Lampung, SniperNew.id — Seorang ibu-ibu menjadi korban pencopetan oleh komplotan yang terdiri dari empat orang pelaku di dalam angkot jurusan Bumiayu–Tonjong, Brebes, Jawa Tengah. Aksi kejahatan ini terjadi begitu cepat dan terorganisir dengan rapi, memperlihatkan bahwa para pelaku telah merencanakan aksinya secara matang, Rabu 30 Juli 2025.
Menurut informasi dari akun awrame.id, kejadian tersebut berlangsung di antara wilayah Kaligadung dan Kalisalak. Modus yang digunakan para pelaku terbilang licik dan mengelabui. Mereka naik ke dalam angkot satu per satu, kemudian salah satu pelaku berpura-pura sakit guna mengalihkan perhatian para penumpang, termasuk korban.
Korban, yang tidak mengetahui sedang menjadi sasaran, kemudian diminta untuk membantu membetulkan sandal salah satu pelaku yang berpura-pura kesakitan. Saat itulah, dompet dan handphone milik korban digasak dari dalam tasnya. Aksi pencopetan ini berlangsung sangat cepat, bahkan tak sampai lima menit. Setelah berhasil mengambil barang-barang korban, para pelaku turun satu per satu dari angkot seperti penumpang biasa.
Dalam unggahan yang beredar, terlihat sang ibu korban pencopetan duduk di dalam angkot dengan raut wajah panik dan menangis. Ia mengenakan pakaian berwarna merah muda dan tampak sangat terpukul atas kejadian yang menimpanya. Momen ini menyita perhatian warganet dan menimbulkan keprihatinan mendalam.
Warga diimbau untuk lebih waspada, khususnya saat menaiki angkutan umum, terutama ketika kondisi angkot dalam keadaan ramai. Komplotan seperti ini sering memanfaatkan momen keramaian dan kelengahan penumpang untuk melancarkan aksinya.
Pihak berwajib diminta segera menindaklanjuti laporan ini dan meningkatkan pengawasan serta patroli di jalur-jalur rawan kejahatan, khususnya di angkutan umum rute pedesaan dan antar kecamatan. Masyarakat pun diharapkan tidak segan melaporkan kejadian mencurigakan atau menjadi saksi apabila melihat aksi serupa.
Kejadian ini kembali mengingatkan pentingnya kehati-hatian dan kewaspadaan di ruang publik, serta perlunya kerja sama antara aparat, sopir angkot, dan masyarakat untuk mencegah kejahatan jalanan yang meresahkan.
Editor: (Ahmad).













