Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Viral

Gagal Jadi PNS karena Selisih Tinggi Badan 0,5 Cm, Padahal Raih Nilai Tertinggi

524
×

Gagal Jadi PNS karena Selisih Tinggi Badan 0,5 Cm, Padahal Raih Nilai Tertinggi

Sebarkan artikel ini

Jawa Ten­gah, SniperNew.id — Seo­rang peser­ta selek­si Calon Pegawai Negeri Sip­il (CPNS) berna­ma Tri Cahyani men­gala­mi nasib tragis sete­lah diny­atakan gagal lolos selek­si kare­na ting­gi badan­nya kurang 0,5 cm dari syarat min­i­mum, mes­ki ia meraih nilai tert­ing­gi dalam ujian Selek­si Kom­pe­ten­si Dasar (SKD), Selasa 05 Agus­tus 2025.

Tri Cahyani, yang mengiku­ti selek­si untuk for­masi Pen­ja­ga Tahanan (Pol­sus­pas), men­gaku san­gat terke­jut saat hasil pen­guku­ran ting­gi badan­nya di tem­pat selek­si men­catatkan angka 157,5 cm, sedan­gkan syarat min­i­mal ting­gi badan untuk for­masi terse­but adalah 158 cm.

“Saya syok banget, biasanya di rumah ting­gi saya 159 cm. Tapi saat selek­si cuma diukur 157,5 cm,” ungkap Tri dalam ung­ga­han yang dibagikan oleh akun liza_seftika di plat­form Threads.

Ung­ga­han itu pun menye­bar luas dan memicu berba­gai komen­tar dari war­ganet yang terba­gi dalam dua kubu: yang menyayangkan ketat­nya atu­ran selek­si dan yang mema­ha­mi keten­tu­an baku untuk for­masi ter­ten­tu seper­ti pen­ja­ga tahanan.

  Satu Murid, Seribu Semangat: Kisah Haru di SDN Klangon 1 Bojonegoro

Per­syaratan Ting­gi Badan Jadi Penen­tu.

Diku­tip dari komen­tar peng­gu­na sugar_plum2303, Selasa (05/08) for­masi yang dip­il­ih Tri memang secara spe­si­fik men­syaratkan ting­gi badan. Dalam rekrut­men pen­ja­ga tahanan, atu­ran terse­but bersi­fat mut­lak dan tidak bisa ditawar, bahkan selisih seke­cil 0,1 cm pun dap­at menye­babkan gugur selek­si.

“Dia ambil for­masi pen­ja­ga tahanan yang mem­per­syaratkan ting­gi badan. Mau selisih 0,1 cm pun kalau kurang dari per­syaratan ya pasti gugur. Nilai tert­ing­gi? Di for­masi pen­ja­ga tahanan, nilainya ber­saing ketat, pal­ing antara no 1 dan 2 selisi­h­nya tidak sam­pai 10 poin. Jadi apa yang harus diributkan?” tulis akun terse­but.

Alat Ukur Tidak Stan­dar?

Semen­tara itu, komen­tar dari akun ha_jipan meny­oroti kemu­ngk­i­nan perbe­daan alat ukur dan kon­disi saat pen­guku­ran yang bisa memen­garuhi hasil ting­gi badan. Ia meni­lai, alat ukur di rumah bisa tidak aku­rat diband­ing alat ukur “res­mi” yang digu­nakan dalam fasil­i­tas kese­hatan saat tes CPNS.

“Kalau untuk pol­sus­pas memang syarat min 158. Nah, si mbak Tri biasanya itu ngukur pakai apa di rumah? Bisa jadi alat ukurnya tidak stan­dar, dan biasanya banyak orang merasa lebih ting­gi, tapi pas diukur lebih pen­dek 0,5–2 cm,” ujarnya.

  Unggahan Facebook Luruskan Stigma Kelam Suku Dayak Nusantara

Ia juga men­je­laskan pent­ingnya men­ja­ga pos­tur tubuh tetap tegak, kare­na mem­bungkuk sedik­it saja bisa menu­runk­an hasil pen­guku­ran ting­gi badan. Ia men­yarankan agar peser­ta selek­si men­ja­ga pos­tur melalui olahra­ga, yoga, atau stretch­ing secara rutin agar tidak ter­pen­garuh posisi tubuh saat diukur.

 

Respons War­ganet: Dari Sim­pati hing­ga Kri­tik.

Tak sedik­it war­ganet yang men­gungkap­kan rasa sim­pati ter­hadap Tri. Namun, ada pula yang men­yarankan agar sejak awal peser­ta harus selek­tif memil­ih for­masi yang sesuai den­gan kon­disi fisik mas­ing-mas­ing.

Akun shona_313 berko­men­tar sinis ter­hadap sis­tem selek­si:
“Jan­gan kaget, di sini memang agak lain. Lebih laku penampi­lan dari­pa­da pemiki­ran.”

Semen­tara akun m4ndy.3006 menuliskan, “Gak her­an, mungkin ada calon titi­pan.” Komen­tar ini meny­ing­gung isu lama terkait dugaan adanya peser­ta titi­pan dalam selek­si CPNS, meskipun tidak ada buk­ti yang men­garah lang­sung pada kasus Tri.

Ada­pun akun gariy­ot lebih rasion­al dalam komen­tarnya:
“Dia yang salah, harus­nya cari for­masi CPNS yang tidak men­syaratkan ting­gi badan.”

Polemik Per­syaratan Fisik dalam CPNS:

Peri­s­ti­wa ini mem­bu­ka kem­bali diskusi lama men­ge­nai rel­e­van­si per­syaratan fisik dalam selek­si CPNS, khusus­nya for­masi yang menun­tut kemam­puan lapan­gan seper­ti pen­ja­ga tahanan, polisi, atau petu­gas lapas. Meskipun terke­san kejam, syarat ting­gi badan tetap diang­gap bagian dari kebu­tuhan pro­fe­sion­al dalam posisi ter­ten­tu.

  Air Mata YouTuber Pecah Saat Kunjungi Korban Banjir

Menu­rut sejum­lah pihak, per­syaratan terse­but dite­tap­kan bukan sema­ta-mata untuk diskrim­i­nasi, tetapi kare­na berhubun­gan den­gan kebu­tuhan tek­nis lapan­gan, seper­ti penga­manan tahanan, pen­gawasan, hing­ga kea­manan prib­a­di petu­gas itu sendiri.

Namun, tetap saja, kasus seper­ti yang menim­pa Tri Cahyani mem­bu­ka mata masyarakat ten­tang per­lun­ya transparan­si dan edukasi lebih lan­jut sebelum memil­ih for­masi yang dil­a­mar dalam CPNS.

Kisah Tri Cahyani bukan sekadar ten­tang 0,5 cm ting­gi badan, melainkan ten­tang kegigi­han, ketelit­ian, dan pent­ingnya mema­ha­mi seti­ap detail dalam pros­es selek­si CPNS. Mes­ki secara intelek­tu­al ia berhasil men­em­bus per­ingkat ter­atas, namun ia tetap tere­lim­i­nasi kare­na satu syarat fisik yang tidak ter­penuhi.

Ini men­ja­di pela­jaran bagi calon peser­ta CPNS lain untuk tidak hanya fokus pada kemam­puan akademik, tetapi juga mem­per­hatikan syarat tek­nis dan admin­is­tratif secara menyelu­ruh. Selain itu, pemer­in­tah dihara­p­kan dap­at terus mengka­ji ulang rel­e­van­si syarat fisik pada for­masi ter­ten­tu, agar tidak men­ja­di peng­ha­lang bagi indi­vidu kom­pe­ten yang mungkin layak diberi kesem­patan.

Reporter: Redak­si Snipernew.id
Sum­ber: Threads @liza_seftika, komen­tar war­ganet.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *