Kota Batu, SniperNew.id — Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Batu pada Jumat (7/11) siang menyebabkan jalur alternatif Cangar–Batu, tepatnya di Jalan Sumber Brantas, tergenang air hingga ke badan jalan. Akun media sosial ceritamojokerto melaporkan bahwa luapan air tersebut membuat akses lalu lintas terganggu.
Warga yang hendak melintasi jalur itu diimbau berhati-hati, mengurangi kecepatan, serta mengutamakan keselamatan.
Peristiwa ini memantik beragam tanggapan warganet di kolom komentar. Banyak yang menilai banjir dan genangan air tersebut merupakan dampak dari alih fungsi hutan menjadi area komersial seperti kafe dan vila. Akun asugaurakai menulis, “Efek hutan yang hilang tinggal sawah dan cafe… penyebab bencana banjir memang manusia sendiri.”
Komentar senada disampaikan oleh dwi_seisya yang menyoroti kerusakan lingkungan, “Hutan digundul, dialihfungsikan jadi beton dan tanaman yang nggak nyerap air.”
Sementara itu, akun lutfi_bw menyindir dengan nada satir, “Lanjutkan perusakan hutannya, tinggal tunggu longsornya. Kalau banyak korban tinggal bilang ini sudah takdir.”
Akun benuue_wcksno menjelaskan, “Longsor itu saluran air (got) ketimbun tanah longsoran, jadinya airnya ngalir ke jalan.”
Sebagian warganet juga menyoroti pembangunan kawasan wisata yang dinilai berlebihan. “Bangun terus cafe & resto-nya, sampai gunung jadi beton semua,” tulis akun satriokunn.
Sedangkan adelaksana10 menambahkan sindiran, “Gak apa-apa cafe dan villanya terusin aja, masih banyak lahan kosong kan.”
Fenomena genangan air di jalur Cangar–Batu ini menjadi pengingat pentingnya menjaga keseimbangan alam dan tidak sembarangan mengalihfungsikan lahan hijau.
Banyak pihak berharap pemerintah dan masyarakat dapat lebih bijak dalam pengelolaan kawasan wisata agar bencana serupa tidak terulang.
Penulis Iskandar













