Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Peristiwa

Hujan Deras Sebabkan Jalur Cangar–Batu Tergenang, Warganet Soroti Alih Fungsi Hutan

353
×

Hujan Deras Sebabkan Jalur Cangar–Batu Tergenang, Warganet Soroti Alih Fungsi Hutan

Sebarkan artikel ini

Kota Batu, SniperNew.id — Hujan deras yang meng­guyur wilayah Kota Batu pada Jumat (7/11) siang menye­babkan jalur alter­natif Cangar–Batu, tepat­nya di Jalan Sum­ber Bran­tas, ter­ge­nang air hing­ga ke badan jalan. Akun media sosial ceri­ta­mo­jok­er­to mela­porkan bah­wa lua­pan air terse­but mem­bu­at akses lalu lin­tas ter­gang­gu.

  Puluhan Siswa SMK di Bandung Barat Diduga Keracunan Makanan Program MBG

War­ga yang hen­dak melin­tasi jalur itu diim­bau berhati-hati, men­gu­ran­gi kecepatan, ser­ta menguta­makan kese­la­matan.

Peri­s­ti­wa ini meman­tik beragam tang­ga­pan war­ganet di kolom komen­tar. Banyak yang meni­lai ban­jir dan genan­gan air terse­but meru­pakan dampak dari alih fungsi hutan men­ja­di area komer­sial seper­ti kafe dan vila. Akun asug­au­rakai menulis, “Efek hutan yang hilang ting­gal sawah dan cafe… penye­bab ben­cana ban­jir memang manu­sia sendiri.”

  Mahasiswa Unibrah Suarakan Kritik di Depan DPRD Malut, Gubernur Beri Penjelasan

Komen­tar sena­da dis­am­paikan oleh dwi_seisya yang meny­oroti kerusakan lingkun­gan, “Hutan digun­dul, dial­i­h­fungsikan jadi beton dan tana­man yang nggak nyer­ap air.”

Semen­tara itu, akun lutfi_bw menyindir den­gan nada satir, “Lan­jutkan perusakan hutan­nya, ting­gal tung­gu long­sornya. Kalau banyak kor­ban ting­gal bilang ini sudah takdir.”

Akun benuue_wcksno men­je­laskan, “Long­sor itu salu­ran air (got) ketim­bun tanah long­so­ran, jadinya airnya ngalir ke jalan.”

Seba­gian war­ganet juga meny­oroti pem­ban­gu­nan kawasan wisa­ta yang dini­lai berlebi­han. “Ban­gun terus cafe & resto-nya, sam­pai gunung jadi beton semua,” tulis akun satriokunn.

  Anak 9 Tahun Diduga Terbawa Arus Saat Banjir di Semarang, Tim SAR Temukan Sandal di Lokasi Pencarian

Sedan­gkan adelaksana10 menam­bahkan sindi­ran, “Gak apa-apa cafe dan vil­lanya terusin aja, masih banyak lahan kosong kan.”

Fenom­e­na genan­gan air di jalur Cangar–Batu ini men­ja­di pengin­gat pent­ingnya men­ja­ga kese­im­ban­gan alam dan tidak sem­barangan men­gal­i­h­fungsikan lahan hijau.

Banyak pihak berharap pemer­in­tah dan masyarakat dap­at lebih bijak dalam pen­gelo­laan kawasan wisa­ta agar ben­cana seru­pa tidak teru­lang.

Penulis Iskan­dar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *