Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Peristiwa

Grandmax Nyelonong Masuk Semak: Jalan Licin, Sopir Ikut ‘Cuci Adrenalin

324
×

Grandmax Nyelonong Masuk Semak: Jalan Licin, Sopir Ikut ‘Cuci Adrenalin

Sebarkan artikel ini

Kelok Sikum­bang, SniperNew.id — 17 Novem­ber 2025 Sebuah kece­lakaan tung­gal ter­ja­di di ruas Kelok Sikum­bang pada Senin siang, meli­batkan satu unit mobil Dai­hat­su Grand­max.

Infor­masi awal berasal dari ung­ga­han akun media sosial cctvkeloksikumbang32 di plat­form Threads, yang menuliskan:

  Warga Tempuh 90 Km Lewati Jalur Rusak Demi Keluar dari Lokasi

“Telah ter­ja­di kecalakaan tung­gal di kelok sikum­bang satu unit grand­max
17/11/2025 pada pukul 12:15 WIB.
Bagi pen­gen­dara harap hati-hati saat hujan, jalan licin.”

Video yang dis­er­takan dalam ung­ga­han terse­but mem­per­li­hatkan sebuah mobil Grand­max yang masuk ke area semak-semak di ping­gir tebing. Di atas mobil tam­pak seo­rang laki-laki sedang memerik­sa kon­disi kendaraan. Lingkun­gan sek­i­tar tam­pak lem­bap dan hijau lebat, men­guatkan dugaan bah­wa kon­disi jalan sedang basah sete­lah hujan.

Hing­ga infor­masi ini ditu­runk­an, belum ada lapo­ran men­ge­nai kor­ban luka serius. Dugaan awal, mobil hilang kendali aki­bat jalan licin saat hujan meng­guyur kawasan terse­but.

  Kecelakaan di Jalur Pantura Widasari Picu Kemacetan Parah Arah Jakarta

Peringatan & Edukasi untuk Para Penge­mu­di

Daer­ah Kelok Sikum­bang memang dike­nal memi­li­ki tikun­gan tajam dan kon­disi geografis yang curam. Pada musim penghu­jan, risiko kece­lakaan meningkat kare­na per­mukaan jalan men­ja­di licin dan jarak pan­dang ser­ing menu­run.

Pakar kese­la­matan berk­endara mengin­gatkan beber­a­pa hal yang wajib diper­hatikan para sopir, teruta­ma di jalur kelok dan turunan:

1. Kuran­gi kecepatan saat hujan—ban kehi­lan­gan trak­si lebih cepat di jalan basah.

2. Gunakan gigi ren­dah saat menu­run, agar kendaraan tidak “narik” dan tetap mudah dik­enda­likan.

3. Pastikan rem tidak aus, kare­na pen­gere­man di jalan licin mem­bu­tuhkan kon­trol ekstra.

  Tabrakan Maut di Tanjung Gadang! Bus ANS vs Truk Ayam, Satu Tewas, Banyak Luka-Kronologi Masih Misteri!

4. Jaga jarak aman—ruang pen­gere­man jadi lebih pan­jang keti­ka per­mukaan jalan basah.

5. Cek ban secara rutin, khusus­nya kedala­man tapak ban (min­i­mal 1,6 mm).

6. Hin­dari menikung men­dadak, teruta­ma di jalur yang tidak pun­ya pagar pem­bat­as.

Kece­lakaan yang diala­mi Grand­max ini men­ja­di pengin­gat pent­ing bah­wa satu detik kelala­ian bisa mem­bu­at kendaraan “menghi­lang” ke semak-semak.

Pihak terkait dihara­p­kan melakukan penge­cekan lan­ju­tan di lokasi, semen­tara peng­gu­na jalan dim­inta tetap was­pa­da dan menye­suaikan kecepatan saat melin­tasi Kelok Sikum­bang, khusus­nya keti­ka hujan turun.

Penulis Iskan­dar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *