Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita KriminalBerita Peristiwa

Hentikan Aksi Main Hakim Sendiri! LSM HAMMER Desak Aparat Tegas Lindungi Hukum dan Kemanusiaan

289
×

Hentikan Aksi Main Hakim Sendiri! LSM HAMMER Desak Aparat Tegas Lindungi Hukum dan Kemanusiaan

Sebarkan artikel ini
https://snipernew.id/wp-content/uploads/2026/01/file_00000000850471f89fc921419aca1288.png

PRINGSEWU, SNIPERNEW.id – Sebuah video yang beredar luas di media sosial Face­book mem­per­li­hatkan seo­rang pria tergele­tak di tanah dan dikeru­mu­ni war­ga, yang diduga men­ja­di kor­ban aksi kek­erasan mas­sa. Video terse­but memicu reak­si keras dari war­ganet dan kem­bali mem­bu­ka perde­batan pub­lik terkait prak­tik main hakim sendiri yang masih ter­ja­di di ten­gah masyarakat, Senin (19/01/2026).

Dalam ung­ga­han akun Face­book Tau­fik Hiday­at, video terse­but dis­er­tai keteran­gan singkat “beri­ta pringsewu”. Sejum­lah komen­tar war­ganet mene­gaskan bah­wa tin­dakan kek­erasan tidak dap­at dibenarkan, meskipun sese­o­rang diduga melakukan tin­dak pidana.

  Banjir Nyelonong dari Belakang Rumah, Warga: ‘Lima Langkah Lagi Kena Juga!’

Akun Abi Banyu Trev­el menuliskan, “Yang mukul, yang nen­dang kayak orang yang sem­pur­na. Tidak per­nah salah. Mal­ing memang salah, tapi negara kita negara hukum.

Tidak boleh meng­haki­mi orang.”
Semen­tara Pur­woko Koko menyam­paikan, “Men­curi itu salah, tapi jan­gan main hakim sendiri. Biarkan polisi yang menan­gani.”

Namun demikian, ter­da­p­at pula komen­tar yang men­dukung tin­dakan mas­sa. Akun Kang Bejo menulis, “Biar untuk pela­jaran bagi mal­ing lain­nya.”

Berbe­da den­gan itu, Okta Via jus­tru mengim­bau agar ter­duga pelaku tidak disik­sa dan tetap mengede­pankan nilai kemanu­si­aan.

Menang­gapi video yang viral terse­but, Ket­ua Umum Dewan Pimp­inan Pusat (DPP) LSM Him­punan Aksi Masyarakat Madani Ekono­mi Raky­at (HAMMER), Jamhari, den­gan tegas menyayangkan ter­jadinya aksi kek­erasan mas­sa.

“Jika memang ada dugaan tin­dak pidana, maka seharus­nya yang bersangku­tan dis­er­ahkan kepa­da aparat pene­gak hukum untuk dipros­es sesuai atu­ran. Negara ini adalah negara hukum, bukan negara mas­sa,” tegas Jamhari.

  Kesalahpahaman Evakuasi Banjir Picu Keributan Soal ‘Angka

Ia mene­gaskan bah­wa tin­dakan main hakim sendiri berpoten­si melang­gar hukum pidana, men­gan­cam kese­la­matan jiwa, ser­ta menced­erai nilai kead­i­lan dan kemanu­si­aan.

Lebih lan­jut, LSM HAMMER juga mene­gaskan bah­wa apa­bi­la dalam video terse­but ter­li­hat adanya oknum pene­gak hukum atau aparat yang bera­da di lokasi namun tidak men­jalankan tugas sesuai prose­dur hukum, maka besar hara­pan agar oknum terse­but turut dipros­es sesuai keten­tu­an hukum yang berlaku.

“Hukum harus dite­gakkan tan­pa pan­dang bulu. Jika ada aparat yang melakukan pem­biaran, kelala­ian, atau tin­dakan di luar kewe­nan­gan seba­gaimana ter­li­hat dalam video, maka hal itu juga harus dipros­es secara hukum demi men­ja­ga keper­cayaan pub­lik ter­hadap insti­tusi pene­gak hukum,” ujar Jamhari.

  Drama Buka Tutup Koperasi Desa Merah Putih

Seba­gai ben­tuk sikap tegas, LSM HAMMER menghim­bau masyarakat agar tidak ter­panc­ing emosi dan mem­inta aparat kepolisian ser­ta instan­si terkait untuk “Segera men­gusut peri­s­ti­wa dalam video secara pro­fe­sion­al dan transparan”.

Men­jamin per­lin­dun­gan hak asasi seti­ap war­ga negara, ter­ma­suk ter­duga pelaku Mem­berikan edukasi hukum kepa­da masyarakat guna mence­gah teru­langnya aksi kek­erasan mas­sa.

Jamhari, menut­up perny­ataan­nya den­gan mengin­gatkan bah­wa penye­baran kon­ten bermu­atan kek­erasan juga harus mem­per­hatikan Undang-Undang Infor­masi dan Transak­si Elek­tron­ik (UU ITE).

Ia mengim­bau masyarakat agar lebih bijak dalam mem­bagikan maupun menang­gapi kon­ten yang berpoten­si memicu kon­flik sosial.

Pene­gasan ini meru­pakan komit­men LSM HAMMER dalam men­gaw­al supre­masi hukum, per­lin­dun­gan hak asasi manu­sia, ser­ta pene­gakan hukum yang adil, pro­fe­sion­al, dan berin­tegri­tas, baik ter­hadap masyarakat sip­il maupun aparat negara.

Penulis: (iskan­dar).