Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Bantuan BOS

Kasus RPU Kutai Timur Kembali Bergulir, Sejumlah Anggota DPRD Akan Dipanggil

48
×

Kasus RPU Kutai Timur Kembali Bergulir, Sejumlah Anggota DPRD Akan Dipanggil

Sebarkan artikel ini

Kutai Timur –Snipernew.id

Penan­ganan kasus dugaan peny­im­pan­gan anggaran dalam proyek pen­gadaan Rice Pro­cess­ing Unit (RPU) milik Dinas Keta­hanan Pan­gan Kabu­pat­en Kutai Timur kem­bali bergulir.

Aparat pene­gak hukum dari Direk­torat Reserse Krim­i­nal Khusus (Ditreskrim­sus) Pol­da Kali­man­tan Timur dik­abarkan akan melan­jutkan pros­es pemerik­saan den­gan memang­gil sejum­lah sak­si, ter­ma­suk beber­a­pa anggota DPRD Kutai Timur.

Infor­masi yang dihim­pun menye­butkan bah­wa penyidik beren­cana melakukan pemang­gi­lan sak­si dalam wak­tu dekat guna men­dala­mi berba­gai aspek dalam perkara yang berkai­tan den­gan proyek pen­go­la­han beras terse­but.

Pemang­gi­lan ini dilakukan untuk mem­perku­at pros­es penye­lidikan ter­hadap dugaan penyalah­gu­naan anggaran pada proyek yang bersum­ber dari APBD Tahun Anggaran 2024.

  Polemik Biaya Seragam SMKN 9 Bandar Lampung, Wali Murid Mengeluh, LSM Desak Disdik Audit Lapangan

Kasus ini sebelum­nya telah mema­su­ki tahap baru sete­lah penyidik mene­tap­kan tiga orang seba­gai ter­sang­ka pada Desem­ber 2025 lalu.

Keti­ga ter­sang­ka terse­but diduga ter­li­bat dalam peny­im­pan­gan anggaran pada proyek pen­gadaan fasil­i­tas pen­go­la­han beras yang dikelo­la oleh Dinas Keta­hanan Pan­gan Kabu­pat­en Kutai Timur.

Dalam pros­es lan­ju­tan yang akan dilakukan, penyidik tidak hanya memerik­sa pihak pelak­sana proyek maupun peja­bat terkait di lingkun­gan dinas.

Sejum­lah anggota DPRD Kutai Timur juga dise­but akan dim­intai keteran­gan seba­gai sak­si untuk meng­gali infor­masi terkait mekanisme pen­gawasan anggaran ter­hadap pro­gram terse­but.

Pemang­gi­lan anggota leg­is­latif terse­but berkai­tan den­gan fungsi pen­gawasan yang dim­i­li­ki DPRD ter­hadap pelak­sanaan pro­gram pemer­in­tah daer­ah, ter­ma­suk dalam peng­gu­naan anggaran pub­lik. Penyidik ingin menge­tahui sejauh mana pros­es pen­gawasan dilakukan sela­ma proyek pen­gadaan Rice Pro­cess­ing Unit berlang­sung.

  Chat Singkat, Polemik Panjang

Selain menelusuri dugaan peny­im­pan­gan pada proyek RPU, penyidik juga dik­abarkan akan men­dala­mi sejum­lah per­soalan lain yang berkai­tan den­gan peng­gu­naan anggaran di lingkun­gan DPRD Kutai Timur.

Salah satu isu yang turut men­cu­at adalah dugaan peng­gu­naan anggaran per­jalanan dinas yang diduga tidak sesuai den­gan kegiatan yang dilak­sanakan.

Seo­rang war­ga Kutai Timur yang eng­gan dise­butkan namanya men­gungkap­kan bah­wa masyarakat berharap pros­es hukum dalam kasus ini dap­at ber­jalan secara transparan dan objek­tif.

Menu­rut­nya, perkara terse­but menyangkut peng­gu­naan dana pub­lik sehing­ga per­lu ditan­gani secara serius oleh aparat pene­gak hukum.

“Pub­lik ten­tu berharap pros­es hukum ber­jalan secara adil dan ter­bu­ka. Sia­pa pun yang ter­buk­ti ter­li­bat harus dipros­es sesuai keten­tu­an hukum yang berlaku,” ujarnya, Kamis (5/3/2026).

Proyek pen­gadaan Rice Pro­cess­ing Unit sendiri pada awal­nya diran­cang seba­gai pro­gram strate­gis daer­ah untuk men­dukung keta­hanan pan­gan ser­ta meningkatkan kual­i­tas pen­go­la­han hasil panen padi.

  Pinca BRI Pematangsiantar Alvin Nur Muhammad Tegaskan KUR Dorong UMKM Naik Kelas

Fasil­i­tas terse­but dihara­p­kan mam­pu mem­ban­tu petani dalam meningkatkan nilai tam­bah hasil pro­duk­si per­tan­ian.

Namun, muncul­nya dugaan peny­im­pan­gan anggaran dalam proyek terse­but jus­tru memu­nculkan kekhawati­ran di ten­gah masyarakat terkait pen­gelo­laan dana pub­lik dan efek­tiv­i­tas pen­gawasan ter­hadap pro­gram pem­ban­gu­nan daer­ah.

Sejum­lah penga­mat meni­lai bah­wa kasus ini juga men­ja­di ujian bagi transparan­si dan akunt­abil­i­tas dalam pen­gelo­laan anggaran daer­ah.

Jika dalam pros­es hukum nan­ti­nya dite­mukan keter­li­batan pihak lain, penyidik dihara­p­kan dap­at menin­dak­lan­ju­ti secara pro­fe­sion­al tan­pa pan­dang bulu.

Masyarakat kini menung­gu perkem­ban­gan lebih lan­jut dari pros­es penyidikan yang dilakukan aparat pene­gak hukum.

Pub­lik berharap penan­ganan kasus ini dap­at dilakukan secara ter­bu­ka dan tun­tas sehing­ga mem­berikan kepas­t­ian hukum ser­ta men­ja­ga keper­cayaan masyarakat ter­hadap lem­ba­ga pene­gak hukum.

(Onnel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *