Labuan Bajo, SniperNew.id — Minggu 03 Agustus 2025 Antrean panjang penumpang memadati area check-in Bandara Komodo, Labuan Bajo, pada Minggu (3/8/2025). Suasana tampak penuh sesak dengan ratusan orang menunggu giliran untuk mendapatkan penerbangan lanjutan, setelah sehari sebelumnya terjadi pembatalan massal akibat bencana alam.
Kondisi ini terjadi menyusul erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki yang berada di Flores Timur. Letusan tersebut memaksa pihak otoritas penerbangan untuk membatalkan setidaknya 28 penerbangan pada hari Sabtu (2/8/2025), demi alasan keselamatan. Dampaknya, terjadi penumpukan penumpang secara signifikan pada keesokan harinya di Bandara Komodo.
Dalam unggahan yang dibagikan oleh akun media lokal @labuanbajotoday.news melalui platform Threads, terlihat suasana di dalam terminal keberangkatan Bandara Komodo sangat padat. Penumpang tampak berdiri rapat, sebagian duduk di lantai, dan beberapa lainnya berusaha mencari informasi penerbangan melalui ponsel atau staf bandara.
“Antrean penumpang memadati area check-in Bandara Komodo, Labuan Bajo, Minggu (3/8/2025). Kondisi ini terjadi setelah 28 penerbangan dibatalkan sehari sebelumnya akibat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur,” tulis akun tersebut dalam keterangan unggahannya.
Gunung Lewotobi Laki-laki memang dikenal aktif dan berada di wilayah yang cukup dekat dengan jalur penerbangan menuju dan dari Labuan Bajo. Letusan kali ini dilaporkan menyemburkan abu vulkanik ke atmosfer hingga ketinggian yang mengganggu lalu lintas udara. Tidak hanya Bandara Komodo, tetapi juga bandara kecil lainnya di Nusa Tenggara Timur sempat menghentikan operasional sementara.
Dampak dari pembatalan penerbangan tidak hanya dirasakan oleh wisatawan domestik dan mancanegara, tetapi juga oleh pelaku usaha pariwisata di Labuan Bajo. Banyak turis yang sebelumnya dijadwalkan kembali ke kota asal atau melanjutkan perjalanan ke tempat wisata lain terpaksa memperpanjang masa tinggal mereka. Sementara itu, pengelola hotel dan pemandu wisata harus melakukan penyesuaian ulang terhadap jadwal dan layanan yang sudah dirancang sebelumnya.
Seorang penumpang asal Jakarta yang tidak ingin disebutkan namanya mengaku sudah menunggu lebih dari 6 jam di bandara tanpa kepastian waktu keberangkatan. “Saya seharusnya kembali pagi ini, tapi semua penerbangan overbooked. Belum ada kepastian juga dari maskapai,” ujarnya.
Pihak otoritas bandara dan maskapai penerbangan telah berupaya melakukan pengaturan ulang jadwal dan prioritas keberangkatan bagi penumpang yang tertunda. Namun, keterbatasan jumlah pesawat dan jam operasional menjadi tantangan tersendiri.
Sementara itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) masih memantau aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki secara ketat. Status gunung saat ini berada pada level Siaga (Level III), dan masyarakat di sekitar wilayah terdampak diminta tetap waspada serta mengikuti arahan dari pemerintah daerah.
Situasi ini menjadi pengingat bahwa kondisi geografis Indonesia yang dikelilingi oleh gunung api aktif menuntut kesiapsiagaan ekstra dalam hal transportasi dan keselamatan publik, terutama di wilayah destinasi wisata yang sangat bergantung pada kelancaran akses udara seperti Labuan Bajo.
Foto unggahan: Suasana padat antrean penumpang di area check-in Bandara Komodo, Labuan Bajo, pada 3 Agustus 2025. (Sumber: @labuanbajotoday.news / Threads). (Ahmad)



















