Jateng, SniperNew.id - Sejak dilantik sebagai Gubernur Jawa Tengah pada 20 Februari 2025, kepemimpinan gubernur baru ini terus menjadi sorotan publik. Melalui unggahan media sosial, publik mempertanyakan janji-janji kampanye yang dinilai belum menunjukkan hasil nyata.
Beberapa janji manis yang disorot antara lain pendidikan gratis, perbaikan infrastruktur jalan, layanan kesehatan yang terjangkau, hingga pengentasan kemiskinan. Namun kini, warga mulai bertanya-tanya: mana buktinya?
Dalam unggahan bertajuk “Kabar Trending Hari Ini,” muncul kritik tajam terhadap progres program kerja. “Sekolah Rakyat Gratis masih wacana, jalan mudik entah beres berapa kilometer, dan rokok ilegal masih merajalela,” tulis akun tersebut. Disampaikan pula kekhawatiran bahwa kinerja pemimpin ini hanya bersifat seremonial belaka. Kalimat tajam seperti “Yuk kita bongkar! Warga Jateng, siap tepuk tangan atau tepuk jidat?” menggambarkan kekecewaan masyarakat.
Salah satu video memperlihatkan Gubernur yang sedang berbicara di podium dengan teks “DAN LAGI-LAGI MINTA” yang seolah menyoroti permintaan anggaran atau dukungan lebih lanjut. Video lain memperlihatkan kunjungan lapangan hingga Juli 2025 dengan caption “SAMPAI JULI 2025”, namun belum memperlihatkan capaian konkret dari janji-janji kampanye.
Respon publik pun beragam dan tajam. Pengguna thiemma447 menulis, “Pak Gubernur sedang panen hasil nyinyir.” Sementara budi.supriyadi.722681 mengingatkan, “Jangan pernah menyinggung orang lain, emang udah benar kerja udah nyata? Buktikan sama rakyatnya sendiri apa kata rakyat.”
Komentar dari javajagur07 menyinggung soal anggaran, “Pan nunggu dana dari pemerintah pusat, saya gak bisa kalau mesti pakai dana sendiri, saya kan nggak ngonten!” Ini menunjukkan sindiran bahwa banyak pejabat kini mengandalkan citra media sosial daripada hasil nyata.
Tak sedikit yang menyarankan Gubernur untuk fokus pada pembuktian kerja. Pengguna rruhanda menulis, “Buktikan saja pak, mana programmu yang digembar-gembor masa kampanye. Sudah sekian bulan masih belum nampak bentuknya.” Akun ajatbinarlim secara singkat menilai, “Gubernur julid itu mah.”
Komentar lain yang cukup keras datang dari instadwi07 dengan kalimat, “Memercik air kena muka sendiri.” Sedangkan tomysaputra921 menutup dengan nada satir berbahasa Jawa, “Ojo akeh janji, mending ngopi ngenteni gaib bubrah,” yang berarti “Jangan kebanyakan janji, lebih baik ngopi sambil menunggu kehancuran.”
Dari berbagai reaksi ini, terlihat bahwa publik Jawa Tengah masih menanti hasil konkret dari berbagai janji kampanye yang disampaikan beberapa bulan lalu. Tekanan dari masyarakat bisa menjadi pengingat penting bagi pemimpin daerah untuk segera merealisasikan program prioritas dan membuktikan bahwa janjinya bukan sekadar retorika.
Editor: (Ahm/Dar)


















