SNIPERNEW.ID | BEKASI — Media sosial kembali diramaikan oleh sebuah unggahan unik sekaligus mengundang senyum. Sebuah video yang beredar di platform Treands memperlihatkan momen tidak biasa saat petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bekasi turun tangan membujuk seorang remaja berusia 15 tahun yang takut menjalani sunat.
Peristiwa ini terjadi pada Kamis pagi, Januari 2026, dan sontak menjadi perhatian warganet karena dinilai lucu, tidak lazim, namun sarat pesan edukasi.
Dalam unggahan tersebut dijelaskan bahwa remaja tersebut sempat menolak bahkan kabur ketika hendak dibawa ke lokasi khitan. Rasa takut yang berlebihan membuat situasi menjadi cukup dramatis.
Keluarga yang kebingungan akhirnya meminta bantuan kepada petugas Damkar Kabupaten Bekasi, yang selama ini dikenal tidak hanya menangani kebakaran, tetapi juga berbagai tugas kemanusiaan.
Petugas Damkar pun merespons laporan tersebut dengan cepat. Sejumlah personel mendatangi lokasi dan melakukan pendekatan secara persuasif.
Dengangaya komunikasi yang tenang, santai, dan penuh empati, petugas berusaha menenangkan sang remaja. Pendekatan humanis ini menjadi kunci utama hingga akhirnya remaja tersebut luluh dan bersedia mengikuti proses sunat.
Menariknya, setelah berhasil dibujuk, remaja tersebut diantar menuju lokasi khitan menggunakan mobil operasional Damkar. Momen ini terekam dalam video yang kemudian viral dan menuai beragam komentar dari masyarakat. Banyak warganet mengaku terhibur, namun tidak sedikit pula yang memberikan apresiasi atas sikap sigap dan kepedulian petugas Damkar.
Secara logika, peristiwa ini memang terdengar tidak biasa.
Namun di balik kelucuannya, tersimpan pesan penting tentang pendekatan psikologis kepada anak dan remaja. Ketakutan terhadap sunat masih menjadi hal yang wajar, terutama jika dipicu oleh cerita-cerita menakutkan atau kurangnya pemahaman medis yang benar.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bekasi sebelumnya juga pernah menyampaikan bahwa tugas Damkar tidak semata memadamkan api.
Damkar hadir sebagai bagian dari layanan publik yang siap membantu masyarakat dalam kondisi darurat maupun non-darurat, termasuk evakuasi, penyelamatan, hingga pendampingan sosial.
Peristiwa ini menjadi contoh nyata bagaimana pelayanan publik dapat berjalan secara fleksibel dan berorientasi pada kemanusiaan. Tanpa kekerasan, tanpa paksaan, petugas Damkar justru memilih jalur komunikasi yang menenangkan.
Pendekatan ini dinilai lebih efektif dan patut diapresiasi. Dari sisi edukasi, kejadian ini juga mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam memberikan pemahaman sejak dini terkait kesehatan reproduksi dan prosedur medis seperti khitan. Informasi yang benar dan pendekatan yang tepat dapat meminimalisasi trauma serta ketakutan berlebih pada anak.
SniperNew.id mengutip unggahan akun Treands tersebut sebagai kabar edukatif pagi hari yang mengandung nilai kemanusiaan dan pelayanan publik. Sesuai Kode Etik Jurnalistik, identitas lengkap anak tidak diungkap, serta pemberitaan difokuskan pada peristiwa dan nilai sosial yang terkandung di dalamnya.
Di tengah derasnya arus informasi negatif, kisah sederhana ini menjadi pengingat bahwa pelayanan negara bisa hadir dengan cara yang ramah, lucu, dan menyentuh.
Damkar Bekasi kembali menunjukkan bahwa mereka selalu siap melayani masyarakat dalam kondisi apa pun, bahkan untuk urusan yang tak tercantum dalam buku tugas sekalipun.
penulis: (iskandar)






