Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita InvestigasiBerita Nasional

Dump truk Pengangkut Hasil Tambang Batu Gunung Milik CV. Kezia Jaya Di Desa Lumban Ruhap Kabupaten Toba Sebabkan Akses Jalan Masyarakat Rusak Parah.

1048
×

Dump truk Pengangkut Hasil Tambang Batu Gunung Milik CV. Kezia Jaya Di Desa Lumban Ruhap Kabupaten Toba Sebabkan Akses Jalan Masyarakat Rusak Parah.

Sebarkan artikel ini

Kab.toba..Snipernew.id.

Galian C batu gunung Milik CV. Kezia Jaya yang berop­erasi di dusun 5 desa Lum­ban Ruhap Keca­matan Habis­aran, Kab.Toba, Prov. Sumat­era Utara, menye­babkan akses jalan rusak parah. Hal ini dise­babkan kare­na aktiv­i­tas angku­tan dumtruk dari lokasi tam­bang menu­ju ke tem­pat pemec­ah batu (stone crush­er).

Meli­hat cara mere­ka menam­bang batu den­gan mengeruk area buk­it (Gunung/Dolok), san­gat­lah rawan long­sor. Aktiv­i­tas terse­but Mengin­gatkan kita kem­bali den­gan peri­s­ti­wa keja­di­an long­sornya tam­bang galian C Gunung Kuda di Cire­bon (30/5), yang menewaskan belasan orang aki­bat Long­sornya buk­it batu yang mere­ka korek.


Terke­san lemah­nya pen­gawasan dari pihak Pemer­in­tah Daer­ah setem­pat maupun dari Dinas Per­tam­ban­gan Provin­si Sumat­era Utara selaku pem­beri Izin Usa­ha Per­tam­ban­gan (IUP) kepa­da CV. Kezia Jaya selaku pen­gelo­la usa­ha.

Pada­hal penam­ban­gan lokasi yang bera­da di daer­ah per­buk­i­tan seper­ti itu san­gat rawan long­sor jika salah dalam SOP penger­jaan­nya, pada­hal peri­s­ti­wa yang ter­ja­di di lokasi tam­bang galian C Gunung Kuda Cire­bon seharus­nya men­ja­di pem­be­la­jaran bagi kita semua.

  Investasi Hijau Lampung Meningkat, Minat Investor Nasional Menguat

Pengerukan bat­u­an dari area buk­it san­gat jelas berdampak merusak Alam dan lingkun­gan sek­i­tar, seper­ti kerusakan lahan, pence­maran air atau bahkan long­sor di kemu­di­an hari yang akan berdampak kepa­da masyarakat sek­i­tarnya.

Men­da­p­at Pen­gad­u­an dari Masyarakat, Antho­ny selaku aktivis pecin­ta lingkun­gan dan juga Ket­ua DPD LSM PERKARA (Pemer­hati Kin­er­ja Aparatur Negara) Sumat­era Utara beser­ta rekan­nya Wega yang juga aktivis dari DPN LKLH (Lem­ba­ga Kon­ser­vasi Lingkun­gan Hidup) mem­bawa ser­ta awak media, lang­sung turun menin­jau kelokasi area tam­bang batu milik CV. Kezia Jaya, yang bera­da di dusun 5, desa lum­ban ruhap kabu­pat­en Toba.


“Meli­hat aktiv­i­tas ser­ta tata kelo­la dilokasi tam­bang terse­but, kami meli­hat min­im­nya Stan­dart K3 yang dit­er­ap­kan dis­ana hal ini jelas dap­at merugikan bagi kese­la­matan para peker­ja dis­ana, kami selaku aktivis LSM mem­inta kepa­da Pemer­in­tah kabu­pat­en Toba Cq Dinas Terkait Daer­ah, Dinas Per­tam­ban­gan Provin­si Sumat­era Utara selaku pem­beri Izin Usa­ha Per­tam­ban­gan (IUP) untuk menin­jau kem­bali meli­hat kelokasi ser­ta menge­cek kem­bali apakah Perusa­haan tam­bang terse­but telah mematuhi atu­ran yang yang ada dalam Undang-Undang Kese­la­matan Ker­ja, Undang-undang Kete­na­gak­er­jaan, Undang-undang Miner­ba dan turunan­nya”, ungkap­nya kepa­da awak media.

Berdasarkan pan­tauan awak media KOMPAS008.COM 19/06/2025 , tam­pak di lokasi tam­bang ada banyak tumpukan Batu Gunung, beber­a­pa orang Peker­ja, alat berat exa­va­tor yang sedang Bek­er­ja, ser­ta ter­li­hat beber­a­pa mobil (Dumtruk) yang parkir dilokasi tam­bang menung­gu muatan batu batu Gunung yang besar besar dari hasil galian C tese­but.

  Proyek JIAT Pringsewu Tanpa Transparansi Picu Dugaan Konflik Peran

Di jumpai di lokasi terse­but salah satu peker­ja men­gatakan, “Kami cuma peker­ja, pen­gawas kami berin­isial ‘RL’ cuma beli­au lagi tidak bera­da di tem­pat baru saja kelu­ar,” ucap salah seo­rang peker­ja dis­ana.
Salah seo­rang dari masyarakat men­geluhkan terkait jalan yang dil­in­tasi oleh truk pen­gangkut batu gunung, “bila hujan disi­ni, jalan ini san­gat susah dile­wati oleh sepe­da motor dan pejalan kaki harus bersusah payah melin­tasi akses jalan yang penuh lubang berlumpur, dan san­gat pri­hatin meli­hat anak anak yang hen­dak per­gi ke seko­lah bang” ucap seo­rang masyarakat.

Wega, aktivis DPN LKLH (Dewan Pimp­inan Nasion­al Lem­ba­ga Kon­ser­vasi Lingkun­gan Hidup ) men­gatakan, “Penam­ban­gan bahan galian golon­gan C batu gunung dilakukan memakai exa­va­tor dan sedang bek­er­ja diatas buk­it ini, men­gak­i­batkan ter­da­p­at­nya lubang-lubang Luas dan lebar galian yang kedala­man­nya men­ca­pai 3–4 meter, luas area tam­bang ±10 ha, apa­bi­la bekas galian ini tidak segera direkla­masi oleh pen­gelo­la usa­ha akan men­gak­i­batkan lingkun­gan sek­i­tarnya men­ja­di rusak dan jika hujan turun bisa berdampak Long­sor, pen­gawasan yang ketat per­lu dilakukan untuk mence­gah dampak kerusakan lingkun­gan yang lebih parah kede­pan­nya dimana dap­at merugikan war­ga sek­i­tar lokasi, masyarakat sek­i­tar juga berhak mela­por kegiatan tam­bang yang merugikan lingkun­gan sek­i­tar.

  Nawaripi Bangun SDM OAP Lewat Anyaman & Lomba Renang Tradisional

Den­gan demikian, bersama – sama kita dap­at men­ja­ga lingkun­gan, memas­tikan bah­wa kegiatan ekstrak­si sum­ber daya alam dilakukan secara bertang­gung jawab sesuai den­gan per­at­u­ran yang berlaku”, ujar Wega.

Antho­ny selaku Ket­ua DPD LSM PERKARA juga segera “akan menyu­rati pemer­in­tah setem­pat dan dinas terkait, Dinas Per­tam­ban­gan Provin­si Sumat­era Utara, Dinas Lingkun­gan Hidup Sumat­era Utara, Kementer­ian ESDM dan juga Kementer­ian Lingkun­gan Hidup terkait den­gan Pen­gad­u­an dari Masyarakat den­gan keber­adaan aktiv­i­tas tam­bang batu Gunung yang ada di desa Lum­ban Ruhap, Keca­matan habis­aran, Kabu­pat­en Toba untuk mence­gah dampak kerusakan lingkun­gan yang lebih parah kede­pan­nya. Hal itu kami lakukan agar peri­s­ti­wa long­sor dita­m­bang galian C Gunung Kuda Cire­bon tidak teru­lang di lokasi ini”.

Per­lu kita ketahui bah­wa Pemer­in­tah telah men­gelu­arkan Undang Undang ten­tang tam­bang Bat­u­an (Batu Gunung) yaitu: Undang – Undang No.4 tahun 2009 yang mana sebelum­nya diatur dalam undang-undang No.11 tahun 1967 ten­tang keten­tu­an – keten­tu­an pokok per­tam­ban­gan. Menu­rut Undang – undang No.4 tahun 2009 ten­tang per­tam­ban­gan min­er­al dan Batu Bara bah­wa penam­ban­gan Batu Gunung ini ter­ma­suk kedalam golon­gan yang keli­ma yaitu golon­gan Bat­u­an yang pen­gelolanya harus ada surat Izin Lengkap ser­ta harus men­gacu kepa­da Ramah Lingkun­gan”, menut­up pem­bicaraan­nya.

Bas­t­ian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *