Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Hukum

Kasus Penemuan Mayat Bayi di Medang Deras, Batu Bara: Kritik Publik terhadap Kinerja Kepolisian Polsek Medang Deras yang Lamban

271
×

Kasus Penemuan Mayat Bayi di Medang Deras, Batu Bara: Kritik Publik terhadap Kinerja Kepolisian Polsek Medang Deras yang Lamban

Sebarkan artikel ini

Batu Bara – 25 Okto­ber 2024.Snipernew.id.

Kasus pen­e­muan may­at bayi perem­puan yang men­ga­pung di ali­ran iri­gasi Simod­ong, Dusun Sabar, Desa Pakam Raya, Keca­matan Medang Deras, Kabu­pat­en Batu Bara, telah meng­gun­cang masyarakat setem­pat sejak dite­mukan pada Sab­tu, 9 Maret 2024.

Jasad bayi terse­but dite­mukan oleh seo­rang petani berna­ma Nel­son Pasaribu (40 tahun) dan putranya, Marko Pasaribu (15 tahun), saat men­jala ikan di sun­gai sek­i­tar pukul 14.00 WIB.

  Kantor PAC Pemuda Batak Bersatu dirusak, LP belum ada tindak lanjut di polres Belawan*

Pen­e­muan ini son­tak mem­bu­at masyarakat ger­am dan pri­hatin, mengin­gat kon­disi bayi yang tak bernyawa terse­but diperki­rakan beru­sia 28 hing­ga 30 ming­gu.

Dugaan awal menye­butkan bah­wa bayi terse­but kemu­ngk­i­nan dibuang oleh orang tuanya.

Namun, hing­ga saat ini, ham­pir tujuh bulan sejak pen­e­muan, penye­lidikan yang dilakukan oleh Polsek Medang Deras belum mem­buahkan hasil yang sig­nifikan terkait iden­ti­tas pelaku.

Lam­ban­nya pros­es pen­gungka­pan kasus ini memicu keke­ce­waan masyarakat ter­hadap kepemimp­inan Kapolsek Medang Deras, AKP Abdi Tansar.

Mere­ka meni­lai bah­wa kepolisian setem­pat kurang cekatan dan pro­fe­sion­al dalam menan­gani kasus serius seper­ti ini.

  Diduga Demi Dibeli Murah, Tujuh Sapi Warga Nganjuk Diracun

Rudi, seo­rang jur­nalis sekali­gus war­ga Medang Deras, secara ter­bu­ka mengkri­tik kin­er­ja kepolisian dan meni­lai bah­wa keter­lam­bat­an ini mencer­minkan kurangnya kemam­puan Polsek Medang Deras dalam menye­le­saikan kasus-kasus yang memer­lukan ketelit­ian dan kete­gasan.

“Ya, terkait kasus kema­t­ian bayi perem­puan itu, yang sudah tujuh bulan lamanya, saya anggap dalam kepemimp­inan Kapolsek Medang Deras, AKP Abdi Tansar, seper­ti tidak mam­pu men­gungkap kasus terse­but,” ungkap Rudi.

Ia menekankan bah­wa masyarakat mem­bu­tuhkan kead­i­lan dan tin­dakan tegas dari aparat, teruta­ma untuk menangkap pelaku yang telah mem­buang bayi terse­but hing­ga men­gak­i­batkan kema­tian­nya.

Rudi maupun awak media mende­sak Kapol­res Batu Bara, AKBP Tau­fik Hiday­at, untuk men­copot jabatan Kapolsek Medang Deras yang diang­gap tidak mam­pu men­gungkap kasus terse­but.

  Dugaan Pemukulan Oleh Pekerja Tambang Ilegal di Ketapang, Kasus Korban Mandek, Publik Pertanyakan Komitmen Hukum

Mere­ka berharap kepemimp­inan baru yang lebih kom­pe­ten dan berkomit­men mam­pu mem­per­cepat penye­le­sa­ian kasus ini.

Rudi juga menam­bahkan bah­wa, “Kasus ini bukan hanya soal hukum, tetapi menyen­tuh sisi kemanu­si­aan yang men­dalam.

Hing­ga beri­ta ini ditu­runk­an, Kapolsek Medang Deras belum mem­berikan tang­ga­pan res­mi terkait tun­tu­tan ini.

Kasus pen­e­muan may­at bayi di Medang Deras ini bukan hanya men­ja­di per­ha­t­ian masyarakat namun juga men­ja­di ujian bagi kepolisian setem­pat dalam menun­jukkan pro­fe­sion­al­isme dan kecepatan mere­ka dalam menye­le­saikan kasus-kasus yang menyen­tuh sisi kemanu­si­aan masyarakat” tut­up rudi

Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *