabat lainnya untuk lebih hati hati berucap dan bertindak.”
7. arbikito: “Sekarang jgn mentang mentang ya pk pejabat dimana saja .. amarah kami blm keluar seluruhnya.”
8. m4jid_25: “Kalau kaca yang retak tak kan sempurna lagi walaupun saling memaafkan Jadi wali jgn terlalu sakti telunjukmu pk Gunakan telunjukmu tuk.mengucapkan 2x5 sahadat bukan tuk menghardik sombong.”
9. spsuryadi02: “Itu walikota diganti deh, ga guna beneran SAMPAH.”
10. denbrewok: “Jangan terima hadiah apapun, Pak Roni…”
11. lukman.man.336: “Takut seperti Nepal, nasi sdh Jdi bubur, awas modus.”
12. aris_180575: “Drama maneh.”
13. munasrigendut720: “Tai….”
14. jemmy_rame: “Walikota istri 4 + arogan/semena-mena.. Tdk ada aksi turunkan itu org??”
Dari sekian banyak komentar, mayoritas bernada negatif dan berisi kritik terhadap Walikota maupun para pejabat. Ada pula komentar yang menyindir, bahkan menyerang secara personal.
Berdasarkan unggahan, kegiatan itu berlangsung di rumah Kepala SMPN 1 Prabumulih, Kota Prabumulih, Sumatera Selatan. Waktu pastinya tidak dijelaskan, namun unggahan akun Threads @viral.prabumulih_id menunjukkan bahwa video itu diposting sekitar satu jam sebelum tangkapan layar dibuat, sehingga peristiwa tersebut diduga baru saja terjadi.
Fenomena viral ini memperlihatkan bagaimana dinamika hubungan antara pejabat publik dan masyarakat di era media sosial. Dalam hitungan jam, sebuah peristiwa lokal bisa menyebar luas dan menuai respon publik.
Kritik yang muncul dari warganet mencerminkan ketidakpuasan sebagian masyarakat terhadap sikap pejabat. Bahkan ada yang mengaitkan dengan isu etika kepemimpinan, kesombongan, hingga penyalahgunaan kekuasaan.
Meski begitu, penting dicatat bahwa apa yang berkembang di media sosial tidak selalu sepenuhnya mencerminkan fakta yang utuh. Sebagian komentar warganet mungkin dipicu oleh persepsi atau sentimen politik yang lebih luas.
Dalam konteks etika pemerintahan, peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi pejabat publik agar berhati-hati dalam bersikap. Setiap tindakan, baik formal maupun non-formal, berpotensi direkam dan disebarkan oleh masyarakat.
Pakar komunikasi publik menilai, pejabat perlu membangun citra dengan komunikasi yang terbuka, santun, serta menghindari perilaku yang bisa ditafsirkan negatif. Di sisi lain, masyarakat juga diimbau untuk bijak dalam menanggapi informasi di media sosial, memastikan kebenaran sebelum menyimpulkan.
Unggahan komentar warganet menyebutkan bahwa sebelumnya sempat ada isu mengenai sikap arogan dan kebijakan Walikota yang memicu kontroversi. Beberapa komentar seperti “kalau tidak viral pasti tetap dipecat” dan “udah viral baru minta maaf” mengindikasikan bahwa terdapat peristiwa lain yang mendahului viralnya video kunjungan ini.
Namun, detail mengenai peristiwa sebelumnya tidak dijelaskan secara rinci dalam unggahan akun Threads tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa viralnya video kunjungan ini juga terkait dengan akumulasi persepsi negatif warga terhadap kepemimpinan di tingkat lokal.
Kunjungan Walikota Prabumulih H. Arlan ke rumah Kepala SMPN 1 Prabumulih yang awalnya merupakan agenda kerja biasa, mendadak menjadi sorotan publik setelah unggahan akun media sosial lokal viral. Respons warganet yang mayoritas kritis memperlihatkan ketidakpuasan masyarakat terhadap gaya kepemimpinan yang dinilai arogan.
Fenomena ini sekali lagi menegaskan bahwa pejabat publik berada di bawah sorotan masyarakat setiap saat. Perilaku sekecil apa pun dapat menjadi isu besar ketika direkam, diunggah, lalu diviralkan di media sosial.
Di tengah dinamika tersebut, komunikasi yang santun, transparan, dan bijaksana menjadi kunci bagi pejabat publik untuk menjaga kepercayaan masyarakat. (Red/abd).













