Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Daerah

Karaoke Dini Hari di Pasar Tanjung Mojokerto Picu Keluhan Warga

271
×

Karaoke Dini Hari di Pasar Tanjung Mojokerto Picu Keluhan Warga

Sebarkan artikel ini

Mojok­er­to, SniperNew.id – Aktiv­i­tas karaoke di ten­gah malam di kawasan Pasar Tan­jung, Mojok­er­to, men­ja­di sorotan pub­lik. Keluhan terse­but per­ta­ma kali diung­gah oleh seo­rang war­ganet melalui media sosial Threads dan kini ramai dibicarakan masyarakat kare­na diang­gap meng­gang­gu kete­nan­gan war­ga sek­i­tar, Ming­gu (24/08/2025)

Dalam ung­ga­han­nya, akun berna­ma liem­fuk­liang menye­but bah­wa suara musik keras ter­den­gar dari area pasar pada pukul 02.00 dini hari. Menu­rut­nya, kegiatan terse­but menim­bulkan polusi suara dan meng­gang­gu war­ga yang sedang beri­s­ti­ra­hat.

“Mojok­er­to daru­rat pence­maran suara. Nah ini jam 02.00 bisa-bisanya karaoke di pasar. San­gat meng­gang­gu orang lain. Emang ini diskotik? Diskotik saja ruan­gan 1 bun­yi, ruan­gan 2 nggak den­gar apa-apa. Tam­bah banyak orang aneh yang merasa nyetel musik keras-keras itu biasa. Jadi mere­ka seenaknya sendiri. Mohon segera ditert­ibkan. Lokasi sek­i­tar Pasar Tan­jung, Jalan Tan­jung no. 24,” tulis­nya dalam ung­ga­han terse­but.

Ung­ga­han itu juga dis­er­tai foto suasana pasar malam hari yang mem­per­li­hatkan beber­a­pa orang duduk di bawah ten­da den­gan per­ala­tan karaoke. Di sek­i­tarnya tam­pak aktiv­i­tas jual beli yang masih berlang­sung, menan­dakan bah­wa area terse­but masih aktif meskipun sudah larut malam.

  Pelajar Pesawaran Tembus Grand Final Duta Siswa Indonesia 2026

Banyak war­ganet mere­spons ung­ga­han terse­but den­gan beragam pen­da­p­at. Seba­gian besar men­gungkap­kan kere­sa­han yang sama terkait kebisin­gan di malam hari, teruta­ma di kawasan pemuki­man. Menu­rut mere­ka, musik yang diputar keras-keras, apala­gi di wak­tu dini hari, san­gat meng­gang­gu kete­nan­gan war­ga yang mem­bu­tuhkan wak­tu isti­ra­hat.

Fenom­e­na karaoke di area pasar memang bukan hal baru. Beber­a­pa peda­gang atau pen­gun­jung meman­faatkan wak­tu sen­g­gang untuk bernyanyi bersama sam­bil melepas penat sete­lah sehar­i­an bek­er­ja. Namun, aktiv­i­tas terse­but menim­bulkan dile­ma keti­ka dilakukan tan­pa mem­per­hatikan wak­tu dan kenya­manan lingkun­gan sek­i­tar.

Pence­maran suara atau noise pol­lu­tion men­ja­di salah satu masalah yang ker­ap dia­baikan, pada­hal memi­li­ki dampak negatif ter­hadap kese­hatan. Gang­guan tidur, stres, hing­ga penu­runan kual­i­tas hidup men­ja­di beber­a­pa efek yang bisa muncul aki­bat paparan kebisin­gan yang berlebi­han.

Ung­ga­han terse­but juga meny­ing­gung soal lemah­nya atu­ran terkait kebisin­gan di area pub­lik. “Gak ada atu­ran,” tulis­nya den­gan nada kesal, dis­er­tai sejum­lah tagar seper­ti #mojok­er­to, #pence­maran­suara, #daru­rat, #gakadaat­u­ran, dan #meng­gang­gu.

Hal ini menun­jukkan bah­wa war­ga berharap adanya kete­gasan dari pihak berwe­nang untuk men­gatur aktiv­i­tas hibu­ran di ruang pub­lik, khusus­nya yang dilakukan di luar jam wajar. Beber­a­pa daer­ah di Indone­sia memi­li­ki per­at­u­ran daer­ah (Per­da) terkait batasan tingkat kebisin­gan, namun pene­gakan­nya ser­ing kali belum mak­si­mal.

Apa­bi­la tidak diatur den­gan jelas, aktiv­i­tas seper­ti karaoke di tem­pat umum bisa memicu kon­flik sosial antara pihak yang menikmati hibu­ran dan war­ga yang merasa ter­gang­gu. Dalam kon­teks Pasar Tan­jung Mojok­er­to, situ­asi ini berpoten­si menim­bulkan kete­gan­gan antara peda­gang, pen­gun­jung pasar, dan masyarakat sek­i­tar.

  Upah Guru Honorer Disorot, Warganet Bandingkan dengan Sopir MBG

Masyarakat yang meli­hat ung­ga­han terse­but berharap pihak terkait segera turun tan­gan men­ert­ibkan aktiv­i­tas karaoke di jam yang tidak semestinya. Langkah ini pent­ing untuk men­ja­ga ketert­iban umum sekali­gus menghin­dari poten­si masalah yang lebih besar di kemu­di­an hari.

Pemer­in­tah daer­ah bersama aparat pene­gak hukum dihara­p­kan dap­at mem­berikan sosial­isasi kepa­da peda­gang dan masyarakat ten­tang pent­ingnya men­ja­ga kete­nan­gan lingkun­gan. Selain itu, pen­gat­u­ran jam opera­sion­al hibu­ran di area pub­lik juga diper­lukan agar semua pihak merasa nya­man.

Pen­ert­iban bukan berar­ti melarang masyarakat untuk menikmati hibu­ran, melainkan menye­im­bangkan hak seti­ap indi­vidu agar tidak sal­ing merugikan. Hibu­ran yang dilakukan den­gan mem­per­hatikan wak­tu, tem­pat, dan vol­ume suara ten­tu akan lebih diter­i­ma oleh masyarakat luas.

Video yang diung­gah liem­fuk­liang juga men­ja­di potret nya­ta aktiv­i­tas pasar malam di Mojok­er­to. Ter­li­hat beber­a­pa orang berkumpul di bawah ten­da, kemu­ngk­i­nan meru­pakan peda­gang atau pen­gun­jung pasar yang masih berak­tiv­i­tas. Di belakang mere­ka tam­pak kios sayur-mayur dan dagan­gan lain­nya.

Fenom­e­na pasar malam memang laz­im dite­mukan di berba­gai daer­ah, di mana aktiv­i­tas ekono­mi berlang­sung hing­ga larut malam. Namun, penam­ba­han kegiatan karaoke den­gan vol­ume suara ting­gi jelas menam­bah dimen­si baru yang tidak selalu posi­tif.

Di satu sisi, karaoke bisa men­ja­di sarana hibu­ran murah bagi masyarakat dan peda­gang untuk menghi­langkan penat. Namun, tan­pa atu­ran yang jelas, kegiatan terse­but bisa menim­bulkan keluhan dan beru­jung kon­flik.

  Lubang Tambang Batubara Berau Picu Kekhawatiran Publik

Untuk men­gatasi masalah pence­maran suara seper­ti yang ter­ja­di di Pasar Tan­jung, dibu­tuhkan kesadaran kolek­tif dari selu­ruh pihak. Peda­gang dan pen­gun­jung pasar dihara­p­kan mema­ha­mi pent­ingnya men­ja­ga kete­nan­gan lingkun­gan. Semen­tara itu, pemer­in­tah dan aparat terkait per­lu mem­berikan solusi yang adil, mis­al­nya den­gan menye­di­akan zona khusus hibu­ran yang jauh dari pemuki­man atau mene­tap­kan batasan jam karaoke.

Edukasi men­ge­nai dampak kebisin­gan juga pent­ing dilakukan. Banyak orang tidak menyadari bah­wa kebisin­gan dap­at memen­garuhi kese­hatan men­tal dan fisik. Den­gan adanya kesadaran bersama, dihara­p­kan kegiatan hibu­ran dap­at tetap berlang­sung tan­pa men­gor­bankan kenya­manan war­ga lain­nya.

Kasus karaoke dini hari di Pasar Tan­jung Mojok­er­to men­ja­di con­toh nya­ta bagaimana aktiv­i­tas hibu­ran di ruang pub­lik harus diatur den­gan bijak. Kese­im­ban­gan antara hak untuk menikmati hibu­ran dan hak masyarakat untuk men­da­p­atkan kete­nan­gan harus dija­ga.

Ung­ga­han liem­fuk­liang telah mem­bu­ka mata banyak orang ten­tang pent­ingnya kesadaran akan pence­maran suara dan per­lun­ya atu­ran yang jelas di masyarakat. Kini, bola bera­da di tan­gan pihak berwe­nang untuk menin­dak­lan­ju­ti keluhan terse­but dan men­cari solusi ter­baik demi ter­cip­tanya lingkun­gan yang lebih har­mo­nis.

Den­gan adanya per­ha­t­ian ter­hadap isu ini, dihara­p­kan Mojok­er­to dan daer­ah lain bisa men­ja­di con­toh bagaimana masyarakat dap­at hidup berdampin­gan den­gan sal­ing meng­hor­mati hak mas­ing-mas­ing, ter­ma­suk hak untuk menikmati hibu­ran dan hak untuk beri­s­ti­ra­hat den­gan ten­ang.

Edi­tor: (Ahmad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *