Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Terupdate

Keluarga Kesal,Polres Sergai tidak Tetapkan Pasal Pembunuhan Berencana Menangani Kasus Suami Bunuh Istri, Saat Live Karoke Bernyanyi Di Facebook

729
×

Keluarga Kesal,Polres Sergai tidak Tetapkan Pasal Pembunuhan Berencana Menangani Kasus Suami Bunuh Istri, Saat Live Karoke Bernyanyi Di Facebook

Sebarkan artikel ini

Sergai.SniperNew.id Kasus sua­mi bunuh istri Her­tali­na Siman­jun­tak, Agus Herbin Tam­bunan, pada hari sab­tu tang­gal 2 Novem­bet 2024, satu bulan yang lalu pol­res Ser­dang Beda­gai tidak prope­sion­al dalam menan­gani kasus kakak saya ungkap, Noni Roy­ana Siman­jun­tak pada awak media, Agus Tam­bunan itu bohong dalam mem­berikan keteran­gan pada polisi,“ujarnya Rabu 18 Desem­ber 2024

Sam­bung Noni, kami tidak ter­i­ma pasal yang di kasih pihak kepolisian pada Agus Herbin Tam­bunan di warung tuak di siong­gang uda kelu­ar kata kata akan mem­bunuh dan mau minum darah kakak, sam­bil meniru keteran­gan kata orang yang ada di kedai tuak itu mar­ga Huta­pea sel­ingkuh ku bunuh sam­bil memukul meja gelas tuak pun ber­jatuhan tuak pun tumpah ucap Agus Herbin Tam­bunan di den­gar orang banya sam­bil mening­galkan kedai tuak,” tuturnya

  PENTINGNYA PERAN APIP DALAM SURVEY PENILAIAN INTEGRITAS

“Boy Edu Edi­son Siman­jun­tak men­gatakan kami uda mem­bawakan satu orang yang ada di kedai tuak itu seba­gai sak­si akan tetapi polisi men­gatakan kalau tidak satu meja ngak bisa pada hal jarak mar­ga Huta­pea itu cuma selisih satu meja dari meja Agus Tam­bunan, seharus­nya pelaku di jatuhi huku­man mati soal­nya uda di ren­canakan dia dari kedai tuak itu tapi polisi mem­berikan keteran­gan pada kami kalau huku­man mati dia harus bawa pisaun­ya dari luar,“ujar pak kasat,“ucap Boy

Lan­jut Boy, biar tahu bapak Agus ini orangnya selalu tem­pra­men jika mem­inta uang dia sama almarhum ito saya (kakak), jika tidak ter­penuhi selalu men­gan­cam den­gan kata kata ku bunuh kau dan bahkan di depan orang tua ku Agus men­gelu­arkan kata akan ada satu orang darah­nya ku minum, kami selalu diam sebab almarhum ito ini men­gatakan bapak/mamak, kita semua jan­gan di bawa kehati nan­ti dia berubah itu ucap ito Her­tali­na almarhum,“pungkas Boy

  Polres Labuhanbatu Turunkan Tim Kesehatan Ke Posko Masyarakat Penentang Beroperasinya PKS

“Ucap Friskawati Melani Tam­bunan, keti­ka para awak media wawan­cara dia berka­ta, kalau kami orang batak bapak bapak saya ini adek iparnya (Inang Bao) harus men­ja­ga apa yang akan dia katakan atau dalam satu ruan­gan pun dia pan­tang tapi dia itu tidak malu selalu aku yang kelu­ar memang manu­sianya tidak ada malu. Seba­gai seo­rang laki laki harus­nya bertang­gung jawab tapi dia itu selalu malas malasan, sedan­gkan almarhum eda itu sam­bil men­go­b­atin orang-orang sak­it dia itu kalau di suruh con­tohnya coba motong motong ramuan lengkuas, sre, dll, yang akan di rebus tidak mau terus per­gi dia entah kem­ana nan­ti pulang ten­gah malam lan­taran rumah kami berdampin­gan jadi keden­garan suara sepa­da motornya,“tutup friskawati

“Killer Siman­jun­tak, orang tua kor­ban Her­tali­na Siman­jun­tak berharap mem­o­hon pada Bapak Pres­i­den Prabowa Subianto, Kapol­ri, Kapol­da Sumat­era Utara saya selaku orang tua tidak ter­i­ma huku­man yang di buat pol­res ser­dang beda­gai ter­hadap Agus Herbin Tam­bunan, yang dijer­at den­gan Pasal 338 KUHP sub­sider Pasal 351 ayat 3 KUHP, yang anca­man 7–15 tahun, mari ku bunuh dia itu biar ku jalani huku­man segi­tu ngak apa apa yang pent­ing dia mati sem­bari killer emosi, saya minta harus di kasih pasal huku­man mati atau seu­mur hidup, soal­nya dia manu­sia iblis (Setan) yang tidak ada tahu adat sopan san­tun ter­hadap mer­tu­anya baik sama sia­pa pun, Agus ini per­nah memukuli orang tua orang kita jawa nama suriy­ono alias somad anak anaknya datang mau mengeroyok sia­gus saya mohon mohon minta damai kami mem­ba­yar uang per­o­batan dua juta rupi­ah, biar kalian tahu uang almarhum anak ku yang mem­ba­yarnya dari mana ada uangnya dia aja tahun­ya minta uang seti­ap hari sem­bari meneteskan air mata sem­bari men­gakhiri wawan­cara kepa­da para awak media,“tutup killer(tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *