Jakarta, SniperNew.id — Senin 9 Juni 2025, Isu kerusakan lingkungan di Pulau Gag kembali mencuat ke publik. Namun, dalam sebuah pernyataan yang disampaikan langsung di hadapan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia, Gubernur Papua Barat Daya, Drs. Mohammad Musa’ad, dan Bupati Raja Ampat, Abdul Faris Umlati, menegaskan bahwa tidak ada kerusakan lingkungan di Pulau Gag sebagaimana yang banyak diberitakan sebelumnya.
Pernyataan tegas tersebut disampaikan dalam sebuah forum resmi yang juga dihadiri oleh pejabat pusat dan daerah, serta perwakilan masyarakat lokal. Momen tersebut diabadikan dan dibagikan melalui akun media sosial X (sebelumnya Twitter) @Mdy_Asmara1701, yang menuliskan, “Di depan Bahlil, Gubernur Papua Barat Daya & Bupati Raja Ampat bantah adanya kerusakan lingkungan di Pulau Gag!”
Baca juga Link: @Mdy_Asmara1701
Pernyataan bantahan ini datang dari dua tokoh penting daerah, yaitu Gubernur Papua Barat Daya dan Bupati Raja Ampat. Keduanya memberikan pernyataan di hadapan Menteri Bahlil Lahadalia yang dikenal gencar mendorong investasi yang berwawasan lingkungan, terutama di kawasan timur Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam agenda kunjungan kerja Menteri Bahlil di Papua Barat Daya yang berlangsung pada minggu pertama Juni 2025, tepatnya dalam pertemuan resmi bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan di Raja Ampat.
Baca juga Link ini: klik
Pulau Gag selama ini dikenal sebagai salah satu kawasan konservasi penting di Raja Ampat yang memiliki potensi sumber daya alam, terutama tambang nikel. Sejumlah pihak, termasuk aktivis lingkungan, sempat menyoroti dugaan dampak negatif dari aktivitas pertambangan di pulau tersebut. Namun, pemerintah daerah menyatakan bahwa kegiatan yang dilakukan telah mengikuti prosedur lingkungan secara ketat.
Dalam forum tersebut, Gubernur Musa’ad dan Bupati Faris Umlati menjelaskan bahwa kegiatan ekonomi di Pulau Gag berjalan sesuai aturan dan telah diawasi oleh lembaga terkait. Mereka juga mengklaim bahwa masyarakat sekitar tidak mengalami gangguan lingkungan. Menteri Bahlil menyambut pernyataan tersebut dengan meminta agar semua pihak tetap transparan dan mengedepankan prinsip pembangunan berkelanjutan.
Editor: (Abdd).



















