Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Ekonomi

Heboh Warganet Debat Soal Influencer Lokal dan Produk Asing di Media Sosial

402
×

Heboh Warganet Debat Soal Influencer Lokal dan Produk Asing di Media Sosial

Sebarkan artikel ini

Jakar­ta, SniperNew.id — Ung­ga­han akun media sosial @devinovitasari833 di plat­form Threads men­ja­di sorotan war­ganet sete­lah mem­ba­has soal keter­li­batan influ­encer Indone­sia dalam pro­mosi pro­duk asing, khusus­nya dari Chi­na. Dalam ung­ga­han videonya, ter­li­hat beber­a­pa fig­ur pub­lik berte­mu den­gan per­wak­i­lan pihak luar negeri yang dise­but-sebut seba­gai “bos dari daratan China”.Selasa (4/12/2025).

  Hujan Deras dan Angin Kencang Robohkan Panggung Festival UMKM di Gunung Sindur

Dalam keteran­gan ung­ga­han­nya, akun terse­but menulis kri­tik keras ter­hadap influ­encer yang diang­gap mem­ban­tu memasarkan pro­duk luar negeri. “Ini con­tohnya, yang terke­nal pasti dis­am­perin bos-bos dari Chi­na daratan dis­u­ruh jualan… her­an juga sama orang-orang yang masih muja-muja, itu orang-orang gak tahu malu antek pen­ja­jah untuk meron­grong ekono­mi Indone­sia,” tulis akun terse­but.

Ung­ga­han itu memicu berba­gai tang­ga­pan dari peng­gu­na lain. Akun @beuti._.full menam­bahkan, “Benar, malah banyak affil­i­ate orang Indone­sia yang dijamin sama perusa­haan Chi­na… bahkan sam­pai dis­e­wakan kon­trakan.” Semen­tara akun @aila_the4 berko­men­tar, “Di saat pemer­in­tah mau perku­at ekono­mi dan UMKM, ini malah affil­i­ate pro­duk luar.”

  Erupsi Gunung Lewotobi Lumpuhkan Bandara Komodo, Penumpang Membludak

Pen­da­p­at lain datang dari akun @interior_style_semarang yang meni­lai, “Lebih parah lagi kalau yang dari Chi­na daratan datang ke Indone­sia dan jualan lang­sung di sini.”

Di sisi lain, beber­a­pa war­ganet men­co­ba mem­beri pan­dan­gan berbe­da. Akun @syafila_basalamah.81 meni­lai per­soalan ini tidak seder­hana kare­na sis­tem ekono­mi Indone­sia men­ganut kap­i­tal­isme. “Di Indone­sia sis­tem kap­i­tal­isme san­gat dibu­tuhkan buat perg­er­akan roda ekono­mi, sia­pa aja bisa lakukan yang pent­ing dap­at uang,” tulis­nya.

Akun @alvin_soehenry_wijaya juga meny­oroti sisi ekono­mi, menanyakan men­ga­pa pro­duk lokal kalah har­ga diband­ing pro­duk luar negeri. “Yang diusa­hakan gimana caranya pen­gusa­ha kita bisa buat barang semu­rah dan seba­gus Chi­na, bukan dipro­tek­si pak­sa,” ujarnya.

  Dana Reward, Aplikasi Penghasil Uang yang Bikin Dompet Tebal dari Rumah

Namun, akun @devinovitasari833 tetap mene­gaskan pen­da­p­at­nya bah­wa per­lin­dun­gan pasar dalam negeri harus men­ja­di pri­or­i­tas. “Barang-barang itu dijual di Chi­na den­gan untung tip­is, makanya harus dibawa kelu­ar dan Indone­sia pasarnya pal­ing mudah dima­su­ki… kuncinya itu per­lin­dun­gan pasar dalam negeri,” tulis­nya.

Perde­batan ini mem­per­li­hatkan pan­dan­gan beragam masyarakat ter­hadap fenom­e­na ekono­mi dig­i­tal, perda­gan­gan lin­tas negara, dan per­an influ­encer dalam mem­pro­mosikan pro­duk asing.

Diskusi terse­but menun­jukkan kere­sa­han seba­gian masyarakat ter­hadap dampak glob­al­isasi ter­hadap pelaku UMKM lokal, sekali­gus men­gungkap kom­plek­si­tas sis­tem ekono­mi yang berlaku di Indone­sia.

Penulis: (Iskan­dar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *