Kuansing, SniperNew.id — Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, menarik perhatian warganet lewat aksinya mengikuti tren viral “pacu jalur” meski hanya dari kursi kerjanya. Akun Instagram @lisyakumala2 membagikan video yang memperlihatkan dirinya mengenakan seragam dinas lengkap sambil duduk dan menirukan gerakan mendayung yang identik dengan olahraga tradisional Pacu Jalur, Selasa 29 Juli 2025.
“Ikutan yang lagi viral, walaupun disini gak ada pacu jalur, di kursi pun jadi yaa 😎 #pacujalur #kuansing,” tulisnya dalam caption unggahan tersebut.
Dalam video, wanita yang diketahui bernama Ayu ini tampil percaya diri dan ekspresif, memainkan gerakan tangan dan tubuh layaknya sedang mendayung perahu. Dengan latar dinding polos dan duduk di kursi kantor, ia seolah menyampaikan pesan bahwa semangat mengikuti budaya daerah tak harus berada di lokasi lomba.
Unggahan tersebut langsung mendapat respons positif dari warganet. Banyak yang memuji kreativitas dan semangat Ayu dalam menghidupkan budaya daerah meski dari ruang kerja. Beberapa komentar menyebutkan bahwa aksinya menghibur dan menginspirasi, terutama bagi para ASN yang sering kali dianggap kaku dan serius.
Pacu Jalur sendiri merupakan olahraga tradisional yang sangat populer di Kuantan Singingi. Kegiatan ini biasanya digelar setiap tahun dan melibatkan perahu panjang yang didayung oleh puluhan orang di Sungai Kuantan. Namun, karena daya tarik visual dan kekompakan para pendayungnya, tren ini kemudian menjalar ke media sosial dalam bentuk konten kreatif yang menghibur.
Tren ini kini menjadi ajang unjuk kreativitas, tidak hanya diikuti oleh para peserta asli lomba, tapi juga masyarakat umum, termasuk kalangan profesional seperti ASN. Aksi Ayu menjadi contoh nyata bahwa semangat melestarikan budaya bisa dilakukan dengan cara yang modern dan menyenangkan.
Dengan gaya santai dan penuh senyum, Ayu berhasil mencuri perhatian warganet. Ia membuktikan bahwa mencintai budaya daerah bisa dilakukan di mana saja, bahkan dari balik meja kerja. Unggahannya bukan hanya lucu, tapi juga membawa pesan positif soal identitas budaya dan semangat kebersamaan yang khas dari tradisi Pacu Jalur.
Fenomena ini membuktikan bahwa budaya lokal masih sangat relevan, dan dengan sentuhan kreativitas digital, mampu menjangkau audiens yang lebih luas.
Editor: (Darm)













