Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Terupdate

Kemacetan Parah, Proyek Rp 157 Miliar Jalan Poros Maros-Bone Belum Tuntas, FHO Tertunda

883
×

Kemacetan Parah, Proyek Rp 157 Miliar Jalan Poros Maros-Bone Belum Tuntas, FHO Tertunda

Sebarkan artikel ini

Maros, SniperNew.id – Proyek preser­vasi Jalan Poros Maros-Batas Kabu­pat­en Bone seni­lai Rp 157,35 mil­iar kem­bali men­u­ai kri­tik tajam. Hing­ga kini, pros­es Final Hand Over (FHO) ter­tun­da kare­na sejum­lah peker­jaan belum ram­pung. Mate­r­i­al yang berser­akan di beber­a­pa titik turut mem­per­parah kemac­etan, memicu keluhan war­ga yang ter­je­bak antre­an pan­jang seti­ap harinya.

**Proyek Belum Ram­pung, Kemac­etan Tak Ter­hin­dark­an**

Proyek yang dikelo­la oleh KSO PT Lam­bok Arta Gaya bersama Bal­ai Besar Pelak­sanaan Jalan Nasion­al (BBPJN) men­cakup berba­gai kom­po­nen, ter­ma­suk pemeli­haraan rutin jalan sep­a­n­jang 65,71 km dan reha­bil­i­tasi jalan strate­gis 31,49 km. Namun, penger­jaan lam­bat dan kurangnya koor­di­nasi di lapan­gan mem­bu­at proyek ini jauh dari sele­sai.

  Dirjen Pajak Tinjau Layanan SPT Tahunan di Sleman

Mate­r­i­al kon­struk­si yang berser­akan di ping­gir jalan mem­bu­at jalur menyem­pit, sehing­ga antre­an kendaraan ker­ap men­gu­lar. Beber­a­pa ruas jalan juga bergelom­bang dan belum dias­pal sem­pur­na, mem­ba­hayakan peng­gu­na jalan.

**LSM Pekan 21: “War­ga Jadi Kor­ban Keti­dakpro­fe­sion­alan”**

Sekre­taris Jen­der­al LSM Pekan 21, Amir Kadir, S.H., meny­atakan keke­ce­waan­nya ter­hadap lam­bat­nya penye­le­sa­ian proyek ini.

“Proyek ini tidak hanya berdampak pada kual­i­tas infra­struk­tur, tetapi juga menyengsarakan masyarakat. Jalan sem­pit dan macet, war­ga kehi­lan­gan wak­tu dan tena­ga kare­na harus men­cari jalur alter­natif,” tegas Amir. Ming­gu (5/1/2025)

Ia mende­sak pemer­in­tah mem­berikan sanksi tegas kepa­da kon­trak­tor jika proyek ini terus ter­tun­da.

  Drama Buka Tutup Koperasi Desa Merah Putih

**Suara War­ga: “Kami Butuh Solusi Cepat!”**

Keluhan datang dari peng­gu­na jalan seper­ti Rudi (35), pen­gen­dara motor yang seti­ap hari mele­wati jalan terse­but.

“Seti­ap pagi saya harus men­gantre ham­pir satu jam kare­na jalan dipersem­pit untuk proyek. Kalau begi­ni terus, kami yang dirugikan,” ujarnya.

Beber­a­pa penge­mu­di mobil juga men­geluhkan kerusakan kendaraan aki­bat jalan yang tidak rata. “Ban mobil saya sam­pai pec­ah kare­na jalan berlubang. Apa ini yang dise­but proyek infra­struk­tur strate­gis?” keluh seo­rang war­ga.

**Proyek Bermasalah: Pela­jaran dari Kasus Lain**

Masalah proyek Maros-Bone mengin­gatkan pada dua kasus besar:

1. Sumat­era Barat (2023): Proyek jalan Padang-Painan seni­lai Rp 32,7 mil­iar men­gala­mi manip­u­lasi mate­r­i­al, merugikan negara Rp 3,5 mil­iar.

2. Kali­man­tan Timur (2024): Proyek jalan indus­tri seni­lai Rp 50 mil­iar meng­gu­nakan mate­r­i­al pal­su, menye­babkan keru­gian Rp 8,2 mil­iar.

  Gas Pol Bangun IKN: Cerita Hangat di Balik Sosok Pak Bas

Ked­ua kasus ini menun­jukkan lemah­nya pen­gawasan proyek besar yang didanai APBN.

**FHO Ter­tun­da: Jalan Masih Retak dan Amblas**

Peker­jaan belum memenuhi stan­dar tek­nis. “Beber­a­pa bagian jalan sudah retak sebelum digu­nakan. Ini menan­dakan ada masalah serius dalam penger­jaan,” ungkap Amir Kadir.

Ia menekankan pent­ingnya audit menyelu­ruh untuk memas­tikan dana raky­at tidak dis­alah­gu­nakan.

Hara­pan War­ga: Segera Sele­saikan Proyek!

Masyarakat mende­sak pemer­in­tah dan kon­trak­tor menye­le­saikan proyek ini den­gan segera. “Kami sudah cukup sabar. Jan­gan biarkan proyek ini terus molor tan­pa kepas­t­ian,” kata seo­rang war­ga.

Hing­ga saat ini, proyek seni­lai ratu­san mil­iar ini belum mendekati penye­le­sa­ian, semen­tara masyarakat terus menang­gung dampaknya. Tan­pa pen­gawasan dan pene­gakan hukum yang tegas, proyek ini berpoten­si men­ja­di catatan buruk dalam pem­ban­gu­nan infra­struk­tur nasion­al. (Syam­sir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *