Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Ekonomi

Kolaborasi Kuat Kemensos dan Kemenparekraf Susun Kurikulum Ekonomi Kreatif

316
×

Kolaborasi Kuat Kemensos dan Kemenparekraf Susun Kurikulum Ekonomi Kreatif

Sebarkan artikel ini

Jakar­ta, SniperNew.id – Gen­erasi muda yang kre­atif dini­lai seba­gai kun­ci masa depan bangsa. Kesadaran ini­lah yang men­dorong Kementer­ian Sosial Repub­lik Indone­sia (Kemen­sos RI) bersama Kementer­ian Pari­wisa­ta dan Ekono­mi Kre­atif (Kemen­parekraf) men­jalin kolab­o­rasi strate­gis. Ked­ua kementer­ian ini sep­a­kat menyusun kuriku­lum khusus yang berfokus pada pengem­ban­gan keter­ampi­lan ekono­mi kre­atif sejak usia dini, seba­gai bagian dari pro­gram Seko­lah Raky­at, Jumat (29/08).

Langkah ini men­ja­di bagian pent­ing dari upaya pemer­in­tah men­dorong kemandiri­an kelu­ar­ga, sekali­gus men­jawab tan­ta­n­gan era dig­i­tal dan trans­for­masi ekono­mi yang ten­gah berlang­sung di Indone­sia.

Infor­masi men­ge­nai ker­ja sama terse­but dis­am­paikan lang­sung oleh akun res­mi Kemen­sos RI melalui ung­ga­han di media sosial. Dalam keteran­gan ter­tulis­nya, Kemen­sos mene­gaskan bah­wa gen­erasi muda kre­atif adalah aset berhar­ga yang menen­tukan arah pem­ban­gu­nan bangsa ke depan.

“Gen­erasi muda kre­atif adalah kun­ci masa depan bangsa. Melalui Seko­lah Raky­at, Kementer­ian Sosial bersama Kementer­ian Ekono­mi Kre­atif siap men­jalin kolab­o­rasi dalam ben­tuk penyusunan kuriku­lum ekono­mi kre­atif khusus,” tulis ung­ga­han res­mi terse­but.

Dalam ung­ga­han itu, dita­mpilkan pula sebuah video yang merekam momen perte­muan jajaran Kemen­sos den­gan per­wak­i­lan dari Kemen­parekraf. Para peja­bat tam­pak berdiskusi serius, mem­bicarakan gagasan besar ten­tang bagaimana kuriku­lum ekono­mi kre­atif dap­at diran­cang den­gan tepat sasaran, sekali­gus mudah diim­ple­men­tasikan di lapan­gan.

  BRMP Gandeng Sakata Seed Corporation untuk Kembangkan Impatiens 

Kuriku­lum yang sedang dis­usun ini diran­cang agar tidak hanya mem­bekali siswa den­gan keter­ampi­lan kre­atif sejak dini, tetapi juga mem­bu­ka jalan bagi kelu­ar­ga agar bisa lebih mandiri secara ekono­mi.

“Kuriku­lum ini nan­ti­nya akan mem­bekali para siswa den­gan keter­ampi­lan kre­atif sejak dini, sekali­gus seba­gai pem­bu­ka jalan agar kelu­ar­ga mere­ka bisa lebih mandiri,” tulis Kemen­sos RI dalam keteran­gan­nya.

Den­gan pen­dekatan terse­but, pemer­in­tah berharap gen­erasi muda tidak hanya memi­li­ki keter­ampi­lan akademis sema­ta, melainkan juga dibekali den­gan keter­ampi­lan prak­tis yang berni­lai ekono­mi.

Pro­gram Seko­lah Raky­at yang diin­isi­asi oleh Kemen­sos berfokus pada pem­ber­dayaan masyarakat melalui pen­didikan non­for­mal. Kini, den­gan adanya sen­tuhan ekono­mi kre­atif, Seko­lah Raky­at dihara­p­kan bisa men­ja­di wadah lahirnya ino­vasi anak bangsa.

Ekono­mi kre­atif sendiri memi­li­ki caku­pan luas, mulai dari seni, desain, kulin­er, teknolo­gi dig­i­tal, hing­ga pari­wisa­ta. Kolab­o­rasi lin­tas kementer­ian ini diyaki­ni mam­pu menanamkan nilai-nilai kewirausa­haan, kemandiri­an, dan ino­vasi sejak anak-anak masih bera­da di bangku seko­lah.

Den­gan sis­tem kuriku­lum yang jelas, anak-anak dap­at diarahkan untuk men­gasah keter­ampi­lan sesuai minat dan bakat mas­ing-mas­ing. Hal ini juga sejalan den­gan visi besar Indone­sia yang menar­getkan ekono­mi kre­atif seba­gai salah satu pilar uta­ma per­tum­buhan nasion­al di masa depan.

Selain berfokus pada siswa, kuriku­lum ini juga diran­cang agar mem­beri dampak posi­tif bagi kelu­ar­ga. Melalui pelati­han keter­ampi­lan kre­atif, dihara­p­kan orang tua dap­at ter­li­bat dalam men­dukung anak-anaknya mengem­bangkan poten­si.

Lebih jauh, kelu­ar­ga juga bisa men­da­p­atkan inspi­rasi untuk mem­u­lai usa­ha kecil berba­sis kreativ­i­tas. Den­gan begi­tu, dampak ekono­mi tidak hanya dirasakan indi­vidu, melainkan juga selu­ruh anggota kelu­ar­ga.

Langkah ini sekali­gus mem­perku­at per­an masyarakat seba­gai eko­sis­tem pen­dukung yang mam­pu men­dorong gen­erasi muda lebih per­caya diri dan mandiri.

  Margosari, Sentra Pisang dan Durian Kabupaten Pringsewu

Kemen­parekraf sela­ma ini aktif men­dorong sek­tor ekono­mi kre­atif seba­gai peng­ger­ak uta­ma per­tum­buhan nasion­al. Data dari Badan Pusat Sta­tis­tik (BPS) menun­jukkan bah­wa kon­tribusi sek­tor ekono­mi kre­atif ter­hadap Pro­duk Domestik Bru­to (PDB) Indone­sia terus meningkat seti­ap tahun­nya.

Den­gan kolab­o­rasi bersama Kemen­sos, visi jang­ka pan­jang yang ingin dica­pai bukan hanya pen­ingkatan angka per­tum­buhan ekono­mi, tetapi juga pen­cip­taan gen­erasi yang siap meng­hadapi per­sain­gan glob­al.

Keter­ampi­lan kre­atif yang ditanamkan sejak dini akan mem­per­si­ap­kan anak-anak agar tidak hanya men­ja­di pen­cari ker­ja, tetapi juga pen­cip­ta lapan­gan ker­ja. Hal ini men­ja­di pent­ing di ten­gah peruba­han lan­skap dunia ker­ja yang semakin dinamis.

Trans­for­masi dig­i­tal yang sedang melan­da dunia juga men­ja­di per­ha­t­ian dalam penyusunan kuriku­lum ini. Melalui kolab­o­rasi terse­but, dihara­p­kan para siswa bisa meman­faatkan teknolo­gi seba­gai alat untuk mengem­bangkan ide-ide kre­atif.

Kuriku­lum ekono­mi kre­atif nan­ti­nya akan mema­sukkan unsur peman­faatan media sosial, pemasaran dig­i­tal, hing­ga pen­gelo­laan usa­ha berba­sis teknolo­gi. Den­gan begi­tu, anak-anak sejak usia seko­lah sudah ter­biasa men­gop­ti­malkan plat­form dig­i­tal untuk mengem­bangkan poten­si diri dan usa­ha mere­ka.

Ung­ga­han Kemen­sos RI ten­tang kolab­o­rasi ini lang­sung menarik per­ha­t­ian pub­lik. Banyak war­ganet yang meni­lai langkah terse­but seba­gai ter­o­bosan pent­ing untuk mem­per­si­ap­kan gen­erasi masa depan yang lebih tang­guh.

Beber­a­pa komen­tar menekankan bah­wa pen­didikan yang mengede­pankan kreativ­i­tas san­gat rel­e­van den­gan kebu­tuhan zaman sekarang. Ada pula yang berharap agar kuriku­lum ekono­mi kre­atif ini benar-benar dit­er­ap­kan secara mer­a­ta, tidak hanya di kota-kota besar, tetapi juga di daer­ah pedesaan dan ter­pen­cil.

  Video Viral Diduga Tunjukkan Alat Makan Sekolah Dicuci dengan Air Kotor, Netizen Ramai Protes

Ker­ja sama antara Kemen­sos dan Kemen­parekraf menun­jukkan bah­wa pem­ban­gu­nan sum­ber daya manu­sia (SDM) tidak bisa dilakukan secara par­sial. Dibu­tuhkan sin­er­gi lin­tas sek­tor agar pro­gram yang dijalankan bisa tepat sasaran.

Kemen­sos yang sela­ma ini berfokus pada pem­ber­dayaan masyarakat, teruta­ma kelom­pok rentan, akan mem­perku­at aspek inklusi dalam pro­gram ini. Semen­tara Kemen­parekraf mem­bawa pen­gala­man dan kap­a­sitas dalam mengem­bangkan eko­sis­tem ekono­mi kre­atif nasion­al.

Sin­er­gi ked­u­anya diyaki­ni akan mem­per­cepat pros­es lahirnya SDM ung­gul, ino­vatif, dan mandiri.

Mes­ki demikian, penyusunan kuriku­lum ekono­mi kre­atif ten­tu bukan tan­pa tan­ta­n­gan. Salah satu tan­ta­n­gan terbe­sar adalah memas­tikan keterse­di­aan tena­ga pen­didik yang mam­pu men­ga­jarkan keter­ampi­lan kre­atif secara efek­tif.

Selain itu, per­lu ada dukun­gan fasil­i­tas, mulai dari ruang prak­tik, per­ala­tan kre­atif, hing­ga akses ter­hadap teknolo­gi dig­i­tal. Tan­pa dukun­gan terse­but, kuriku­lum yang dis­usun berpoten­si sulit diim­ple­men­tasikan secara opti­mal.

Namun, den­gan komit­men kuat dari ked­ua kementer­ian, tan­ta­n­gan ini bisa diatasi secara berta­hap. Hara­pan­nya, kuriku­lum ekono­mi kre­atif benar-benar bisa men­ja­di ger­akan nasion­al yang menyen­tuh selu­ruh lapisan masyarakat.

Kolab­o­rasi antara Kemen­sos dan Kemen­parekraf dalam menyusun kuriku­lum ekono­mi kre­atif menandai langkah baru dalam pem­ban­gu­nan pen­didikan Indone­sia. Den­gan memadukan aspek sosial dan ekono­mi kre­atif, pemer­in­tah ingin menc­etak gen­erasi yang tidak hanya cer­das secara akademis, tetapi juga ter­ampil, mandiri, dan ino­vatif.

Langkah ini sekali­gus men­ja­di upaya konkret mem­per­si­ap­kan masa depan bangsa agar mam­pu ber­saing di era glob­al­isasi. Gen­erasi muda yang kre­atif, mandiri, dan ino­vatif diyaki­ni akan men­ja­di motor peng­ger­ak uta­ma pem­ban­gu­nan ekono­mi Indone­sia di masa men­datang. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *