Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Hukum

Kisah Kejatuhan MIOS, Aktivis LSM Anti-Korupsi Tertangkap Dalam Kasus Korupsi DAK Perpustakaan Maros

1047
×

Kisah Kejatuhan MIOS, Aktivis LSM Anti-Korupsi Tertangkap Dalam Kasus Korupsi DAK Perpustakaan Maros

Sebarkan artikel ini
Gambar ilustrasi, Doc. Istumewa

Maros, SniperNew.id — Dunia aktivisme di Maros kem­bali ter­gun­cang den­gan kabar penangka­pan MIOS, seo­rang aktivis yang sela­ma ini dike­nal den­gan per­juan­gan­nya menen­tang korup­si. Terny­a­ta, pria yang juga men­ja­bat seba­gai ket­ua Lem­ba­ga Swa­daya Masyarakat (LSM) ini jus­tru ter­li­bat dalam skan­dal korup­si besar yang meli­batkan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk proyek reha­bil­i­tasi Dinas Per­pus­takaan Kabu­pat­en Maros. Penangka­pan MIOS mem­bu­ka tabir menge­jutkan di balik organ­isasi yang sela­ma ini memeran­gi prak­tik korup­si, Jum’at (10/1/ 2025).

Kasat Reskrim Pol­res Maros, Iptu Aditya P.D. Sejati, men­gungkap­kan bah­wa MIOS adalah otak dari tin­dak pidana korup­si yang merugikan negara hing­ga Rp 2,2 mil­iar. Anggaran yang berasal dari Kementer­ian Per­pus­takaan dan Kear­si­pan Nasion­al RI itu digu­nakan dalam proyek reha­bil­i­tasi yang sejatinya bertu­juan untuk mem­per­bai­ki fasil­i­tas per­pus­takaan di Maros. Namun, keny­ataan­nya proyek terse­but jus­tru penuh den­gan kecu­ran­gan dan pemal­suan.

  Penyerahan Dan Pengembangan Dua Tersangka Perkara Dugaan Korupsi Penjualan Aset Yayasan Batang Hari Sembilan

“Meskipun dike­nal seba­gai pejuang anti-korup­si, MIOS terny­a­ta ter­je­bak dalam prak­tik yang jauh dari nilai-nilai yang sela­ma ini ia per­juangkan. Dia adalah pihak yang pal­ing bertang­gung jawab dalam skan­dal ini,” ujar Iptu Aditya, saat kon­fer­en­si pers pada Jumat (10/1/2025).

MIOS, yang juga sem­pat mangkir dari pang­gi­lan pemerik­saan polisi sejak Desem­ber 2024, akhirnya ditangkap pada Ming­gu (5/1) di Keca­matan Turikale, Maros. “Kami telah mem­berikan dua kali pang­gi­lan, namun yang bersangku­tan tidak hadir. Maka dari itu, kami ter­pak­sa melakukan penangka­pan,” lan­jut Aditya.

Hasil inves­ti­gasi polisi men­gungkap bah­wa MIOS berper­an seba­gai penghubung uta­ma antara pihak-pihak yang ter­li­bat dalam proyek terse­but. Ia dila­porkan men­cari dana pin­ja­man untuk perusa­haan yang berhubun­gan den­gan proyek, sete­lah menge­tahui adanya lelang. Sayangnya, kegiatan yang dilak­sanakan jauh dari stan­dar yang diten­tukan. Banyak peker­jaan yang dik­er­jakan tidak sesuai den­gan anggaran, bahkan ada peker­jaan fik­tif yang tidak per­nah sele­sai.

“Proyek ini san­gat merugikan negara, kare­na peker­jaan yang seharus­nya dilakukan den­gan anggaran yang besar malah ter­bengkalai dan tidak sesuai den­gan spe­si­fikasi yang ada,” jelas Aditya.

Penangka­pan MIOS menam­bah daf­tar pan­jang kasus korup­si di Maros yang meli­batkan proyek DAK. Sebelum­nya, polisi telah mene­tap­kan lima ter­sang­ka lain yang ter­li­bat dalam kasus yang sama, ter­ma­suk ASN yang bertang­gung jawab seba­gai peja­bat pem­bu­at komit­men. “Penyidikan ini juga meli­batkan pelak­sana proyek, kon­sul­tan pen­gawasan, dan pelak­sana kon­sul­tan pen­gawas,” ungkap Aditya.

  TIM TABUR KEJATI SUMSEL BERHASIL AMANKAN DPO PENYALAHGUNAAN DANA KREDIT

MIOS kini dita­han di Rumah Tahanan Pol­res Maros. Polisi men­gungkap­kan bah­wa penangka­pan ini adalah langkah awal untuk mem­bongkar lebih dalam lagi ske­ma korup­si yang meli­batkan banyak pihak dalam proyek reha­bil­i­tasi ini. “Kami akan terus men­dala­mi kasus ini, dan berharap dap­at men­gungkap semua pihak yang ter­li­bat,” tegas Aditya.

Kasus ini men­ja­di tam­paran keras bagi masyarakat, khusus­nya aktivis LSM di Maros, yang sela­ma ini dike­nal mem­per­juangkan transparan­si dan pem­ber­an­tasan korup­si. “Kami ingin mengin­gatkan bah­wa per­juan­gan melawan korup­si harus dilakukan den­gan integri­tas yang ting­gi, dan tidak ada tem­pat bagi oknum yang jus­tru menyalah­gu­nakan posisi mere­ka untuk kepentin­gan prib­a­di,” ungkap seo­rang sum­ber di Pol­res Maros.

Komen­tar War­ga: Keke­ce­waan dan Hara­pan untuk Kead­i­lan

Her­il, seo­rang war­ga Maros, menyayangkan per­an gan­da yang dimainkan oleh MIOS. Seba­gai ket­ua LSM yang terke­nal den­gan sorotan tajam­nya ter­hadap prak­tik korup­si, MIOS jus­tru ter­li­bat dalam pelang­garan hukum yang merugikan masyarakat. “Kami san­gat kece­wa, bagaimana mungkin seo­rang yang seharus­nya memeran­gi korup­si malah ter­li­bat dalam hal ini? Ini benar-benar mengkhi­a­nati keper­cayaan pub­lik,” ujar Her­il den­gan nada kesal.

  PT Barapala Sesalkan Aksi Damai Berujung Ricu

Her­il juga men­curi­gai bah­wa MIOS bukan satu-sat­un­ya oknum yang ter­li­bat dalam per­mainan kotor ini. “Sayangnya, oknum-oknum lain di LSM juga ser­ing kali mengkri­tik dinas-dinas hanya untuk men­da­p­atkan dana hibah. Ini adalah masalah besar yang per­lu dis­e­lidi­ki lebih lan­jut,” lan­jut­nya.

Ia berharap agar aparat pene­gak hukum tidak hanya berhen­ti pada MIOS, tetapi juga melakukan pemerik­saan lebih men­dalam ter­hadap lapo­ran per­tang­gung­jawa­ban dana hibah yang diter­i­ma oleh berba­gai LSM. “Kami ingin agar dana hibah yang diberikan pemer­in­tah kepa­da LSM diperik­sa den­gan transparan­si, agar tidak ada lagi yang dis­alah­gu­nakan untuk kepentin­gan prib­a­di,” tan­das Her­il.

Kasus ini mengin­gatkan kita bah­wa korup­si bisa datang dari sia­pa saja, bahkan dari mere­ka yang seharus­nya men­ja­di gar­da ter­de­pan dalam pem­ber­an­tasan korup­si. Pene­gakan hukum yang tegas dan transparan­si dalam pen­gelo­laan anggaran negara men­ja­di kun­ci untuk mence­gah ter­jadinya prak­tik-prak­tik yang merugikan masyarakat. (Syam­sir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *