Berita DaerahBerita Politik

“Gubernur Jateng Dikecam Netizen: Janji Kampanye Dinilai Belum Terpenuhi”

430
×

“Gubernur Jateng Dikecam Netizen: Janji Kampanye Dinilai Belum Terpenuhi”

Sebarkan artikel ini

Jateng, SniperNew.id - Sejak dilan­tik seba­gai Guber­nur Jawa Ten­gah pada 20 Feb­ru­ari 2025, kepemimp­inan guber­nur baru ini terus men­ja­di sorotan pub­lik. Melalui ung­ga­han media sosial, pub­lik mem­per­tanyakan jan­ji-jan­ji kam­pa­nye yang dini­lai belum menun­jukkan hasil nya­ta.

Beber­a­pa jan­ji man­is yang dis­orot antara lain pen­didikan gratis, per­baikan infra­struk­tur jalan, layanan kese­hatan yang ter­jangkau, hing­ga pen­gen­tasan kemiski­nan. Namun kini, war­ga mulai bertanya-tanya: mana buk­tinya?

  Operasi Mantap Praja Musi 2024, Polres Muara Enim Laksanakan Pengamanan Kampanye Pasangan Cabup-Cawabup Muara Enim

Dalam ung­ga­han berta­juk “Kabar Trend­ing Hari Ini,” muncul kri­tik tajam ter­hadap pro­gres pro­gram ker­ja. “Seko­lah Raky­at Gratis masih wacana, jalan mudik entah beres bera­pa kilo­me­ter, dan rokok ile­gal masih mer­a­jalela,” tulis akun terse­but. Dis­am­paikan pula kekhawati­ran bah­wa kin­er­ja pemimpin ini hanya bersi­fat ser­e­mo­ni­al bela­ka. Kali­mat tajam seper­ti “Yuk kita bongkar! War­ga Jateng, siap tepuk tan­gan atau tepuk jidat?” menggam­barkan keke­ce­waan masyarakat.

Salah satu video mem­per­li­hatkan Guber­nur yang sedang berbicara di podi­um den­gan teks “DAN LAGI-LAGI MINTA” yang seo­lah meny­oroti per­mintaan anggaran atau dukun­gan lebih lan­jut. Video lain mem­per­li­hatkan kun­jun­gan lapan­gan hing­ga Juli 2025 den­gan cap­tion “SAMPAI JULI 2025”, namun belum mem­per­li­hatkan capa­ian konkret dari jan­ji-jan­ji kam­pa­nye.

  ASN Tangguh, Pilar Ketahanan Negara

Respon pub­lik pun beragam dan tajam. Peng­gu­na thiemma447 menulis, “Pak Guber­nur sedang panen hasil nyinyir.” Semen­tara budi.supriyadi.722681 mengin­gatkan, “Jan­gan per­nah meny­ing­gung orang lain, emang udah benar ker­ja udah nya­ta? Buk­tikan sama raky­at­nya sendiri apa kata raky­at.”

Komen­tar dari javajagur07 meny­ing­gung soal anggaran, “Pan nung­gu dana dari pemer­in­tah pusat, saya gak bisa kalau mesti pakai dana sendiri, saya kan nggak ngonten!” Ini menun­jukkan sindi­ran bah­wa banyak peja­bat kini men­gan­dalkan cit­ra media sosial dari­pa­da hasil nya­ta.

Tak sedik­it yang men­yarankan Guber­nur untuk fokus pada pem­buk­t­ian ker­ja. Peng­gu­na rruhan­da menulis, “Buk­tikan saja pak, mana pro­gram­mu yang digem­bar-gem­bor masa kam­pa­nye. Sudah sekian bulan masih belum nam­pak ben­tuknya.” Akun ajat­bi­na­rlim secara singkat meni­lai, “Guber­nur julid itu mah.”

  Tertundanya Dana Dari Pusat dan Provinsi, Pembayaran Belanja di Kabupaten Pasaman Tertunda

Komen­tar lain yang cukup keras datang dari instadwi07 den­gan kali­mat, “Memer­cik air kena muka sendiri.” Sedan­gkan tomysaputra921 menut­up den­gan nada satir berba­hasa Jawa, “Ojo akeh jan­ji, mend­ing ngopi ngen­teni gaib bubrah,” yang berar­ti “Jan­gan kebanyakan jan­ji, lebih baik ngopi sam­bil menung­gu kehan­cu­ran.”

Dari berba­gai reak­si ini, ter­li­hat bah­wa pub­lik Jawa Ten­gah masih menan­ti hasil konkret dari berba­gai jan­ji kam­pa­nye yang dis­am­paikan beber­a­pa bulan lalu. Tekanan dari masyarakat bisa men­ja­di pengin­gat pent­ing bagi pemimpin daer­ah untuk segera mere­al­isas­ikan pro­gram pri­or­i­tas dan mem­buk­tikan bah­wa jan­jinya bukan sekadar retori­ka.

Edi­tor: (Ahm/Dar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *