Pandeglang, SniperNew.id — Senin 07 Juli 2025 Dugaan intimidasi terhadap Ketua DPC Gabungan Wartawan Indonesia (GWI) Kabupaten Pandeglang oleh oknum pelaksana proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) jaringan perpipaan di Desa Ranca Tereup, Kecamatan Labuan, menuai reaksi keras dari Ketua DPD GWI Provinsi Banten, Syamsul Bahri.
Syamsul secara tegas menyatakan bahwa wartawan memiliki fungsi kontrol sosial yang dilindungi undang-undang. “Kami lembaga kontrol. Ketika tupoksi kami dijalankan sesuai koridor, jangan coba-coba mengancam kami. Tidak takut ente jual, kami borong,” tegasnya kepada media.
Pernyataan ini merespons aksi oknum pelaksana proyek yang diduga mengancam dan mengintimidasi Ketua GWI Pandeglang, Raeynold Kurniawan, usai berita soal pekerja proyek yang tidak mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) dipublikasikan.
Raeynold menjelaskan bahwa dirinya telah mengirimkan link pemberitaan kepada pihak pelaksana beberapa hari sebelum insiden. Namun, tidak ada tanggapan hingga Minggu malam (6/7/2025), ketika nomor WhatsApp oknum pelaksana kembali aktif dan merespons dengan nada arogan serta mengajak berduel secara fisik.
“Oknum itu mengirimkan foto para pekerja memakai APD. Tapi kami punya bukti video yang menunjukkan para pekerja bekerja tanpa APD di ketinggian sekitar 10 meter. Ini bukan soal saling klaim, tapi soal keselamatan dan etika kerja,” ujar Raeynold kepada rekan-rekan media.
Lebih lanjut, Raeynold mengecam tindakan pelaksana proyek yang dinilai tidak profesional dan mencoba mengkerdilkan peran pers sebagai pilar keempat demokrasi. Ia menilai intimidasi semacam ini merupakan bentuk pembungkaman terhadap kebebasan pers.
Syamsul Bahri menambahkan bahwa pihaknya akan membawa kasus ini ke ranah hukum. “Kalau ada pemberitaan yang dianggap tidak berimbang, silakan gunakan hak jawab. Bukan dengan mengancam atau menantang wartawan. Kami tidak akan diam,” ujarnya.
DPD GWI Banten mendesak dinas terkait untuk segera mengevaluasi dan memberikan sanksi terhadap oknum pelaksana proyek yang diduga tidak hanya melanggar aturan keselamatan kerja, tetapi juga etika dalam bermitra dengan media.
//Tim GWI//













