Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Terupdate

Evaluasi Pencemaran Sungai, Dinas Lingkungan Hidup Bekasi Gelar FGD

162
×

Evaluasi Pencemaran Sungai, Dinas Lingkungan Hidup Bekasi Gelar FGD

Sebarkan artikel ini

Bekasi, SniperNew.id – Dinas Lingkun­gan Hidup (DLH) Kabu­pat­en Bekasi mengge­lar Focus Group Dis­cus­sion (FGD) Terkait Eval­u­asi pence­maran sun­gai Cilema­ha­bang den­gan men­gun­dang 55 peser­ta dari unsur dunia usa­ha, NGO, Media, dan Masyarakat, di Hotel Swiss Bellin Cikarang, Selasa (27/8/2024).

  Sat Samapta Polres Pekalongan Gelar Pengecekan Peralatan SAR

Dalam sambu­tan­nya Kepala Bidang PPKL yang mewak­ili Kepala Dinas LH Duarte DJ Fer­nan­des men­gatakan bah­wa Kon­disi ter­ce­marnya Sun­gai yang ada di Kabu­pat­en Bekasi telah men­gan­cam kelestar­i­an eko­sis­tem selain itu juga mem­pen­garuhi kual­i­tas hidup masyarakat yang bergan­tung pada Sun­gai, khusus­nya Sungai/ Kali Cilemah Abang.

“Kegiatan ini adalah momen­tum pent­ing bagi kita semua untuk meli­hat sejauh mana pro­gram pen­gen­dalian pence­maran sun­gai yang telah mem­berikan dampak nya­ta bagi per­baikan kual­i­tas lingkun­gan.”

Lebih lan­jut Duarte juga men­gatakan bah­wa Beber­a­pa upaya juga sudah dilakukan oleh DLH adalah melakukan kajian insta­lasi pen­go­la­han air lim­bah domestik (IPAL), Pem­ban­gu­nan IPAL di pemuki­man den­gan berko­r­di­nasi pihak Cip­ta Karya.

  Diduga Konslet Saat Diperbaiki, Sebuah Mobil Suzuki Carry Terbakar

Pem­bi­naan dan mon­i­tor­ing ter­hadap perizinan,penyusunan baku mutu, air Cilemah Abang, pen­gawasan ter­hadap lapo­ran pelak­sanaan doku­men lingkun­gan beru­pa lapo­ran ner­a­ca lim­bah, dan pemasan­gan plang him­bauan tidak mem­buang sam­pah di sun­gai.

Ter­pisah Nasep Iskan­dar atau yang biasa dise­but Bung Ken yang hadir dalam kegiatan terse­but men­gatakan bah­wa dahu­lu petani gagal panen itu lan­taran sik­lus, hama-hama padi seje­nis tikus, wereng, run­dep, walang san­git dan seje­nis hama ala­mi lainya namun sekarang jauh berbe­da.

  Presiden Prabowo Panggil Pejabat Terkait Bahas Penertiban Pasokan dan Mutu Beras

“Sekarang petani memi­li­ki musuh baru beru­pa hama mod­ern yaitu lim­bah cair indus­tri yang sudah mengkon­t­a­m­i­nasi sun­gai-sun­gai di Bekasi yang digu­nakan untuk men­gairi sawah petani, dan ini sudah ber­jalan sela­ma bertahun- tahun lamanya”.

Menu­rut­nya bisa jadi gagal­nya panen atau puso aki­bat air-air yang terkon­t­a­m­i­nasi lim­bah indus­tri terse­but yang sudah ter­lalu lama men­gen­dap dalam tanah sawah-sawah petani, Untuk itu dirinya bersama petani mende­sak Pemer­in­tah Daer­ah untuk segera menor­mal­isasi air sun­gai atau kali-kali yang ada di Kabu­pat­en Bekasi. (Toto)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *